Semua akan AI pada waktunya. Kami makin yakin akan hal ini. Berbagai sektor industri maupun masyarakat mengadopsi kecerdasan buatan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, terlebih bagi perusahaan teknologi. Salah satu yang baru saja lahir adalah Samsung Gauss yang diperkenalkan di ajang Samsung AI Forum di kampus Samsung R&D di Seoul, Korea.
Menurut Samsung, Kemajuan pesat teknologi AI generatif merupakan perubahan paradigma yang diharapkan dapat mengubah kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Bagi raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut, tentu bukan baru sekarang saja mengembangkan artificial intelligence.
Sejak bertahun-tahun sebelumnya, mereka mengadopsi AI pada berbagai produknya, seperti pada fitur kamera, performa, dan sebagainya. Namun, baru sekarang mereka secara khusus mengembangkan teknologi ini secara lebih khusus dengan merilis Samsung Gauss sebagai model AI generatif.
Kye Hyun Kyung, President and CEO of Samsung Electronics Device Solutions (DS) Division, mengatakan dalam sambutannya bahwa sorotan baru-baru ini bergeser ke arah teknologi AI Generatif, karena teknologi ini memberikan kita potensi untuk membuka solusi baru dan mengatasi tantangan yang telah lama ada.
“Namun, kebutuhan akan penelitian mendalam mengenai keamanan, tingkat kepercayaan, dan keberlanjutan AI juga semakin meningkat di saat yang bersamaan,” ujarnya.
Tiga Model AI Generatif Samsung Gauss

Secara singkat, Samsung Gauss adalah sebuah model kecerdasan buatan (AI) generatif yang dirancang untuk meningkatkan aplikasi AI pada perangkat. Samsung Gauss adalah model AI generatif yang dapat menghasilkan teks, kode, dan gambar berdasarkan data yang diberikan. Model AI ini terdiri dari tiga alat, yaitu Gauss Language, Gauss Code, dan Gauss Image.
Nama Samsung Gauss diambil dari matematikawan Carl Friedrich Gauss, yang teorinya yaitu distribusi normal dianggap sebagai tulang punggung AI dan pembelajaran mesin. Lebih jauh lagi, nama tersebut mencerminkan visi utama Samsung untuk model-modelnya, yaitu memanfaatkan semua fenomena dan pengetahuan di dunia untuk memanfaatkan kekuatan AI guna meningkatkan kehidupan konsumen di mana pun.
Pertama, Gauss Language adalah model AI generatif yang memahami bahasa manusia dan bisa menghasilkan jawaban. Menurut Samsung, model AI ini bisa meningkatkan produktivitas karena bisa membantu aneka tugas seperti membuat e-mail, mengedit dan meringkas dokumen, menerjemahkan bahasa, atau menulis.
Samsung berencana untuk menggabungkan model AI bahasa ini ke dalam perangkatnya seperti ponsel, laptop, dan tablet untuk membuat perangkat cerdas Samsung menjadi lebih pintar.
Kedua, Samsung Gauss Code adalah model AI generatif yang berfokus pada kode pengembangan. Ide di balik model AI ini adalah Gauss Code bisa membantu pengembang menulis kode dengan cepat. Samsung mengatakan model AI untuk kode ini akan mendukung “deskripsi kode dan pembuatan kasus uji melalui antarmuka interaktif. Model AI ini bekerja dengan asisten kode bernama code.i, yang merupakan bagian dari Samsung Gauss Code.
Ketiga, Gauss Image adalah model AI generatif yang berfungsi sebagai fitur pembuatan dan pengeditan gambar. Misalnya, model AI ini bisa digunakan untuk mengubah gambar beresolusi rendah menjadi gambar beresolusi tinggi yang menakjubkan12. Model AI ini juga bisa digunakan untuk mengubah gaya gambar, menambahkan atau menghapus objek, atau membuat gambar baru dari awal2.
Kelebihan Samsung Gauss

