Selain lini SPARK yang hadir sebagai opsi entry-level dan POVA yang lebih mengutamakan aspek performa, TECNO menghadirkan pilihan smartphone dalam desain stylish sekaligus punya kemampuan fotografi andal lewat lini CAMON. Dan untuk mengisi tahun 2026, hadir TECNO CAMON 50 Pro 5G dengan setup kamera yang, bisa dibilang, paling superior di segmennya. Dan kamera tidak hadir sebagai satu-satunya keandalan.
Sebelum membaca ulasan ini lebih jauh, ada satu hal penting yang perlu Gizmo friends ketahui terkait smartphone satu ini: TECNO CAMON 50 Pro 5G yang rilis di Indonesia, adalah TECNO CAMON 50 Ultra yang rilis di negara lainnya. Alasannya? Konon karena konsumen di sini lebih familiar dengan penamaan “Pro”. Jadi spesifikasi yang dihadirkan di Indonesia, sama seperti TECNO CAMON 50 Ultra yang ada di luar sana ya.
Selain pengalaman fotografi yang impresif, smartphone ini juga menawarkan fitur AI komplit, visual layar yang baik, hingga baterai yang tahan seharian penuh. Apakah mutlak jadi opsi terbaik? Berikut review TECNO CAMON 50 Pro 5G selengkapnya.
Desain

Dibandingan CAMON 40 Series terdahulu, desain TECNO CAMON 50 Pro 5G terlihat lebih sleek sekaligus premium. Kini lebih banyak sudut yang dibuat lebih tumpul, sementara bodinya terlihat lebih ramping berkat lengkungan di kedua sisi kiri dan kanan (baik depan dan belakangnya). Meski begitu, aspek durabilitas justru tetap jadi yang utama.
Ya, TECNO CAMON 50 Pro 5G membawa sertifikasi hingga IP69K, yang artinya tidak hanya sekadar tahan dari debu dan air, namun juga semburan air kencang hingga suhu air lebih ekstrem. Plus, mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, yang bisa memberi rasa aman ekstra bila selama penggunaan terjadi skenario seperti jatuh secara tidak disengaja.





Dan rasanya skenario tersebut besar kemungkinan terjadi. Pasalnya, meski terlihat stylish, bodi TECNO CAMON 50 Pro 5G tidak bisa memberikan grip yang benar-benar solid dalam genggaman, alias sedikit licin. Padahal permukaan bodi belakangnya yang berupa kaca, sudah membawa finishing matte, sehingga tidak membekas sidik jari. Jadi harus lebih hati-hati terutama bagi Gizmo friends yang telapak tangannya mudah basah.
Selebihnya, meski relatif ringan hanya 178 gram, bodi smartphone masih cukup terasa solid. Selain warna Nebula Titanium, opsi Cyprus Green juga tidak kalah menarik, dengan corak warna hijau yang cukup mewah. Saya juga suka dengan desain bodi belakang yang tidak melulu meniru iPhone. Plus, casing bawaan paket penjualan yang juga premium dengan corak khusus dan material keras.
Layar

Selain desain yang terlihat premium, layar TECNO CAMON 50 Pro 5G membawa panel yang berkualitas, berjenis AMOLED 1.5K dengan refresh rate maksimum 144Hz, sudah mendukung standar HDR10+, hingga 2160Hz PWM dimming yang bisa mereduksi efek flickering pada tingkat pencahayaan lebih rendah sehingga mata tidak mudah lelah. Keempat sisi bezel juga dibuat tipis dan terlihat simetris.
Berukuran 6,78 inci, dimensinya terasa luas namun tetap kompak dalam genggaman—tidak lain berkat tepi bezel tipis dan sedikit lengkung pada sisinya. Kabar baiknya, saya tidak pernah mengalami risiko misstouch yang kerap menjadi kekurangan pada layar lengkung smartphone terdahulu. Reproduksi warnanya vibrant, dan TECNO bahkan memberikan opsi profil warna yang lebih pekat bila Gizmo friends lebih menyukai visual gonjreng alias lebih kaya.

