Lenovo memperluas kolaborasinya dengan DreamWorks Animation melalui penyediaan infrastruktur komputasi untuk mendukung proses produksi film animasi, termasuk Forgotten Island. Kolaborasi ini mencakup kebutuhan dari sisi workstation untuk artist dan technical director hingga infrastruktur komputasi berperforma tinggi di data center.
Dalam kerja sama tersebut, Lenovo menjadi salah satu penyedia solusi komputasi, workstation, dan teknologi bagi DreamWorks Animation. Portofolio yang digunakan mencakup workstation profesional, High Performance Computing (HPC), server, infrastruktur data center, liquid cooling, hingga layanan enterprise.
Kebutuhan tersebut berkaitan dengan semakin kompleksnya produksi animasi modern. Proses seperti 3D modeling, simulasi, pengolahan aset digital, hingga rendering membutuhkan kapasitas komputasi besar dan biasanya melibatkan proses iterasi berulang. Karena itu, performa infrastruktur menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi seberapa cepat tim produksi melakukan pengujian dan penyempurnaan visual.
Baca Juga: Lenovo Googlebook 15 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 2.8K dan Gemini
Workstation hingga HPC untuk Pipeline Animasi

Pada sisi workstation, DreamWorks Animation memanfaatkan Lenovo ThinkStation dan ThinkPad P Series untuk kebutuhan artist, technical director, serta profesional kreatif lainnya. Sementara itu, Lenovo ThinkSystem Server dan infrastruktur HPC digunakan untuk workload yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi, termasuk rendering dan berbagai proses dalam animation pipeline.
Lenovo juga menyediakan Neptune Liquid Cooling untuk infrastruktur data center. Menurut data yang disampaikan Lenovo, sistem pendinginan tersebut menghasilkan peningkatan performa hingga 20% dibandingkan server dengan pendinginan udara dalam lingkungan render farm DreamWorks Animation. Lenovo TruScale Infrastructure as a Service juga digunakan untuk menyesuaikan kapasitas komputasi berdasarkan kebutuhan produksi dengan tetap mempertahankan infrastruktur on-premises.
Dukungan tersebut dilengkapi Premier Support Plus yang menyediakan bantuan teknis dan troubleshooting 24/7. Dalam lingkungan produksi film yang bergantung pada banyak sistem komputasi, dukungan semacam ini ditujukan untuk mengurangi potensi downtime. Meski demikian, manfaat akhirnya tetap bergantung pada bagaimana infrastruktur tersebut diintegrasikan dengan workflow dan kebutuhan masing-masing proyek.
Komputasi Besar di Balik Produksi Animasi

Lenovo juga menyebut adanya peningkatan performa hingga 25% pada aplikasi animasi ketika menggunakan ThinkStation P620 dibandingkan workstation yang sebelumnya digunakan DreamWorks Animation. Menurut perusahaan, peningkatan tersebut membantu mempercepat loading dan membuat interaksi kerja artist menjadi lebih responsif.
Besarnya kebutuhan komputasi juga terlihat pada produksi The Wild Robot. Lenovo menyebut data center DreamWorks Animation mencapai utilisasi hingga 98% dan membutuhkan sekitar 300 juta compute hours selama proses produksinya. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai skala sumber daya komputasi yang dapat dibutuhkan sebuah film animasi modern.
Infrastruktur yang dibangun melalui kolaborasi ini juga disebut mendukung slate produksi DreamWorks Animation, termasuk Forgotten Island dan Shrek 5. Forgotten Island sendiri dijadwalkan tayang global mulai 25 September 2026 dan hadir di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2026. Film tersebut mengangkat dunia fantasi yang terinspirasi mitologi dan folklore Filipina, dengan kompleksitas visual yang menjadi bagian dari tantangan produksi animasi modern.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

