Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Menangkap Pesona Bali Melalui Samsung Galaxy A6

Selasa siang pada 8 Mei 2018 yang terik tak menyurutkan turis berdatangan ke kawasan Pura Ayun, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Tak terkecuali kami, awak media, yang ingin mencoba fitur kamera Samsung Galaxy A6, yang dibilang cocok mengakomodir kebutuhan eksistensi kids zaman now lewat foto keren.

Pura Ayun merupakan tempat bersembahyang roh leluhur sekaligus peninggalan kerajaan Mengwi. Cagar budaya ini mulai dibangun pada 1632, rampung pada 1634 dan masuk ke dalam situs bersejarah UNESCO pada 2012.

Mencapai area ini memakan waktu sekitar satu jam dari Uluwatu, tempat kami tinggal selama di Bali. Stok sinar yang “berlebihan” menjadi tantangan tersendiri bagi saya sebab dikhawatirkan hasil jepret antara terlalu cerah atau “backlight”.

Berikut beberapa tangkapan saya memakai Samsung Galaxy A6 di lokasi wisata pertama ini:

Air mancur yang sebenarnya cantik menjadi kurang jelas akibat cahaya yang super maksimal
Samsung Galaxy A6 seimbang menyerap komposisi cahaya karena posisi mengambil gambar saya yang tidak mengarah ke mentari

Usai 15 menit berada di kawasan ini, kami bergegas ke lokasi wisata ke-2, yakni Rumah Bali, yang terletak di desa Tajen, Malgunung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Dari Pura Ayun kami membutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju ke lokasi tersebut. Berhubung ada bagian jalan yang sedang diperbaiki, kami harus berjalan kaki dengan kontur naik-turun layaknya trekking dengan jarak sekira 300 meter.

Ada beberapa rumah tradisional yang mendahului Rumah Bali yang ditunjukkan oleh panitia acara dari Samsung sebagai tujuan motret berikutnya. Melihat deretan rumah ini mengingatkan saya ke desa halaman saya yang ada Karanganyar, Jawa Tengah, era 1980-1990an.

Ada sumur di luar rumah, tanah sebagai lantai dasarnya (bukan keramik) hingga “pagar alamiah” setinggi pinggang ukuran orang dewasa yang berasal dari tanaman liar.

Rumah Bali yang kami datangi ini sudah berumur 97 tahun. Ia dikelola secara swadaya oleh sebuah keluarga yang melestarikan warisan leluhur mereka. Rumah Bali ini terdiri dari dua rumah besar. Ada pula pura kecil hingga tempat “leluhur” disemayamkan di depan rumah beserta sesajennya.

Baca juga: Samsung Galaxy J7 Duo: Dibekali Dual Camera, Harga 3,6 Jutaan

Menurut saya, Samsung Galaxy A6 paling oke bekerja saat suasana sore seperti saat kami ada di Rumah Bali tersebut, sekitar jam 3an. Tanpa edit apa pun, beberapa obyek tertangkap mengesankan didukung oleh layar Full Display dan teknologi Super AMOLED pada layar yang bikin daya irit meski puluhan gambar saya jepret ketika itu.

Tampak di belakang ibu dan anak ini ada pembaringan tempat meletakkan nenek moyang mereka yang meninggal sebelum dikuburkan
Tampak depan rumah keluarga kompleks ini. Banyaknya kursi di teras menceritakan sifat luhur warga Bali yang senang berkumpul

 

Pura keluarga ini yang terlihat sederhana tetapi mempunyai lengkungan khas pura Hindu yang menarik

Waktu yang berarak menuju Maghrib membuat kami harus bergegas meninggalkan rumah vintage ini menuju ke lokasi terakhir, yakni pesisir Tabanan, apalagi kalau tidak untuk menangkap sunset, buruan wajib bagi siapa pun yang melancong ke Pulau Dewata.

Lagi-lagi, karena jalan yang diperbaiki, kami harus menyusuri sawah dan jalan pesawahan sebelum akhirnya tiba di lokasi terakhir.

Seperti ini nih Gizmo lovers Samsung Galaxy A6 mengabadikan momen sang surya tenggelam di antara langit kelabu menaungi pantai di Tabanan.

Saya melakukan zoom-in untuk memuaskan penasaran saya akan sunset di Tabanan ini.

Jujur saja bagian paling favorit saya justru foto-foto di bawah ini sebab ketika itu saya benar-benar kepo apa benar Samsung Galaxy A6 ini canggih untuk urusan low light. Jawabannya ada di foto-foto ini:

Samsung Galaxy A6 sanggup menangkap warna biru dan oranye yang pada faktanya di venue sudah sangat memudar
Biru yang mulai menua masih tertangkap maksimal padahal langit hampir gelap total. Pantulan gelap pada pohon kelapa dan sekitar malah membentuk siluet yang pas

Tak cuma mengetes untuk low light, saya membandingkan foto di kondisi low light dengan menggunakan flash atau pun yang tanpa flash. Begini perbandingannya:

Hasil Samsung Galaxy A6 saat malam hari tanpa flash
Dengan mengaktifkan fitur flash, gambar memang terlihat lebih “hidup”

Bisa dibilang bagian yang paling suka dari Samsung Galaxy A6 adalah bagian low light yang didukung memori gahar hingga 400 GB untuk penyimpanan eksternalnya.

Galaxy A6 yang saya pakai

Sekian pengalaman saya mencoba menguak sisi budaya dan sejarah Bali melalui peninggalannya yang masih dijaga nilainya oleh warga setempat. See ya in next adventure!

 

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More