Jakarta, Gizmologi – Mengendari mobil listrik Apple sepertinya akan menjadi impian saja untuk saat ini. Apple baru saja menghentikan proyek mobil listrik mereka yang telah berjalan lama, Selasa (27/2/2024).
Dengan proyek mobil listrik Apple yang diberhentikan membuat pekerja yang didalam proyek tersebut terancam diberhentikan. Perusahaan ini diketahui selain menjalankan proyek mobil listrik, juga menjalani proyek AI generatif.
Apple juga tengah mengembangkan teknologi AI generatif miliknya disaat Google sudah meluncurkan Gemini dan ChatGPT dari OpenAI yang sudah populer. Keputusan Apple menghentikan proyek mobil listrik ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan seperti alasan dibalik keputusan tersebut.
Baca Juga: Apple Mengklaim iOS 17.4 Bakal Bikin Baterai iPhone 15 Dua Kali Lebih Awet
Alasan Mobil Listrik Apple atau Proyek Titan Tak Dilanjutkan

Untuk alasan mobil listrik Apple tak berlanjut lagi, dijelaskan bahwa keputusan tersebut tidak mendadak, dengan alasan adanya pergeseran prioritas yang terus terjadi. Penjelasan tersebut dikatakan oleh Jeff Williams, Chief operating officer Apple, dan Kevin Lynch, wakil presiden yang bertanggung jawab atas proyek Titan. Mereka lah yang mengumumkan berita proyek Titan, nama dari proyek mobil listrik Apple kepada timnya.
Melansir TechCrunch, keputusan ini tentunya sangat disayangkan di tengah banyaknya produsen mobil besar mengevaluasi kembali investasi mereka dalam kendaraan listrik, dan di tengah meningkatnya pengawasan terhadap proyek-proyek kendaraan otonom.
Pergeseran prioritas di perusahaan Apple memang sering terjadi. Sebagai bukti, Apple pertama kali mulai mengerjakan proyek mobilnya, yang dikenal secara internal sebagai Project Titan, pada tahun 2014. Pada satu titik, perusahaan ini memiliki sekitar 5.000 pekerja yang didedikasikan untuk upaya tersebut.
Namun, Apple berulang kali berubah haluan selama dekade terakhir. Perusahaan ini terombang-ambing antara membuat pesaing Tesla atau kendaraan otonom yang sepenuhnya mirip dengan Waymo.
Baru-baru ini, Bloomberg melaporkan pada bulan Januari kepemimpinan proyek Titan yang membuat mobil listrik Apple tersebut berada di bawah para eksekutif puncak Apple dan dewan direksi. Mereka menekankan untuk menemukan cara untuk membawa sesuatu ke pasar lebih cepat daripada nanti.
Sejumlah eksekutif otomotif terkenal telah melalui Proyek Titan selama bertahun-tahun. Yang paling menonjol, proyek ini pernah dijalankan oleh mantan eksekutif Tesla, Doug Field. Namun akhirnya ia memilih pergi dan mengambil jabatan di Ford.
Apple juga merekrut eksekutif dari Lamborghini dan Ford. Pada tahun 2021, Apple mempekerjakan Ulrich Kranz, mantan eksekutif BMW yang membantu menjalankan program i3, dari perusahaan rintisan mobil listrik Canoo.
Apple bahkan pernah mengadakan pembicaraan dengan Canoo saat mereka mencari mitra manufaktur kontrak, kekayaan intelektual, dan talenta di pasar. Pencarian itu juga termasuk pembicaraan dengan Hyundai dan Kia.
Proyek Mobil listrik Apple yang berhenti ini belum diketahui akan memangkas berapa banyak karyawan tim tersebut. Berdasarkan Bloomberg, sebagian karyawan dari proyek tersebut juga ada yang dialihkan ke proyek AI generatif.
Sedangkan yang lainnya akan memiliki waktu 90 hari untuk menemukan penugasan kembali ke peran lain di dalam perusahaan, atau mereka akan diberhentikan. Salah satu karyawan mengatakan proyek mobil listrik Apple tersebut masih memiliki sekitar 1.400 karyawan yang mengerjakannya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



