Jakarta, Gizmologi – CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, menilai kecerdasan buatan (AI) akan menjadi bagian dari proses pengembangan game di perusahaannya, tetapi teknologi tersebut tidak seharusnya menggantikan pekerja kreatif. Menurutnya, AI justru lebih tepat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan kreator dalam menghasilkan game.
Pernyataan tersebut disampaikan Zelnick dalam investment call terbaru Take-Two. Ia mengatakan perusahaan memiliki sekitar 13.000 karyawan di seluruh dunia, dengan sebagian besar bekerja dalam bidang kreatif. Karena itu, pendekatan Take-Two terhadap AI disebut lebih berfokus pada bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan kreativitas dibandingkan menggantikan manusia.
Zelnick juga tidak melihat AI sebagai cara untuk memangkas biaya pengembangan secara signifikan. Sebaliknya, ia memperkirakan teknologi tersebut berpotensi meningkatkan kualitas game secara berarti. Pandangan ini sejalan dengan pernyataannya dalam investment call sebelumnya, ketika Zelnick menegaskan bahwa Take-Two tidak akan menjadikan AI sebagai alasan untuk mengurangi jumlah karyawan.
Baca Juga: Rockstar Siapkan “Extended Look” GTA VI, Tayang Perdana di Netflix 27 Agustus
AI Diposisikan sebagai Alat untuk Kreator

Menurut Zelnick, kreativitas menjadi salah satu fondasi utama Take-Two. Karena itu, penggunaan AI di perusahaan diarahkan untuk memperkuat kemampuan orang-orang yang sudah terlibat dalam proses kreatif. Pendekatan tersebut berbeda dari anggapan bahwa AI dapat mengambil alih sebagian besar pekerjaan manusia dalam pengembangan game.
Meski demikian, penerapan AI tetap berpotensi mengubah cara studio membuat game. Teknologi AI dapat digunakan untuk membantu berbagai pekerjaan dan meningkatkan efisiensi proses tertentu. Namun, Zelnick menilai peningkatan tersebut tidak otomatis berarti biaya produksi akan turun secara signifikan. Fokus utamanya justru berada pada potensi peningkatan kualitas hasil akhir.
GTA 6 Tetap Dijadwalkan November

Dalam kesempatan yang sama, Zelnick kembali memastikan bahwa Grand Theft Auto 6 belum mengalami penundaan. Game tersebut masih dijadwalkan meluncur untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S pada 19 November 2026.
Zelnick juga menyebut respons terhadap pre-order GTA 6 sejauh ini “unprecedented” dan mengklaim game tersebut berpotensi menjadi salah satu judul dengan permintaan terbesar yang pernah ada di industri. Take-Two bahkan memperkirakan GTA 6 akan berkontribusi besar terhadap kinerja finansial perusahaan pada tahun fiskal mendatang.
Meski optimisme tersebut cukup tinggi, pernyataan mengenai permintaan GTA 6 berasal dari pihak Take-Two sendiri. Demikian pula dengan dampak AI terhadap industri game yang masih berkembang. Pada akhirnya, seberapa besar AI akan mengubah pekerjaan kreator dan proses produksi baru akan terlihat ketika teknologi tersebut semakin banyak diterapkan dalam proyek game berskala besar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

