Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

ZTE Tawarkan Teknologi Pre 5G ke Operator Seluler di Indonesia

Walaupun layanan 4G LTE masih belum selesai diimplementasikan operator di Indonesia, sejumlah vendor sudah mulai ancang-ancang memperkenalkan teknologi lanjutannya. Salah satunya adalah raksasa telekomunikasi asal China ZTE, yang memperkenalkan teknologi Pre 5G Massive MIMO (multiple-input and multiple-output). Ini adalah sebuah teknologi yang dapat menjembatani jaringan 4G saat ini untuk di-upgrade ke jaringan 5G.

Pengenalan Pre 5G Massive MIMO tersebut merupakan bagian dari rangkaian ZTE Leading 5G Innovations Tour 2017 ke beberapa negara seperti Malaysia, Australia, and Japan. Tujuannya untuk memperkenalkan rangkaian teknologi telekomunikasi terbaru di bidang 5G, TDD & FDD Massive MIMO, Network 2020, dan Big Video. Di Jakarta pekan ini dapat disaksikan produk telekomunikasi ZTE yang terbaru yang sebelumnya digelar pada event Mobile World Congress 2017 lalu di Barcelona.

“Kami berharap operator seluler di Indonesia dapat memakai teknologi baru yang kami tawarkan,” ujar Francis Zhu, Director Strategic Marketing ZTE. Menurutnya, saat ini teknologi Pre 5G telah dikenal secara luas dan telah digunakan oleh banyak operator telekomunikasi di dunia.

Related Posts
1 daripada 8

Ia menjelaskan pada tahun 2016, ZTE telah bekerja sama dengan China Mobile dalam menggunakan pre-commercially Pre 5G Massive MIMO pada 90% provinsi di Cina. Sedangkan di bulan September 2016, Pre 5G Massive MIMO telah dioperasikan secara komersial oleh operator telekomunikasi Jepang SoftbankIni sekaligus menjadi implementasi Massive MIMO system pertama di dunia yang dijalankan secara komersial.

“Solusi Pre 5G memang didesain untuk dapat ditingkatkan (di-upgrade) dengan mudah ke 5G di masa depan. Teknologi pre 5G ZTE telah diimplementasikan di lebih dari 40 jaringan di 30 negara yang ada di seluruh dunia,” kata Francis.

Selain teknologi Pre5G Massive MIMO, ZTE juga memamerkan solusi  IoT baru yang berdasarkan Narrowband-IoT (NB-IoT), serta mendemonstrasikan Smart Parking, Metering, Lighting dan  Water Pollution Control. ZTE mengklaim telah menjadi pelopor inovasi di bidang network virtualization dan teknologi cloud network architecture yang membantu para opertor dalam meningkatkan infrastruktur jaringan mereka, fungsi dan operasi dari jaringan operator.

This post is also available in: enEnglish (English)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: