Dengan semakin banyaknya artis internasional yang menggelar konser musik, membuat para penggemar harus selalu siap sedia untuk ticket war, masuk ke medan peperangan perebutan tiket secara daring. Apakah kamu salah satunya?
Entah karena ueforia setelah melewati pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2019, belakangan ini banyak konser-konser dari artis besar seperti musisi, band, group, maupun penyanyi yang tiketnya terjual sangat cepat. Sebut saja penjualan tiket hari pertama konser girl group asal Korea Selatan, Blackpink, pada 11 November 2022 lalu di Tiket.com langsung sold out alias ludes tidak kurang dari 15 menit, padahal konsernya sendiri digelar 11 Maret 2023.
Tentu saja kejadian itu mengejutkan, mengingat Gelora Bung Karno yang menjadi venue konser tersebut mampu menampung 77 ribu penonton. Adapun kabar ludesnya tiket konser Blackpink di hari pertama dikonfirmasi oleh akun Twitter fandom girl group tersebut.
Yang membuat sedikit mengenyitkan dahi, harga tiket konser Blackpink terbilang mahal. Untuk harga tiket termurah yakni Cat 4 dibanderol Rp1.350.000 dan yang termahal, yakni VIP Rp3.800.000.
Baca juga: Tren Tiket War Demi Bisa Nonton Konser Kpop di Indonesia
Saya pikir fenomena ini hanya terjadi di genre Kpop saja yang memang saat ini sedang booming, ternyata untuk konser band indie rock seperti Artic Monkeys juga memiliki fenomena yang sama persis ketika presale tiketnya digelar pada 12 Desember 2022. Tidak butuh waktu lebih dari 5 menit, saya kalah dalam ticket war presale tersebut.
Jengkel? Tentu saja, apalagi konser band tersebut baru akan digelar 16 Maret 2023. Saya sendiri sempat ngedumel dalam hati. “Apa iya Artic Monkeys punya penggemar sefananik Blackpink?”
Saya memang tidak tahu secara detail berapa tiket presale konser musik Artic Monkeys yang digelar pihak panitia. Namun yang pasti, kekalahan saya dalam medan ticket war di antaranya diakibatkan: kualitas internet.
Cara Kerja Penjualan Tiket Online yang Memicu Ticket War

Sebenarnya fenomena ticket war sudah dimulai sejak beberapa konser musik memberlakukan penjualan tiket secara online. Sebelumnya penjualan tiket dilakukan secara offline ke beberapa ticket box yang ditunjuk secara resmi, misalnya saja Ibu Dibyo yang legendaris itu.
Sebagai perbandingan untuk dua konser artis yang sama, yakni Morrissey di tahun 2012 dan 2016, ada perbedaan yang mencolok. Ketika untuk penjualan tiket konser perdana Morrissey di Jakarta, saya harus datang sendiri dan mengantri ke ticket box yang lokasinya sudah ditunjuk pihak penyelenggara.
Di tahun 2016, ketika penjualan tiket konser musik sudah diperkenalkan dengan sistem online, saya tidak perlu capek-capek datang ke tempat tertentu. Cukup duduk manis di meja kerja, saya bisa memesannya secara online.
Baik sistem penjualan tiket offline dan online, tetap memberlakukan hal yang sama, yakni “siapa cepat, dia dapat”. Hanya saja yang satu membutuhkan kecepatan kehadiran secara fisik, satu lagi secara online bisa dilakukan di mana saja.

“Fenomena ticket war sudah dimulai sejak beberapa konser musik memberlakukan penjualan tiket secara online. Sebelumnya penjualan tiket dilakukan secara offline ke beberapa ticket box yang ditunjuk secara resmi, misalnya saja Ibu Dibyo yang legendaris itu..”
Chandra Wirawan
Dalam memantik hype, biasanya pihak penyelenggara melakukan penjualan tiket early bird atau presale yang digelar beberapa hari bahwa hingga beberapa bulan sebelum konser musik digelar. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Ticketmaster, platform penjualan tiket terbesar di dunia, Jumat (12/5/2023), promotor atau pihak penyelenggara memang melakukan presale secara online demi tujuan tertentu.
