Agate, developer game asal Indonesia, dijadwalkan akan merilis Port of Jumanah pada 7 September 2026 bersama Red Dunes Games sebagai publisher.
Menariknya, game action adventure dengan elemen roguelite ini tidak hanya meluncur di PC lewat Steam dan Epic Game Store, tetapi juga untuk PlayStation 5 (PS5).
Kehadiran Port of Jumanah di platform konsol PS5 terbilang sangat menarik, karena tidak banyak game-game buatan studio asal Indonesia bisa tembus di konsol milik Sony tersebut.
Walau masih baru akan dirilis secara global empat hari mendatang, gamer yang penasaran dengan game besutan Agate International ini bisa mainkan versi demo di Steam.
Gameplay Port of Jumanah di PC hingga PS5

Dari sisi gameplay, Port of Jumanah adalah action 2.5D memadukan combat, elemen roguelite, dan eksplorasi bawah laut. Pemain akan mengendalikan Mansour, pemuda yang terseret ke dalam serangkaian peristiwa hingga harus menyelamatkan dunia.
Selain menyelam di laut, Mansour bisa merekrut karakter lain untuk bergabung dengan kru, menjelajahi lautan, menghadapi monster, dan meningkatkan perlengkapan.
Progression menjadi bagian penting di dalam game, di mana pemain bisa membuka upgrade kemampuan dan gear setiap kali menyelesaikan misi.
Adapun latar game, hingga desain lingkungan dan karakter di Port of Jumanah terinspirasi dari budaya Arab, sebagaimana dikutip dari situs resminya, Kamis (3/9/2026).
Tampil sebagai game lokal, pengembang juga sudah mendukung bahasa Indonesia, termasuk yang lainnya seperti Inggris, Arab, Jepang, Mandarin, dan Prancis.
Spesifikasi Port of Jumanah

Untuk versi PC, spesifikasi minimum yang tercantum adalah Intel Core i5-9400F, RAM 8GB, dan GPU GTX 1050 Ti 4GB atau Radeon RX 570 4GB. Ruang penyimpanan yang dibutuhkan sekitar 8GB.
Port of Jumanah dijadwalkan rilis 7 September 2026 di PS5, Steam, dan Epic Games Store. Harga belum diumumkan, tapi game ini sudah bisa ditambahkan ke wishlist di Steam dan Epic Games Store.
Agate Academy Dukung Pelaksanaan Global Game Jam 2025

Di sisi lain, Agate lewat Agate Academy, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem game nasional dengan mendukung pelaksanaan Global Game Jam (GGJ) 2025. Acara ini akan digelar serentak di 12 kota di Indonesia, termasuk Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. GGJ 2025 akan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Januari 2025, dengan pendaftaran peserta yang dibuka hingga 23 Januari 2025.
Sebagai salah satu acara pengembangan game berskala internasional, GGJ menjadi ajang bagi para pengembang game untuk berkolaborasi dan menciptakan game dalam waktu 48 jam. Hingga saat ini, GGJ telah melibatkan lebih dari 439.000 peserta dari 132 negara dan menghasilkan lebih dari 89.000 game. Dengan dukungan dari Agate Academy, GGJ diharapkan dapat menjadi ruang bagi talenta lokal untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi di tingkat global.
Kolaborasi yang dilakukan Agate Academy dalam acara ini juga melibatkan berbagai komunitas dan asosiasi, seperti Asosiasi Game Indonesia (AGI) serta komunitas lokal di setiap kota penyelenggara. Hal ini tidak hanya memperkuat ekosistem pengembangan game nasional tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas komunitas yang lebih luas.
Meningkatkan Ekosistem Game Nasional

Salah satu fokus utama Agate Academy adalah pengembangan talenta pengembang game di Indonesia. Sejak didirikan pada 2019, Agate Academy telah melatih lebih dari 7.500 peserta melalui berbagai program unggulan, seperti Agate Game Course dan Agate Game Course for Teachers. Dengan jaringan yang mencakup lebih dari 345 sekolah dan universitas serta 20 mentor berpengalaman, Agate Academy terus berupaya mempercepat pertumbuhan ekosistem game di Indonesia.
Dukungan Agate Academy dalam GGJ 2025 tidak hanya terbatas pada penyediaan tempat atau fasilitas, tetapi juga pada penyelenggaraan sesi mentoring dan pelatihan selama acara berlangsung. Peserta dari berbagai latar belakang, baik pemula, pelajar, hingga profesional, diundang untuk bergabung dan berkolaborasi dalam menciptakan game inovatif.
Menurut CEO Agate Academy, Restya Winda Astari, GGJ 2025 merupakan peluang besar bagi pengembang game lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka. “Melalui acara ini, kami berharap dapat menciptakan ruang inspiratif bagi para talenta lokal untuk belajar, berinovasi, dan memperluas jaringan mereka,” ungkapnya. Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, Agate Academy berharap acara ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi industri game nasional.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

