Jakarta, Gizmologi – Fenomena pinjaman online menjadi salah satu masalah baru yang dialami masyarakat Indonesia, terutama gen Z yang ingin bisa mencapai financial freedom dengan mudah. Sayangnya untuk memenuhi banyak generasi muda yang belum cakap dalam mengatur keuangannya dan lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan.
Menjawab kegelisahan tersebut, Country Head of GajiGesa Indonesia, Ade Saragih mengatakan, Earned Wage Access (EWA) bisa menjadi solusi yang layak untuk membantu karyawan mencapai stabilitas keuangan mereka. Caranya dengan pendekatan literasi keuangan untuk memahami risiko atas jasa layanan keuangan.
“GajiGesa berkomitmen untuk membebaskan individu dari pinjaman berbunga tinggi. Sejak kami pertama kali didirikan pada tahun 2020, dalam waktu 3 tahun, kami telah membantu 27.863 karyawan untuk keluar dari pinjaman online,” kata Ade dalam acara Webinar INDEF bertajuk: Bahaya Pinjaman Online Ilegal Bagi Penduduk Usia Muda, Senin (11/9).
Menurut penelitian yang pihaknya lakukan bersama INDEF pada akhir 2022, mengungkapkan bahwa 42 persen karyawan Indonesia yang memiliki gaji kurang lebih Rp5 juta per bulan tidak mampu untuk menabung atau berinvestasi. Hal ini memicu generasi muda untuk menggunakan pinjaman online sebagai salah satu solusi keuangan mereka.
Solusi yang ditawarkan GajiGesa dengan earned wage access (EWA) yang dinilai cukup membantu pekerja muda bisa mencapai stabilitas keuangan. Bahkan menurut data internal GajiGesa menunjukkan bahwa sebanyak 25.928 pengguna telah berhasil meningkatkan jumlah tabungan mereka sejak mereka mulai menggunakan GajiGesa.
“Solusi untuk masalah tersebut seharusnya tidak hanya berfokus pada dampak jangka pendek, tetapi juga pada kemakmuran jangka panjang mereka untuk memastikan bahwa kalangan dewasa muda Indonesia memiliki dasar keuangan yang berkelanjutan yang akan menjadi pijakan bagi kesejahteraan keuangan dan kesuksesan mereka di masa depan,” paparnya.
Melalui fitur tersebut, karyawan dari perusahaan-perusahaan yang menjadi klien GajiGesa dapat memanfaatkan gaji mereka yang diambil secara prorata, baik gaji bulanan maupun upah harian dengan nominal yang sama untuk ditabung melalui aplikasi. Dana tabungan ini baru bisa diambil pekerja hanya untuk keperluan yang sangat mendesak saja.
Baca Juga: Lewat GajiGesa, Karyawan Bisa Akses Pencairan Gaji via WhatsApp
Solusi GajiGesa Biar Financial Freedom

Bahkan pengguna GajiGesa dapat berinvestasi digital dengan menggunakan gaji harian mereka. “Di sini kami mencoba memberikan akses kepada karyawan dengan perusahan yang bekerjasama dengan GajiGesa dapat mengakses upah atas pekerjaan yang telah mereka lakukan setiap harinya,” imbuh Ade.
Dengan kombinasi aplikasi yang mudah digunakan dan opsi untuk membeli dan menjual emas dengan gaji yang diperoleh, GajiGesa memberikan individu kesempatan untuk berinvestasi dalam instrumen yang menghasilkan potensi keuntungan dan perlindungan nilai dalam jangka panjang. Fitur tersebut sejalan dengan misi GajiGesa untuk memberdayakan kalangan dewasa muda, membantu mengamankan masa depan keuangan mereka, dan membuat pilihan investasi yang tepat.
Mengingat tujuan investasi adalah untuk membangun kedisiplinan keuangan, meningkatkan pertumbuhan nilai aset, dan untuk melawan inflasi. Sehingga dengan kehadiran GajiGesa akan meminimalisir penggunaan pinjaman online.
“GajiGesa dapat memainkan peran penting dalam membebaskan 10,91 juta penerima pinjaman aktif dalam kelompok usia 19 hingga 34 tahun dari risiko utang yang mengintai,” pungkasnya.
Saat ini GajiGesa telah bekerjasama dengan kurang lebih lebih dari 300 perusahaan dari berbagai industri dengan melayani lebih dari 300.000 karyawan. Total karyawan yang beralih dari pinjaman online ke GajiGesa pada awal GajiGesa beroperasi 2019 hingga sekarang 2023 mencapai lebih dari 27.000 karyawan dengan total dana yang dialihkan dari pinjaman online mencapai Rp600 miliar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




