Jakarta, Gizmologi – CEO dan Co-Founder Truecaller, Alan Mamedi menargetkan layanannya bisa dapat terintegrasi di 100 juta perangkat smartphone dalam dua tahun. Sejumlah pasar utama dari aplikasi smartphone yang memiliki fitur verifikasi kontak dan memblokir komunikasi ini di antaranya Malaysia, India, Amerika Latin dan Indonesia.
Bahkan platform global terkemuka ini mengumumkan kerjasama dengan beberapa produsen smartphone ternama di dunia, untuk memuat aplikasi Truecaller dalam ponsel yang mereka produksi. Mengingat tidak semua pengguna smartphone cukup melek teknologi untuk mendownload sebuah aplikasi.
“Meskipun tersedianya Truecaller secara pre-installed tidak serta merta menambah jumlah pengguna baru Truecaller, kesepakatan bisnis ini dinilai penting agar konsumen lebih mudah menemukan dan mengambil manfaat dari layanan Truecaller,” kata Alan dalam keterangannya, Selasa (8/2/2022).
Baca Juga: Truecaller: Jumlah Panggilan Spam di Indonesia Naik 2x Lipat
Oleh karena itu disampaikan Alan, keputusan kerja sama ini sejalan dengan tujuan besar Treucaller untuk membuat layanannya terjangkau bagi siapa saja. Selain itu, perusahaan ingin membantu jutaan pengguna baru dalam memanfaatkan layanan Truecaller.
Di Indonesia sendiri, Truecaller mengalami peningkatan pengguna aktif sebesar 107.6% dalam kurun waktu satu tahun yakni mulai November 2020 sampai September 2021. Perusahaan asal swedia ini melihat potensi pertumbuhan bisnis yang menjanjikan melalui kerja sama ini, terlebih dengan jumlah penetrasi pengguna smartphone di Indonesia yang terus meningkat tajam.
Perusahaan asal swedia ini melihat potensi pertumbuhan bisnis yang menjanjikan melalui kerja sama ini, terlebih dengan jumlah penetrasi pengguna smartphone di Indonesia yang terus meningkat tajam. “Truecaller kini memiliki lebih dari 300 juta pengguna aktif di seluruh dunia,” ungkapnya.
Truecaller Catat Jumlah Panggilan Spam di Indonesia Naik 2x Lipat

Panggilan spam masih menggantui aktivitas masyarakat Indonesia. Berdasarkan catatan Truecaller Global Spam Report, jumlah panggilan spam di Indonesia naik dua kali lipat di tahun 2021.
Dari 20 negara di dunia, Indonesia menempati urutan keenam sebagai negara dengan serangan panggilan telepon spam terbanyak selama satu tahun terakhir. Pada Januari 2021, volume total panggilan spam di Indonesia dilaporkan berjumlah 12.580.275 (hampir 12,6 juta). Selang 10 bulan kemudian atau pada Oktober 2021, volume telepon spam itu berlipat ganda menjadi 25.789.283 (sekitar 25,8 juta).
“Data kami menunjukkan bahwa orang Indonesia menjadi target penipuan dengan semakin tingginya tingkat teror komunikasi tidak diinginkan, menyebabkan jutaan pengguna smartphone di Indonesia berisiko menjadi korban penipuan,” ucap Alan beberapa waktu lalu.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