Sudah terproteksi Gorilla Glass 7i, layar TECNO CAMON 50 Pro 5G tidak terpasang pelindung layar bawaan pabrik. Namun sebagai gantinya, diberikan tempered glass terpisah yang sudah termasuk ke dalam paket penjualan. Sejujurnya, saya tidak merasakan perbedaan signifikan dibandingkan layar 120Hz smartphone lain. Namun tetap saja nice to have.
Yang menjadi sedikit kekurangan pada layar TECNO CAMON 50 Pro 5G, lagi-lagi ada pada mode always-on display-nya. Seperti beberapa smartphone rilisan Transsion Group sebelumnya, walau nama fiturnya “always-on display”, tidak ada opsi untuk membuatnya terus menyala, alias hanya bisa bertahan sekian detik saja. Mungkin untuk membuat layar lebih awet, atau demi efisiensi daya baterai? Setidaknya bisa diberikan opsi agar pengguna dapat memilih.
Kamera

Beralih ke bagian yang menurut saya bisa menjadi nilai jual utama smartphone TECNO Rp5 jutaan satu ini. Ya, setup kamera TECNO CAMON 50 Pro 5G tergolong superior untuk segmen harganya, membawa tiga sensor kamera dengan peran berbeda, dan kamera selfie 50MP yang nggak cuma tinggi secara resolusi, namun juga menawarkan sudut pandang lebar, kemampuan autofokus, plus perekaman video 4K30.
Bagaimana dengan setup kamera belakangnya? Sensor utama TECNO CAMON 50 Pro 5G gunakan Sony LYT-700C 50MP f/1.8 dengan OIS, dan spesialnya lagi dipasangkan dengan sensor telefoto periskop 50MP (Omnivision OV50M) f/2.2 yang memberikan 3x optical zoom. Terakhir, dan yang paling inferior, adalah sensor ultra-wide 8MP (GalaxyCore) f/2.2, sayangnya tanpa autofokus.
Secara hardware, sensor ultra-wide terbilang inferior termasuk bila dibandingkan dengan penawaran Samsung. Namun setidaknya ketiga sensor lainnya termasuk sangat oke di segmennya, bahkan dengan sensor telefoto 3x zoom yang lebih superior dibandingkan flagship Samsung rilisan tahun ini. Dan dengan algoritma fotografi TECNO yang sudah semakin matang sejak generasi sebelumnya, berpengaruh positif terhadap hasil foto.
Dalam kondisi luar ruangan atau pencahayaan berlimpah, bisa dibilang pengalaman kamera TECNO CAMON 50 Pro 5G sudah terasa flagship-grade, baik dari segi detail hingga reproduksi warnanya. White balance tergolong akurat, dan saya suka dengan opsi focal length yang variatif termasuk opsi 35mm dan 85mm, baik pada mode foto biasa sampai portrait. Lagi-lagi, tidak semua flagship menawarkan “pintasan” simpel namun bermanfaat satu ini.
Kualitas foto dari sensor telefoto TECNO CAMON 50 Pro 5G tergolong baik, meski saat low-light memang tidak bisa se-detail realme 16 Pro+ 5G (yang notabene punya banderol harga lebih mahal), namun sudah lebih baik dari Motorola Edge 60 Pro (yang pakai sensor setara Galaxy Z Fold8 Ultra). Masih sangat usable, terutama dengan bantuan night mode.
Dari pengalaman saya jepret foto menggunakan kamera TECNO CAMON 50 Pro 5G, saya suka dengan preset default yang cenderung natural dan tidak over-processed (meski diberikan opsi lain yang lebih vibrant), sehingga lebih enak saat di-edit dengan aplikasi pihak ketiga seperti Snapseed, misalnya. Kamera selfienya sudah tergolong oke, hanya ultra-widenya saja yang bakal hasilkan gambar sangat halus terutama dalam kondisi low-light.
Saya juga suka dengan dua fitur ekstra pada aplikasi kameranya. Yang pertama, FlashSnap memungkinkan kamera TECNO CAMON 50 Pro 5G menangkap momen gerak cepat otomatis, mampu mengenali jenis olahraga yang sudah umum, menggunakan sensor 3x zoom sekalipun. Yang kedua, Aqua Mode untuk mempermudah penangkapan momen di bawah air (selama airnya merupakan air bersih, ya).
Hasil foto lengkap dari kamera TECNO CAMON 50 Pro 5G, bisa Gizmo friends akses lewat album berikut ini ya.
Baik kamera utama, telefoto, dan kamera selfie TECNO CAMON 50 Pro 5G sama-sama bisa merekam video hingga 4K30 atau 1080p60 dengan stabilisasi aktif, sementara ultra-wide mentok di 2K30. Tetapi bila Gizmo friends menggunakan resolusi 1080p30, maka bisa berpindah antar sensor kamera belakang selama perekaman berlangsung.
Kualitas visual yang dihasilkan tergolong cukup baik, tidak jauh berbeda dengan warna pada hasil foto. Sedikit catatan, saat gunakan sensor telefoto, kontras terlihat lebih tinggi—jadi lebih dramatis, memang, namun bakal terlihat berbeda bila Gizmo friends “memasangkannya” dengan footage dari sensor utama. Kamera selfie-nya juga pas untuk vlogging dengan sudut pandang lebar, meski memang penangkapan audio dari mikrofon bawaan bukan yang paling jernih.
Fitur