Samsung Gauss dapat berjalan di perangkat, artinya tidak memerlukan koneksi internet atau server untuk menghasilkan teks, kode, atau gambar. Hal ini membuatnya lebih cepat, hemat daya, dan aman. Gauss dapat beradaptasi dengan preferensi dan kebutuhan pengguna, karena model AI ini terus belajar dari data dan umpan balik yang diberikan. Hal ini membuatnya secara teori, bisa lebih personal, relevan, dan akurat.
Teknologi ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan mengubah cara berinteraksi dengan perangkat cerdas. Misalnya, pengguna bisa berbicara dengan perangkat menggunakan Gauss Language, membuat aplikasi dengan bantuan Gauss Code, atau mengedit foto dengan mudah menggunakan Gauss Image.
Namun, Samsung Gauss saat ini masih digunakan secara internal oleh staf internal saja. Kabar baiknya, teknologi AI generatif ini akan tersedia untuk pengguna umum “dalam waktu dekat”. Samsung berambisi untuk merilis Galaxy S24 yang berbasis pada model AI generatif ini pada tahun 2024, menurut laporan media2.
Selain itu, Samsung juga telah membentuk AI Red Team yang memantau masalah keamanan dan privasi dari pengumpulan data hingga pengembangan AI, untuk memastikan keselamatan penggunaan AI berdasarkan prinsip-prinsip etika AI.
Baca juga: Samsung Galaxy S24 Series Akan Jadi Smartphone Paling Pintar dengan Seabrek Teknologi AI
Perbedaan Gauss dengan ChatGPT, BingChat dan AI Generatif Lainnya

Samsung Gauss, ChatGPT, BingChat, dan AI generatif lainnya adalah model-model kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan teks, kode, atau gambar berdasarkan data yang diberikan. Namun, ada beberapa perbedaan antara model-model ini, antara lain:
- Model AI generatif Samsung ini dapat berjalan di perangkat, artinya tidak memerlukan koneksi internet atau server untuk menghasilkan teks, kode, atau gambar. Hal ini membuat Gauss lebih cepat, hemat daya, dan aman. Model AI lainnya mungkin memerlukan koneksi internet atau server untuk beroperasi.
- Model AI generatif besutan Samsung ini terdiri dari tiga alat, yaitu Language, Code, dan Image, yang masing-masing memiliki fungsi dan fitur spesifik. Model AI lainnya biasanya hanya fokus pada satu aspek, seperti teks atau gambar saja.
- Gauss adalah model AI generatif yang beradaptasi dengan preferensi dan kebutuhan pengguna, karena model AI ini terus belajar dari data dan umpan balik yang diberikan. Model AI lainnya mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan pengguna.
- Gauss adalah model AI generatif yang dikembangkan oleh unit penelitian Samsung, yaitu Samsung Research, yang memiliki reputasi dan pengalaman yang baik di bidang penelitian AI.
Peluang dan Tantangan Samsung Gauss
Samsung Gauss adalah model AI generatif yang menjanjikan dan inovatif, yang menunjukkan komitmen Samsung untuk terus berkontribusi dan berkolaborasi dengan industri dan akademisi di bidang penelitian AI. Gauss siap menjadi pesaing ChatGPT dan model AI generatif lainnya, serta membuka peluang baru bagi pengguna untuk menikmati manfaat AI di kehidupan sehari-hari.
Gauss memiliki prospek yang cerah ke depannya, karena model AI ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan mengubah cara berinteraksi dengan perangkat cerdas. Misalnya, pengguna bisa berbicara dengan perangkat menggunakan Samsung Gauss Language, membuat aplikasi dengan bantuan Samsung Gauss Code, atau mengedit foto dengan mudah menggunakan Samsung Gauss Image.
Namun, Samsung Gauss juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:
Pertama, Gauss harus bersaing dengan model AI generatif lainnya yang sudah ada di pasar, seperti ChatGPT, Bard, dan lainnya. Model AI generatif ini mungkin memiliki keunggulan atau fitur tertentu yang tidak dimiliki oleh Samsung Gauss, atau lebih populer atau terpercaya di kalangan pengguna.
Kedua, Gauss harus memastikan keamanan dan privasi data pengguna, karena model AI generatif ini menggunakan data sebagai bahan bakar untuk menghasilkan teks, kode, atau gambar. Samsung harus mencegah terjadinya kebocoran, penyalahgunaan, atau manipulasi data yang dapat merugikan pengguna atau melanggar prinsip-prinsip etika AI.
Ketiga, Gauss harus terus meningkatkan kualitas dan akurasi hasil generasi, karena model AI generatif ini mungkin membuat kesalahan, bias, atau konten yang tidak diinginkan. Samsung harus memperbaiki bug, menambahkan fitur, atau melakukan pembaruan yang dapat memperbaiki kinerja dan keandalan model AI generatif ini.
Temukan konten gadget dan teknologi terbaru dari Gizmologi di Google News, Instagram, YouTube, TikTok, dan WhatsApp.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




