The Blood of Dawnwalker mencatat awal yang cukup kuat sejak dirilis pada 3 September 2026. Game RPG dark fantasy garapan Rebel Wolves tersebut telah terjual lebih dari 1 juta kopi di seluruh dunia hanya dua hari setelah peluncurannya untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X/S. Pencapaian ini menjadikannya salah satu debut IP baru yang cukup mencolok dalam waktu kurang dari 48 jam.
Rebel Wolves mengumumkan pencapaian tersebut melalui media sosial, tetapi belum memberikan rincian penjualan berdasarkan platform. Dengan waktu pencapaian yang sangat singkat, sebagian besar angka tersebut kemungkinan didorong oleh momentum pada hari pertama peluncuran. Meski demikian, mampu menembus satu juta kopi dalam waktu kurang dari dua hari tetap menjadi hasil yang cukup signifikan, terutama bagi game dari studio yang baru pertama kali merilis produknya.
The Blood of Dawnwalker merupakan RPG open-world berlatar Eropa abad ke-14 yang dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Pemain berperan sebagai Coen, karakter yang dapat menjadi manusia pada siang hari dan vampir pada malam hari. Ceritanya berpusat pada upaya menyelamatkan keluarga Coen dengan batas waktu 30 hari dalam permainan, sehingga keputusan pemain menjadi bagian penting dari pengalaman.
Baca Juga: RE Engine dalam Onimusha: Way of the Sword Hadirkan Pengalaman Gaming yang Lebih Nyata!
Debut Perdana Rebel Wolves

Pencapaian tersebut juga menarik karena The Blood of Dawnwalker merupakan game perdana Rebel Wolves. Studio yang didirikan pada 2022 ini dipimpin Konrad Tomaszkiewicz, yang sebelumnya dikenal sebagai sutradara The Witcher 3. Pengalaman tim tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat game ini mendapat perhatian bahkan sebelum dirilis.
Namun, kesuksesan penjualan tidak berarti game tersebut hadir tanpa masalah. Sejumlah perangkat gaming portabel berbasis Windows maupun Steam Deck dilaporkan membutuhkan kompromi performa agar game tetap dapat dimainkan dengan nyaman. Ini menjadi catatan tersendiri untuk game open-world yang menggunakan Unreal Engine 5 dan memiliki kebutuhan grafis cukup tinggi.
Masih Ada Pekerjaan Setelah Peluncuran
Masalah lain muncul dari sisi modifikasi. Salah satu mod paling populer di Nexus Mods dilaporkan berbenturan dengan mekanisme survival utama dalam game. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian pemain sudah mulai bereksperimen dengan sistem permainan, meski kompatibilitas mod tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Terlepas dari beberapa catatan tersebut, angka penjualan awal menunjukkan bahwa Rebel Wolves berhasil mendapatkan perhatian pasar melalui IP barunya. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum setelah periode peluncuran berakhir. Jika studio mampu memperbaiki masalah performa dan menjaga komunitas tetap aktif, satu juta kopi tersebut bisa menjadi fondasi penting bagi masa depan The Blood of Dawnwalker dan Rebel Wolves.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