TECNO CAMON 50 Pro 5G hadir dengan HiOS 16 berbasis Android 16, serta janji setidaknya tiga kali peningkatan versi OS dan lima tahun pembaruan keamanan rutin. Bukan yang paling impresif, namun sudah jauh lebih baik dibandingkan generasi smartphone TECNO terdahulu.
Saya sangat menyukai tampilan antarmuka HiOS terbaru yang hadir pada smartphone TECNO setidaknya sejak tahun lalu—dan tahun ini terlihat semakin cantik, meski tidak dapat dipungkiri, semakin mendekati smartphone Apple. Mulai dari efek transparan yang ditampilkan sampai beberapa gaya kustomisasinya, meski memang TECNO menawarkan kustomisasi yang lebih variatif.
Poin plus lainnya, meski terlihat clean, ada banyak fitur yang bisa Gizmo friends eksplor lebih jauh. Asisten virtual Ella, misalnya, tidak hanya bisa menjawab pertanyaan simpel, namun bisa melakukan banyak hal lain. Mulai dari menjawab soal matematika berupa gambar, sampai generate sebuah foto menjadi video. Belum lagi fitur AI lainnya yang bisa membantu produktivitas, sampai One-Tap FlashMemo yang mampu catat atau ekstrak konten di layar ke dalam ruang digital yang mudah diakses dalam sekali sentuh.

Ya, TECNO CAMON 50 Pro 5G punya tombol khusus di sisi kiri smartphone dengan fungsi akses One-Tap FlashMemo kalau ditekan satu kali secara singkat. Sementara saat ditahan, fungsinya bisa seperti Action Button pada iPhone, untuk akses pintasan yang bisa dikustomisasi sesuai keinginan.
Mau kustomisasi lampu LED di belakang? Bisa. Kendalikan perangkat rumah seperti TV dan AC? Ada sensor inframerah di sisi atas untuk fungsi tersebut. Ya, fitur ekstra pada TECNO CAMON 50 Pro 5G benar-benar melimpah sekaligus bermanfaat untuk keseharian. Terakhir, setup speaker stereonya sudah cukup oke dengan output relatif lantang. Ada efek Dolby Atmos yang bisa dimanfaatkan untuk kesan lebih imersif.
Performa

