Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Alasan POCOPHONE Dibuat Sebagai Sub-merek Smartphone dari Xiaomi

Balenggang pata pata
Ngana pegoyang pica pica
Ngana pebody poco poco

Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar nama Pocophone? Sebagian besar dari yang kami perhatikan di linimasa, langsung mengarah ke tarian khas Manado yang lagunya dipopulerkan Yopie Latul pada 2000-an ini dengan penggalan lirik di atas. Kata Poco memang terasa familiar. Sehingga ketika Xiaomi mengumumkan sub-brand Pocophone, ingatnya tetap ke lagu dan tarian tersebut.

Alvin Tse, Head of Poco Global, mengatakan Pocophone diperkenalkan di pasar Indonesia dengan misi untuk menawarkan performa yang dibutuhkan oleh pengguna. Diciptakan oleh tim berpengalaman dalam Xiaomi, Pocophone berupaya untuk meredefinisi pengalaman penggunaan smartphone.

Alvin  mengungkapkan filosofi Poco yang memiliki arti kecil, di mana mereka percaya bahwa mimpi besar dapat terwujud mulai dari hal-hal yang kecil. “Sebagai bagian ‘kecil’ dari Xiaomi, POCO memiliki kebebasan untuk memulai dari nol, memusatkan perhatian pada pilihan produk dan teknologi yang penting. Untuk produk pertama, kami kembali ke dasar dan fokus sepenuhnya pada kecepatan. Bukan hanya kecepatan kinerja puncak, tetapi secara aktual, kecepatan sesungguhnya,” ujar Alvin saat jumpa pers di Jakarta (27/8/2018).

Misi sub-brand Xiaomi tersebut dikemas dalam smartphone pertamanya POCOPHONE F1, yang menawarkan performa setara smartphone flagship, namun dengan harga terjangkau. Kami lebih suka menyebut Pocophone ini sebagai smartphone flagship generik, meminjam istilah di dunia farmasi, untuk membedakan dengan smartphone flagship “paten” yang populer seperti iPhone X, Samsung Galaxy S9, Samsung Galaxy Note9, Huawei P20 Pro, hingga OPPO Find X.
Baca juga: Xiaomi Bidik Dana Segar Rp85,4 T dalam IPO di Bursa Hong Kong

Mengapa Xiaomi sampai membuat Sub-brand baru Pocophone?

Tim inti Pocophone Global

Menurut Alvin, POCO F1 memiliki posisi yang berbeda dari perangkat Mi dari Xiaomi. Jika seri Mi merupakan smartphone flagship (unggulan) di semua lini yang menetapkan standar industri, POCO lebih membidik untuk menyempurnakan satu aspek yang benar-benar penting, memberikan user experience yang membuat penggemar teknologi bersemangat, sambil mempertahankan proposisi uang yang ekstrim.

Ia memahami elemen inti dari pengalaman smartphone yang handal dan berfokus untuk menyediakan hal itu saja. “Menurut kami, inilah yang diinginkan pengguna, daripada fitur berlimpah yang tidak penting dan malah menambah biaya. Jadi POCO memberikan pengalaman yang cepat, cepat, dan andal dengan harga yang sangat terjangkau. Perangkat kami menawarkan kinerja terbaik tanpa embel-embel,” ujar Alvin.

Related Posts
1 daripada 333

Secara singkat, Alvin mengatakan fokus Pocophone adalah back to basic, memberikan ponsel yang kembali ke dasar. Pocophone hanya fokus pada fitur yang esensial saja seperti performa, daya tahan baterai, dan durabilitas. Dan dalam kasus POCO F1, ini semua tentang kecepatan yang mereka sebut sebagai “master of speed”.

“Pada saat yang sama, kami sepenuhnya terbuka untuk menjadi bagian dari Xiaomi. Kamu bahkan dapat melihat di perangkat ini, POCO oleh Xiaomi. Yang berarti bahwa kami berbagi rantai pasokan dan infrastruktur layanan dengan Xiaomi, di mana kami tetap mengawasi penjualan, pemasaran, dan pengembangan produk,” jelas pria yang sebelum didapuk menjadi Head of Poco Global, pernah menjabat sebagai Head of Sales & Technology di Xiaomi serta angel investor di sejumlah startup.

Di blog Xiaomi, diungkapkan juga bahwa Pocophone ini berbeda dengan sub-brand dari produsen smartphone lainnya. Jika beberapa sub-merek dari vendor ponsel cerdas lainnya, ada produk yang sedikit di-tweak dengan diberi perubahan nama dan muncul di daftar induk maupun sub-merek. Dengan Pocophone F1, ponsel ini benar-benar berbeda dan tidak tersedia di jajaran Xiaomi.

“Tetapi kami mendapatkan sumber daya dan dukungan dari Xiaomi. Kami berbagi rantai pasokan dan infrastruktur layanan yang meliputi logistik, purna jual, dukungan pelanggan, dan pengujian kualitas,” tambah Alvin.

Pocophone F1 Hadir di Indonesia

Produk pertamanya adalah Pocophone F1 yang menurut Poco, seperti mimpi menjadi kenyataan bagi power users. Karena mereka dapat menikmati game pada frekuensi gambar tinggi dan menggunakan aplikasi secara intensif tanpa khawatir akan perlambatan akibat terlalu panas.

Pocophone F1 mengandalkan chipset flagship yaitu Qualcomm Snapdragon 845, sistem pendingin terkemuka LiquidCool Technology, 6GB RAM dan memori internal 128GB serta baterai 4000mAh yang tahan lama.

Perangkat baru yang tangguh ini akan tersedia dengan harga sangat menarik. POCOPHONE F1 akan tersedia di Indonesia dengan harga mulai dari Rp4,499,000 untuk kapasitas 6GB + 64GB, kemudian Rp4.999.000 untuk pilihan kapasitas 6GB + 128 GB. Pilihan menarik lainnya adalah versi Armoured Edition dengan kapasitas 6GB + 128 GB dibanderol dengan harga RP5.199.000.

Bagi gizmolovers yang berminat, ponsel ini akan tersedia mulai 30 Agustus 2018 jam 11.00 wib di Mi.com, Lazada.co.id dan seluruh Authorized Mi Store. Pengguna juga dapat melakukan registrasi terlebih dahulu di Mi.com dan lazada.co.id pada tanggal 27 agustus 2018.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More