Jakarta, Gizmologi – Death Stranding 2: On the Beach akhirnya resmi meluncur di PC lewat Steam dan Epic Games Store. Versi ini hadir sebagai hasil kolaborasi antara Kojima Productions dan Nixxes Software, studio yang belakangan dikenal cukup konsisten mengerjakan port PC dengan kualitas teknis solid.
Sebagai sekuel standalone, Death Stranding 2 masih mengikuti perjalanan Sam dalam misi menghubungkan kembali dunia, kali ini dengan latar Australia. Narasi tetap jadi tulang punggung utama, tapi pendekatan gameplay tampaknya dibuat lebih variatif dengan tambahan alat, kendaraan, dan opsi combat yang lebih luas.
Di sisi lain, rilis PC ini jelas bukan sekadar port biasa. Ada sejumlah fitur eksklusif yang menargetkan pengguna hardware high-end, meski tetap mencoba menjaga pengalaman inti agar bisa diakses lebih luas.
Baca Juga: Sony Dikabarkan Kurangi Port Game Single-Player ke PC
Death Stranding 2 hadirkan Mode Baru dan Konten Tambahan

Dari sisi gameplay Death Stranding 2, mode baru bernama “To the Wilder” jadi salah satu highlight. Mode ini dirancang sebagai tantangan ekstrem, dengan kondisi lingkungan yang lebih brutal dan musuh yang lebih agresif. Tidak ada jalan kembali setelah memilih mode ini, yang artinya pemain harus benar-benar siap secara strategi dan resource.
Selain itu, ada tambahan konten seperti VR training “Trapped in a Strange Realm” yang memungkinkan pemain mengulang pertarungan penting. Beberapa elemen kosmetik seperti bandana baru dan fitur tambahan di Photo Mode juga ikut melengkapi pengalaman. Menariknya, interaksi sosial khas seri ini lewat Social Strand System tetap dipertahankan, memperkuat aspek kolaboratif antar pemain.
Fitur PC Lebih Bebas, Tapi Tetap Butuh Hardware

Versi PC membawa dukungan teknologi seperti DLSS, FSR, dan XeSS, lengkap dengan opsi frame generation dan framerate tanpa batas. Dukungan ultrawide hingga rasio 32:9 juga jadi nilai tambah, terutama buat pengguna setup monitor modern.
Namun, fitur seperti ray tracing untuk refleksi dan ambient occlusion jelas ditujukan untuk GPU kelas atas. Efek visualnya memang meningkatkan realisme, terutama pada pencahayaan dan bayangan, tapi tidak menjadi kebutuhan wajib untuk menikmati game ini. Dengan kata lain, pengalaman standar tetap bisa dinikmati tanpa harus memaksakan setting tertinggi.
Terakhir, integrasi akun PlayStation di PC juga jadi tambahan menarik, meski tidak esensial. Fitur seperti Trophy dan kosmetik eksklusif bisa jadi bonus, tapi tidak mengubah gameplay secara signifikan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



