Jakarta, Gizmologi – Harga saham Pearl Abyss, develpoer sekaligus publisher Crimson Desert, anjlok tajam hingga 29,88% menyusul rilis ulasan awal permainan tersebut pada pertengahan Maret 2026. Penurunan drastis ini secara efektif menghapus sekitar $13 dari nilai setiap lembarnya, membuat harga saham perusahaan asal Korea Selatan tersebut merosot ke kisaran $30 atau sekitar 46.000 won per lembar di bursa pertukaran. Reaksi pasar yang sangat negatif ini terjadi sesaat setelah skor ulasan agregat untuk game open-world action adventure yang sangat dinantikan ini dipublikasikan secara daring.
Anjloknya valuasi perusahaan ini secara langsung berkaitan dengan perolehan skor Metacritic Crimson Desert yang tertahan di angka 78, berdasarkan 85 ulasan kritikus saat peluncurannya. Meskipun angka tersebut sama sekali bukan skor yang buruk untuk sebuah properti intelektual (IP) baru, ekspektasi pasar nyatanya menuntut jauh lebih tinggi dari realitas yang ada. Para analis industri dan investor awalnya memproyeksikan game dari Pearl Abyss ini setidaknya mampu menembus skor di kisaran menengah hingga tinggi 80-an untuk membenarkan tingginya antisipasi global.
Kritik yang beredar di berbagai media menyebutkan bahwa permainan ini memiliki desain dunia terbuka yang luar biasa dan sangat menarik untuk dieksplorasi, namun sayangnya dibebani oleh alur cerita yang hambar, kontrol yang canggung, serta mekanik game yang terlalu padat.
Dikutip dari IGN, Dr. Serkan Toto selaku CEO dari firma konsultasi industri game Jepang, Kantan Games, memberikan pernyataan yang menohok terkait insiden ini. Melalui unggahannya di media sosial, ia sekadar menyatakan, “Apparently not good enough for investors,” yang secara gamblang merangkum betapa tingginya standar kesuksesan di mata para penanam modal.
Kekecewaan kolektif dari para investor ini menjadi lebih masuk akal jika kita melihat skala investasi waktu dan modal yang telah dikucurkan oleh Pearl Abyss selama masa produksinya. Laporan dari Seoul Economic Daily membeberkan bahwa pihak pengembang telah menghabiskan waktu tujuh tahun penuh untuk memoles Crimson Desert dengan total biaya pengembangan yang menembus angka fantastis sebesar 200 miliar won.
Baca juga: Death Stranding 2: On the Beach Resmi Rilis di PC, Bawa Fitur Visual Lebih Fleksibel
Pearl Abyss Tetap Optimis di Ekosistem PC dan Prospek Penjualan

Meskipun bursa saham merespons peluncuran ini dengan kepanikan dan pesimisme, realitas di lapangan menunjukkan antusiasme komersial yang sangat berbeda dari para pemaian, khususnya di ekosistem PC. Sesaat sebelum waktu peluncurannya tiba, Crimson Desert terbukti sukses memuncaki tangga penjualan Steam dan berhasil mengamankan lebih dari 3 juta wishlist gamer di seluruh dunia. Pencapaian pra-rilis ini membuktikan bahwa minat konsumen terhadap pengalaman epik di benua fiksi Pywel masih sangat masif, terlepas dari keraguan para kritikus dan sentimen negatif investor.
Data estimasi komersial menjelang hari perilisan semakin memperkuat potensi pendapatan yang dimiliki oleh terbaru dari Pearl Abyss ini. Menurut kalkulasi perhitungan dari firma Alinea Analytics, jumlah penjualan pra-peluncuran Crimson Desert di platform milik Valve tersebut hampir menyentuh angka 400.000 kopi pada awal pekan perilisannya. Secara perhitungan finansial kasar, angka pra-pemesanan yang luar biasa tersebut sukses merepresentasikan pendapatan kotor yang melampaui $20 juta sebelum gimnya benar-benar bisa dimainkan.
Melihat rekam jejak performa komersial awal yang sangat menjanjikan di Steam ini, banyak analis industri yang memilih untuk tetap bersikap optimis dengan prospek penjualan jangka panjangnya bagi Pearl Abyss. Rhys Elliott, selaku kepala analisis pasar di Alinea Analytics, sebelumnya telah memprediksi dengan yakin bahwa game ini berada di jalur yang sangat tepat untuk mendominasi peluncuran di PC.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