“Terkadang ada beberapa tiket penjualan event tersedia untuk dibeli melalui internet sebelum penjualan secara umum. Presale biasanya dijual dari jatah kursi dan tidak mencerminkan ketersediaan yang sama selama penjualan untuk umum. Sistem ini memberikan keuntungan secara ekslusif bagi orang untuk bersaing mendapatkan kursi yang tersedia,” demikian bunyi pernyataan Ticketmaster mengenai presale.
Nah, di sinilah yang memicu terjadinya ticket war, di mana orang berlomba-lomba menjadi yang pertama mendapatkan tiket konser musik dari artis favoritnya. Selain itu, pembelian tiket presale juga menjadi jaminan ketenangan dari ketersediaan penjualan tiket berikutnya yang mungkin semakin terbatas.
Ketika penjualan tiket online akan dibuka, platform yang membuka layanan ini tentunya sudah melakukan berbagai antisipasi untuk memungkinkan media “peperangan” yang mereka hadirkan bisa berjalan lancar tanpa gangguan teknis yang berarti. Seperti apa antisipasinya?
Blog Uqcodewall yang membahas tentang sofware engineering sedikit mengilustrasikan bagaimana “dapur” Ticketmaster mengantisipasi penjualan tiket secara online. Hanya saja untuk ilustrasinya ini lebih ditujukan kepada penjualan tiket bioskip secara online, namun bisa menjadi acuan untuk beberapa event seperti konser musik.
Untuk penjualan tiket online yang memakan kapasitas data 1KB, menurutnya dibutuhkan sekitar storage sebesar 73GB untuk per tahunnya. Asumsi ini didasari dengan ilustrasi jika 20% dari 20 ribu kota di Amerika Serikat memiliki 10 bioskop dengan masing-masing 5 teater dengan kapasitas rata-rata 50 orang.
Secara total kapasitas bioskop di Amerika Serikat bisa menampung sebanyak 200 ribu orang. Tentunya hitungan ini jika jumlah kota yang didata sebanyak 4.000 kota atau 20% dari 20 ribu kota yang ada.
Jika dihitung rata-rata bioskop hanya memenuhi 20% dari maksimal penjualan tiket, maka pemasukannya sehari berkisar US$200 ribu untuk harga US$10 per tiket. Secara total jika dihitung per tahunnya, penjualannya mencapai US$73 juta.
Selanjutnya, dengan asumsi setiap kueri dibaca dalam 100 milidetik dan satu single thread database memproses 10 permintaan baca perdetik, maka dengan server yang memiliki 24-core bisa menjalankan 100 thread per database. Sehingga satu server basis data harus bisa memproses 1.000 permintaan secara paralel dan butuh 3 server basis data untuk redudansi tambahan.
“Proses tersebut kemudian akan menentukan pengguna paling awal dalam antrean yang akan menjadi puas begitu ada set kursi tersedia. Prosesnya bisa menggunakan konstruksi cache terdistribusi untuk menentukan peringkat (urutan berbasis waktu), di mana pengguna ditambahkan ke dalam set,” begitu tulis blog tersebut.
Sementara itu, menurut Magdalena Payeras-Capella, associate professor University of Balearic Island, secara umum penjualan tiket online atau e-tiket memiliki tiga aktor utama di belakangnya, yakni:
- User: Pemilik e-tiket yang dikeluarkan sistem, dalam hal ini adalah promotor atau event organizer yang menggelar penjualan tiket.
- Issuer: Penerbit, perantara atau penyedia dari layanan tiket online yang mengeluarkan kategori tiket apa pun sebagaimana didaftarkan penyedia layanan dan diminta oleh pengguna.
- Service Provider: Mendaftarkan layanan dan sistem dan mampu memvalidasi tiket apa pun yang diberikan pengguna.