Dari semua aspek yang dibawa oleh smartphone TECNO stylish satu ini, bagian performa terasa paling standar. Ya, urusan dapur pacu, performa TECNO CAMON 50 Pro 5G diperkuat oleh cip Dimensity 7400 Ultimate dari MediaTek, dengan fabrikasi 4nm, RAM LPDDR5x hingga 12GB, dan storage berjenis UFS 2.2. Varian yang saya uji merupakan yang paling standar dengan RAM 8GB dan storage 256GB.
Sejak awal, smartphone ini dapat melibas berbagai macam aplikasi yang saya jalankan. Namun perihal kecepatan membuka aplikasi, multitasking, hingga pemrosesan gambar memang bukan yang paling gegas di kelasnya. Buat main game masih oke kok, di mana sejumlah game bisa berjalan pada fps yang lebih tinggi seperti MLBB maupun PUBG Mobile.
Ya, cip milik TECNO CAMON 50 Pro 5G sejatinya sama seperti POVA 8 Pro 5G yang baru saja diluncurkan, hanya saja TECNO sematkan cip grafis khusus pada seri POVA terbaru demi fps yang lebih tinggi lagi. Overall, bukan yang paling kencang secara benchmark, tetapi masih lebih dari cukup untuk akses berbagai jenis aplikasi terkini. Suhu perangkat juga relatif terjaga, tidak pernah sampai terlalu panas.
Saya juga merasa bila setelah melalui beberapa kali pembaruan software, transisi antar menu dan tampilan antarmuka secara keseluruhan terasa sedikit meningkat. Bila Gizmo friends inginkan performa multitasking lebih andal, mungkin bisa melirik varian dengan RAM yang lebih lega ya.
Baterai

Dalam profilnya yang relatif tipis dan ringan, TECNO mampu berikan peningkatan kapasitas daya yang signifikan, di mana kini baterai TECNO CAMON 50 Pro 5G mencapai 6500 mAh. Ya, secara angka memang tergolong sangat positif. Namun apakah sesuai ekspektasi? Sejujurnya, iya dan tidak.
Dengan siklus penggunaan yang lebih intensif (mengingat smartphone ini sangat menyenangkan untuk digunakan sebagai pengganti kamera saku), baterai TECNO CAMON 50 Pro 5G tahan sampai satu hari penuh, bahkan hingga keesokan harinya. Namun saya pribadi merasa, dengan kapasitas yang dibawanya, seharusnya masih bisa sedikit lebih lama. Bila TECNO terus merilis pembaruan software secara berkala, semoga juga bisa lebih ditingkatkan efisiensi dayanya ya.
Saya tekankan lagi, jauh dari kata “boros” ya. Dan yang menurut saya terbilang sangat baik, adalah kecepatan pengisian dayanya. Iya, secara angka kan bukan yang paling tinggi, yakni 45W ketika beberapa smartphone lain di segmen harganya bahkan bisa berikan watt dua kali lebih instan. Tapi pengalaman mengisi daya smartphone ini sudah terasa instan.
Memang di 15 menit pertama tidak terasa begitu instan, hanya mencapai sekitar 23% saja. Begitu pula 30 menit, masih sedikit di bawah 50%. Tapi kalau Gizmo friends terbiasa isi daya smartphone hingga penuh, hanya membutuhkan waktu sekitar 70 menit kok. Untuk kapasitas baterai TECNO CAMON 50 Pro 5G yang cukup besar, dengan charging “hanya 45W”, sudah oke banget.
Selebihnya, TECNO CAMON 50 Pro 5G juga membawa fitur ekstra terkait proteksi baterai. Mulai dari fitur pengisian daya pintar berbasis AI, limitasi pada persentase tertentu bila diperlukan, hingga bypass charging yang lebih pas untuk skenario gaming.
Kesimpulan

