Jakarta, Gizmologi – BYD Racco berhasil raup jumlah pesanan yang tergoong fantastis di Jepang. Mengingat, ini merupakan mobil dengan jenis Kei, dan memang sudah menjadi piilihan favorit konsumen di Negara Matahari tersebut. Bahkan, hadirnya BYD Racco sendiri bisa menjadi salah satu ancaman untuk manufaktur raksasa asal Jepang sendiri.
Segmen kei car Jepang selama ini dikenal sebagai pasar yang sangat sulit ditembus pemain asing. Regulasi ketat mengenai dimensi kendaraan membuat produsen harus merancang mobil secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Kondisi ini selama bertahun-tahun membuat Suzuki, Daihatsu, Honda, dan Nissan menjadi pemain utama di segmen kei car Jepang.
Respons awal terhadap BYD Racco terbilang cukup menarik. Dalam waktu kurang dari dua minggu setelah peluncuran resminya, mobil listrik tersebut disebut sudah mengumpulkan 1.002 pesanan. Angka tersebut memang masih kecil jika dibandingkan dengan skala bisnis BYD secara global, tetapi menjadi pencapaian penting bagi perusahaan di Jepang yang selama ini bukan pasar mudah bagi merek otomotif asing.
Baca Juga: Resmi di Indonesia, Harga BYD M6 DM Mulai Rp290 Jutaan dengan Jarak Tempuh Sampai 1300 KM
BYD Racco Jadi Andalan untuk Segmen Kei Car

BYD dari BYD Racco saja memiliki tantangan besar untuk membangun posisi di Jepang. Pada Juli 2026, perusahaan hanya mencatat 383 unit pengiriman di negara tersebut. Angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan penjualan global BYD yang mencapai 411.072 unit pada bulan yang sama, dengan 179.841 unit di antaranya dikirim ke luar China.
Karena itu, capaian 1.002 pesanan Racco dalam waktu singkat menjadi sinyal awal yang cukup positif. Mobil tersebut tidak sekadar merupakan versi kecil dari kendaraan BYD yang sudah ada, tetapi memang dikembangkan dari awal untuk memenuhi karakteristik kei car Jepang.
Masih Terlalu Dini untuk Disebut Sukses
Meski respons awalnya menarik, 1.002 pesanan belum cukup untuk membuktikan bahwa BYD berhasil menembus dominasi produsen Jepang. Segmen kei car memiliki karakteristik konsumen dan regulasi yang sangat spesifik, sehingga tantangan BYD bukan hanya menjual mobil, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap merek asing.
Di sisi lain, Racco menunjukkan bahwa pendekatan khusus terhadap pasar lokal mungkin membuka peluang bagi BYD. Jika permintaan terus bertumbuh setelah fase peluncuran, mobil listrik mungil ini berpotensi menjadi pintu masuk BYD untuk memperkuat posisinya di Jepang. Untuk saat ini, setidaknya Racco sudah memberikan awal yang lebih menjanjikan dibandingkan performa BYD di Jepang secara keseluruhan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