“Untungnya dengan evolusi daya komputasi dan perangkat komputasi kecil tapi kuat seperti single-board computer dan perangkat seluler yang kuat memungkinkan pengembangan sistem secara mumpuni untuk memenuhi kebutuhan sistem e-tiket tanpa perlu investasi yang besar dan meminimalisir keterlibatan dari pihak ketiga. Ini akan memudahkan akses sitem e-tiket ke penyedia yang lebih kecil,” urainya seperti dalam penelitian yang bertajuk Backend for a Ticketing System.
Cara Memenangkan Ticket War Konser Musik

Sebagai khayalak yang ingin konser musik menonton artis favorit, siapa sih yang tidak ingin memenangkan ticket war? Berikut ini ada tips yang bisa dicoba:
- Ingat tanggal kapan penjualan tiket online dimulai. Sebelum bertempur di media ticket war, tentunya kamu harus tahu kapan waktunya siaga dan “berdarah-darah”. Tidak ada salah standby 10 menit sebelum waktu yang sudah ditentukan.
- Ketahui harga dan kategori atau section yang diinginkan. Dengan begitu, ketika penjualan tiket online dibuka, tidak perlu bingung lagi memilih-milih apa yang didinginkan.
- Pastikan saldo dompet digital, limit kartu kredit, atau saldo tabungan dalam posisi aman. Sehingga tidak ada kasus kekurangan dana saat proses pembelian tiket online berlangsung.
- Instal aplikasi tertentu yang disyarakatkan pihak promotor (jika ada) setidaknya satu hari sebelum penjualan tiket online dibuka. Jangan buang waktumu dengan menginstal aplikasi tersebut di hari H.
- Masuk ke laman atau aplikasi penjualan tiket online lebih awal. Jadi ketika penjualan dimulai, kamu bisa langsung melakukan transaksi.
- Kemungkinan besar server penyedia layanan tiket online akan down, sehingga tidak bisa diakses. Ini memang di luar kekuasaan pembeli, namun sebaiknya lakukan refresh aplikasi atau website berkali-kali untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk masuk ke lama pembelian tiket.
- Pastikan koneksi internet kamu aman. Jangan sampai segala persiapan yang kamu lakukan sia-sia hanya karena jaringan internetnya lelet. Tidak bisa dipungkiri internet merupakan poin terpenting dari seluruh proses pembelian tiket secara online.
Untuk poin yang terakhir ini sebaiknya kamu manfaatkan jaringan internet fixed broadband yang lebih stabil dibandingkan jaringan seluler demi suksesnya ticket war-mu. Hal ini dikarenakan jaringan internetnya terdedikasi untuk satu titik tertentu, tidak seperti seluler yang terbagi-bagi dalam satu zona area.
Misalnya saja jaringan internet fixed broadband dari IndiHome yang diklaim sedang melakukan peningkatan kapasitas internet. Hal ini seperti diungkapkan E. Kurniawan, VP Marketing Management Telkom lewat keterangan resmi yang dikutip Gizmologi.
“Secara garis besar pada tahun 2023 ini para pelanggan kami akan menikmati kecepatan minimal 40 Mbps hingga 300 Mbps dengan harga yang tergolong ekonomis,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa kecepatan internet IndiHome akan meningkat seiring waktu seiring dengan tren penggunaan internet yang terus meningkat. Berdasarkan datanya, penggunaan jaringan serat optik mencapai 60 petabyte atau 60 juta gygabyte setiap harinya dengan 183 juta perangkat yang terhubung.
“Selain meningkatkan kecepatan internet nasional, IndiHome juga berupaya untuk mencapai 100% penetrasi internet di Indonesia. Saat ini IndiHome sudah menjangkau 499 dari 514 kota/kabupaten Indonesia atau 97% nasional,” klaim E. Kurniawan.
Nah, dengan segala persiapan yang ada, termasuk jaringan internet yang bisa diandalkan, apakah kamu siap memenangkan ticket war konser musik artis kesayangan?
Temukan konten gadget dan teknologi terbaru dari Gizmologi di Google News, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