Di tengah masa kenaikan harga komponen, TECNO masih bisa hadirkan smartphone kelas menengah dengan fitur yang benar-benar komplit, termasuk setup kamera superior melalui kehadiran TECNO CAMON 50 Pro 5G. Tampil dalam kemasan yang stylish sekaligus durable, juga menawarkan segudang kemampuan AI komplit lewat Ella dan lainnya.
Performanya memang bukan yang paling kencang, dan lini CAMON memang tidak berfokus pada aspek tersebut. Setidaknya urusan fotografi, rasanya opsi dari TECNO satu ini masih jadi yang paling andal di segmen harganya, setidaknya sampai ulasan ini dibuat. Juga cocok bagi Gizmo friends yang membutuhkan sebuah smartphone all-rounder dengan daya tahan baterai seharian penuh dalam bodi ringkas nan ringan.
Spesifikasi TECNO CAMON 50 Pro 5G
General
| Device Type | Smartphone |
| Model / Series | TECNO CAMON 50 Pro 5G |
| Released | 03 Maret, 2026 |
| Status | Available |
| Price | Rp5.499.000 (8+256GB), Rp5.999.000 (12+256GB), Rp6.999.000 (12+512GB) |
Platform
| Chipset | Mediatek Dimensity 7400 Ultimate (4 nm) |
| CPU | Octa-core (4x2.6 GHz Cortex-A78 & 4x2.0 GHz Cortex-A55) |
| GPU | Mali-G615 MC2 |
| RAM (Memory) | 8/12GB (+8GB virtual RAM) |
| Storage | 256/512GB UFS |
| Operating System | Android 16 |
| User Interface | HiOS 16 |
Design
| Dimensions | 162.4 x 77 x 7.8 mm |
| Weight | 178 gram |
| Design Features |
Glass front & back (Gorilla Glass 7i), plastic frame Color: Cypress Green, Nebula Titanium, Moonshadow Black, Misty Purple IP69K dust & water resistant MIL-STD-810H |
| Battery |
Li-Po 6500 mAh, non-removable Fast charging 45W Reverse charging Bypass charging |
Display
| Screen Type | AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors |
| Size and Resolution | 6.78 inches 1208 x 2644 pixels (~429ppi density) |
| Touch Screen | Capacitive touchscreen |
| Features |
144Hz refresh rate 2160Hz PWM dimming HDR10+ 1920Hz PWM TUV Rheinland certified 1920Hz PWM TUV Rheinland Eye-Certified Protection Always-on display In-display fingerprint sensor |
Network
| Network Frequency |
GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2 3G HSDPA 850 / 900 / 2100 4G band 1, 3, 5, 7, 8, 20, 28, 38, 40, 41 5G |
| SIM | Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) |
| Data Speed | HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat4 150/50 Mbps, 5G |
Camera
| Multi Camera | Yes (Rear) |
| Rear | 50 MP, f/1.8, 23mm (wide), 1/1.56-inch, 1.0µm, PDAF, OIS; 50 MP, f/2.4, 70mm (telephoto), 1/2.88-inch, 0.61µm, PDAF, 3x optical zoom; 8 MP, f/2.2, 14mm, 112-degree (ultrawide), 1/4-inch, 1.12µm |
| Front | 50 MP, f/2.4, 21mm (wide), 1/2.76-inch, 0.64µm, PDAF |
| Flash | Dual-LED flash |
| Video | 4K 30fps/1080p 30/60fps (front+main+telephoto) |
| Camera Features | AI Cam, FlashSnap, Super Night, Sky Shop, Pro, Long Exposure, Panorama, Documents, Time-lapse, Dual Video, Vlog, AIGC Portrait, Super Macro, Aqua Mode, Ultra HD, Slow Motion |
Connectivity
| Wi-fi | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, dual-band |
| Bluetooth | Yes |
| USB | USB Type-C 2.0, USB On-The-Go |
| GPS | Yes, with A-GPS; |
| HDMI | No |
| Wireless Charging | No |
| NFC | |
| Infrared | Yes |
Smartphone Features
| Multimedia Features | Stereo speakers, Hi-Res Audio, Hi-Res Wireless Audio, DTS Audio |
| FM Radio | Yes |
| Web Browser | HTML5 (Android Browser) |
| Messaging | SMS (threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM |
| Sensors |
Fingerprint (under display, optical), accelerometer, proximity, compass |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


