Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Dikritik, Instagram Tunjukkan Komitmen Perangi Hoax

Instagram serius perangi hoax usai menjadi salah satu media sosial setelah Facebook, YouTube, Twitter dan Microsoft yang menunjukkan komitmen memerangi Hoax, ujaran kebencian, maupun konten berbahaya lainnya dengan keras.

Belum lama ini, media asal Inggris The Telegraph melaporkan keseriusan Instagram menjadi salah satu media sosial setelah Facebook, YouTube, Twitter dan Microsoft yang menunjukkan komitmen memerangi Hoax, ujaran kebencian, maupun konten berbahaya lainnya dengan keras. Menyusul kritikan yang diterima mereka setelah dianggap terlalu lembek untuk menghapus postingan yang mengandung unsur berbahaya tersebut dari aplikasinya.

Sebelumnya, Facebook dan Google+ berkomitmen akan menghapus segera konten-konten yang mengandung ujaran kebencian dalam waktu 24 jam setelah dilaporkan. Hal itu dilakukan setelah pihak Uni Eropa (UE) menyetujui Kode Etik terbaru mengenai ujaran kebencian dan unsur berbahaya lainnya di media online.

“Instagram telah memutuskan untuk bergabung dalam perang melawan ujaran kebencian terlarang di online. Dan sekarang telah menerapkan kode etik,” ujar Vera Jourova Komisioner UE untuk Kesetaraan Gender, Keadilan, serta Perlindungan Konsumen, seperti dilansir dari laman The Telegraph, Minggu (20/1/2018).

“Sejak kemunculannya, internet seharusnya menjadi tempat yang aman, terbebas dari ucapan kebencian, bebas dari beragam konten xenophobia dan rasis”, tambahnya.

Related Posts
1 daripada 14

Namun, hal itu berbanding terbalik dengan fakta yang ada di masyarakat saat ini. Di seluruh dunia, apalagi  di Indonesia Hoax dianggap menjadi ancaman serius untuk para netizen. Di Indonesia sendiri, sedikitnya ada 800 ribu situs penyebar Hoax yang terindikasi sebagai penyebar informasi palsu menurut Kemenkominfo. Facebook disebut – sebut menjadi salah satu media sosial yang paling besar penggunanya soal penyebaran berita Hoax.

Hal tersebut semakin diperparah dengan foto atau meme yang beredar tanpa deskripsi informasi yang akurat, sehingga menjadi sebuah tantangan yang sangat menyulitkan bagi Facebook dan media sosial lainnya untuk memberantas berita Hoax, apalagi netizen di Indonesia dikenal lebih mudah menerima konten online.

Bergabungnya Instagram merupakan bukti keseriusan perusahaan yang saat 2012 lalu diambil alih oleh Facebook tersebut untuk turut melawan gempuran berita Hoax atau konten yang mengandung ujaran kebencian di dunia maya. Terlebih, pengguna Instagram diketahui semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir di seluruh dunia melebihi angka 8 juta pengguna. (DS)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More