2 Tahun Perjalanan Komunitas Partner GoFood, Sukseskan 107 Ribu UMKM Kuliner

Jakarta, Gizmologi – Agar bisnis kecil seperti UMKM bisa bertahan selama pandemi, diperlukan adanya kerja sama atau kolaborasi baik dengan sesama atau pihak lain. Juga adaptasi dengan platform digital untuk perluas cakupan pasar, supaya bisa tetap dijangkau oleh pelanggan. Salah satunya lewat GoFood dari Gojek.

Tak hanya menjadi platform jual beli makanan, GoFood sendiri juga mewadahi para UMKM lewat Komunitas Partner GoFood atau KOMPAG—sebuah pionir wadah mitra UMKM kuliner di industri digital. Sudah kurang lebih dua tahun didirikan, GoFood baru saja merayakan perjalanan tersebut bersama seluruh UMKM lewat acara Semarak KOMPAG.

Menurut Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek Group, UMKM kuliner hingga kini masih menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutan bisnis, meski sudah berhasil pivot ke platform daring. “Kami mempelajari bahwa dukungan edukasi dan pengembangan kapasitas lewat KOMPAG penting dilakukan, agar UMKM dapat meningkatkan keterampilan dan mampu bersaing di tengah kompetisi bisnis kuliner yang semakin ketat.”

Baca juga: Komunitas Partner GoFood & Kemenparekraf Paparkan Pentingnya Protokol Kesehatan

KOMPAG Bakal Fokus Pada 2 Hal Utama di 2022

GoFood

Diluncurkan pertama kali pada Oktober 2019 lalu, pertemuan KOMPAG Regional pertama diadakan pada akhir tahun 2019. Sejak itu, kini telah tumbuh menjadi wadah terbesar, diikuti lebih dari 107 ribu UMKM kuliner, dari total 70 kota di Indonesia. Semua bergabung untuk menambah ilmu, berkolaborasi serta berjejaring satu sama lain.

Dari data yang diberikan oleh pihak GoFood, sebanyak 42% UMKM telah gunakan platform digital dan media sosial sebagai antisipasi kebijakan PPKM. Di GoFood sendiri, 43% UMKM yang menjadi mitra usaha merupakan pengusaha pemula, sementara 250 ribu kuliner baru muncul pada masa pandemi, alias dimulai tahun lalu.

Memberikan serangkaian program pelatihan dan kesempatan berjejaring, KOMPAG bakal fokus pada dua hal utama di tahun 2022. Yang pertama adalah mentorship dan pelatihan tersegmentasi, di mana anggota bisa mengikuti sesi workshop rutin mingguan bersama mentor GoFood, mendapatkan program mentorship eksklusif.

Sementara yang kedua adalah mendukung peningkatan skala bisnis UMKM GoFood. Selain pelatihan, nantinya para mitra UMKM kuliner juga bisa mendapatkan tips sukses mengelola bisnis secara mandiri, lewat aplikasi GoBiz serta akses menu BizTips. Catherine menambahkan, rata-rata pendapatan bulanan mitra UMKM kuliner yang bergabung di masa pandemi hingga kini meningkat sampai 7 kali lipat.

Disambut Baik Oleh Kemenparekraf RI

Gojek UMKM

Dalam perayaan 2 tahun KOMPAG, diberikan sesi edukasi dengan tema “Strategi Cuan Bisnis Kuliner Online dengan Modal Usaha Rumahan”, mengundang pakar industri kuliner seperti founder Baba Rafi Enterprise, Radja Cendol, hingga owner Ayam Goreng Nelongso. Juga berikan apresiasi kepada 26 mitra UMKM dan 1 grup kota ter-KOMPAG, dengan total hadiah lebih dari Rp100 juta.

Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengatakan bila pihaknya sepakat dengan GoFood, bila dukungan bagi UMKM tak bisa berhenti pada digitalisasi. Namun juga mendukung keberlanjutan usaha UMKM di tengah perubahan kebutuhan dan daya beli masyarakat yang kian dinamis.

“Kami melihat keseriusan GoFood menggarap sektor ini, sehingga kami percaya inovasi yang dihadirkan akan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja di industri ekonomi kreatif, di mana bidang usaha kuliner menjadi pemain terbesar di dalamnya,” tambah Nia. KOMPAG sendiri terbuka untuk seluruh mitra usaha GoFood, dan bagi yang ingin bergabung, bisa mengisi form pada tautan berikut ini.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.