Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Melalui Kompetisi Robot, Siswa Madrasah Ditantang Berikan Solusi Mitigasi Bencana

Madrasah selama ini dikenal lebih banyak berkutat dengan pelajaran keagamaan. Namun rupanya, lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama ini juga memberi perhatian khusus pada pendidikan berbasis teknologi seperti robotik. Bahkan pada Kompetisi Robotik Madrasah yang belum lama ini digelar, pesertanya membludak.

Ajang kompetisi robotik madrasah ini merupakan gelaran yang keempat kalinya sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2015. Kompetisi yang diselenggarakan pada tanggal 3-4 November 2018 di Depok Town Square, Depok  ini memperebutkan lima kategori dalam tiga tingkatan.

Tahun ini sebanyak 182 tim, yang di setiap timnya terdiri dari 2 siswa, mendaftar untuk berlomba menjadi yang terbaik. Kendati demikian, hanya 100 tim saja yang berhasil lolos dari seleksi persyaratan yang dilakukan oleh pihak panitia. Tim-tim yang berhasil lolos inilah yang berkompetisi di Kompetisi Robotik Madrasah 2018. Mereka memperebutkan Sertifikat, Medali dan Uang pembinaan dengan total hingga Rp 270 Juta.

Kompetisi ini untuk mengasah kemampuan para siswa madrasah mulai dari tingkat MI, MTs, hingga MA dalam bidang robotika dan otomasi. Peserta saling berlaga dalam merakit dan memprogram robot dimana kompetisi dibagi dalam tiga tingkatan kelompok usia yaitu untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2018 ini bertema “Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana” yang dilatar belakangi negara Indonesia rawan dilanda bencana: banjir, kebakaran, gempa, tsunami dan lain-lain. Nah, siswa madrasah tersebut diharapkan turut berkontribusi memikirkan pencegahan dan penanggulangan bencana tersebut dengan memanfaatkan teknologi robot.

Terdapat dua kategori besar yang dilombakan. Pertama adalah Rancang Bangun Mesin Otomasi Bencana. Kategori ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni MI, MTs, dan MA. Dalam kategori ini, para siswa diminta untuk membuat prototype robot atau karya yang memenuhi unsur robotika dan otomasi.

Related Posts
1 daripada 13

Kategori kedua adalah Rescue Robot Mobile, yang mana hanya dibagi menjadi dua tingkatan, yakni hanya MTs dan MA. Dalam kategori yang hanya bisa diikuti oleh siswa MTs dan MA ini, para siswa diminta membuat robot mobil yang memiliki fungsi tertentu dalam bidang penyelamatan.
Baca juga: Robot Kolaboratif Mulai Mengincar Pabrik Otomotif di Indonesia

Para siswa peserta Kompetisi Robotik Madrasah (Foto: Bambang/Gizmologi)

Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, dalam sambutannya saat membuka acara ini mengatakan  pendidikan madrasah harus mampu menjawab tantangan revolusi industri generasi ke-4 (4.0) yang berciri khas artificial intelligence.

“Madrasah tidak hanya memiliki tanggungjawab dalam hal pendidikan agama dan moral, tetapi juga teknologi. Sekolah berciri khas Islam ini harus merespon perkembangan zaman dengan cara yang kongkrit, di antaranya berkiprah dalam hal robotik yang berbasis artificial intelligent atau kecerdasan buatan,” kata Kamaruddin Amin.

Ia menambahkan, Kementerian Agama memiliki visi yang sangat kuat tentang pengembangan ilmu robotik ini. Karena di zaman sekarang, semua sendi kehidupan tak bisa dilepaskan lagi dengan kecerdasan buatan, seperti masuk tol, bandara, mal, bank, dan di mana saja.

Saat ini bidang robotik menjadi salah satu prioritas Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KKSK) Kementerian Agama yang diterapkan di madrasah-madrasah di Indonesia.

Digelarnya lomba robotik ini juga sebagai upaya agar siswa madrasah bisa mengaktualisasikan diri megembangkan ilmunya untuk semakin berkreasi.  Robotik juga dipercaya bisa merangsang kreatifitas dan memecahkan masalah-masalah dengan solusi berbasis komputer.