Jakarta, Gizmologi – POCO Indonesia baru saja merilis duo smartphone kelas flagship lewat F8 Series, tersedia dalam opsi POCO F8 Pro dan F8 Ultra. Saat diluncurkan, disebutkan bila keduanya sudah termasuk semua varian terbaru F Series—mengisyaratkan bila POCO F8 standar alias versi reguler absen hadir. Dan setelah dikonfirmasi, ternyata memang benar adanya, atas dasar perubahan strategi.
Saat pertama kali debut global di Bali beberapa bulan lalu, POCO F8 Series hadir sebagai flagship premium, tidak lagi hadir sebagai “flagship killer”. Harga POCO F8 Ultra pun cukup mahal, mencapai lebih dari Rp11 juta. Meski memang, bila dibandingkan kompetitor yang bisa dibilang sepadan seperti iQOO 15, menawarkan kapasitas memori dua kali lebih lega. Sebuah nilai sangat positif ketika harga komponen memori sedang naik tajam.
Sementara itu, POCO F Series versi reguler terbilang selalu menarik perhatian pada setiap generasinya. Mulai dari POCO F6 yang sempat “ghoib” alias stok terbatas saat pertama kali diluncurkan, hingga POCO F7 yang selalu dibandingkan dengan kompetitor seperti realme karena harga yang lebih terjangkau. Lantas apa alasan utama POCO tidak merilis POCO F8 versi reguler?
Baca juga: Resmi di Indonesia, Harga POCO F8 Series Mulai Rp8,599 Juta
POCO: Fearless Tahun Ini Untuk Premium Market

Menanggapi pertanyaan terkait absennya varian reguler dari POCO F8, Novita Krisutami, PR Manager POCO Indonesia mengatakan bila tahun ini pihaknya lebih fokus untuk menyasar segmen premium, lewat kehadiran dua opsi yang baru saja dihadirkan secara resmi saat ini (4/2). “Tahun lalu ini jadi salah satu dobrakan buat kita, kita meluncurkan POCO F7 Series di bulan April, dan di situ kita pertama kalinya juga memperkenalkan POCO F7 Ultra.”
Novita menambahkan, kehadiran F7 Ultra tahun lalu sekaligus menjadi uji coba brand saat masuk ke segmen lebih premium. “Dan kita nggak pernah takut untuk bisa masuk ke market-market yang lebih luas lagi. Jadi memang untuk (semangat) fearless tahun ini, kita akan fokusin untuk ke premium market,” tambah Novita selepas acara peluncuran F8 Series.

Alasan lainnya, juga sebagai bentuk komitmen agar bisa memberikan “true flagship”, alias tidak lagi sekadar performanya saja atau aspek-aspek tertentu yang menyamai smartphone kelas atas. Lantas bagaimana POCO mengisi “kekosongan” pada segmen harga POCO F reguler? Tanpa menjawab secara spesifik, segmen tersebut akan diisi oleh seri lainnya yang sudah ada.
“Untuk teman-teman tentu nggak usah khawatir, karena kita akan masuk ke semua market yang ada. Kita masih punya F Series, X Series, M Series, C Series. Untuk setiap segmen, setiap kebutuhan, itu pasti ada handphone yang sesuai dengan kebutuhan kalian (konsumen),” tambah Novita.
Bakal Digantikan POCO X Series?

Berdasarkan pernyataan yang disebutkan di atas, besar kemungkinan kekosongan produk yang sebelumnya diisi oleh POCO F Series versi reguler, bakal digantikan dengan varian dari POCO X Series. Pasalnya, POCO X Series menjadi lini produk dengan segmen harga paling mendekati. Terutama POCO X Pro yang tergolong menarik di segmennya dengan chipset superior.
Tahun lalu, POCO menghadirkan seri POCO X7 Pro dengan harga Rp4,999 juta. Sementara untuk POCO F7 reguler, dijual Rp5,999 juta. Sehingga tidak menutup kemungkinan bila generasi POCO X Series berikutnya naik kelas, dengan kombinasi spesifikasi lebih baik, agar POCO bisa memberikan beragam opsi dalam segmen harga berbeda-beda.
POCO F8 Series sendiri dibanderol mulai Rp8 jutaan, sama-sama andalkan cip kelas flagship dari Qualcomm, dengan sejumlah keunggulan lainnya mulai dari layar HyperRGB yang dirancang spesial, hingga kualitas speaker serta audio yang sudah ditingkatkan oleh Bose—terutama pada POCO F8 Ultra, di mana sisi bodi belakangnya disematkan woofer khusus untuk efek bermain game maupun konsumsi media jauh lebih imersif tanpa aksesori tambahan seperti earphone.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



