Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Setelah Yahoo! yang Dilanjutkan Verizon, Kini Flickr di Tangan Pemilik Baru: SmugMug

Berbeda dengan Instagram yang semakin gemilang setelah dibeli Facebook, nasib Flickr seperti terkatung-katung dari pemilik satu berpindah ke yang lain. Situs fotografi ini didirikan pada 2004 sebelum ada revolusi mobile yang berujung pada maraknya media sosial. Akuisisi Flickr pertama kali dilakukan oleh Yahoo! yang membelinya pada tahun 2005.

Sayangnya, meski sudah dibeli oleh raksasa internet di zamannya, Flickr tidak berkembang dengan pesat. Karena Yahoo! tidak memiliki rencana jitu untuk mau diapakan situs fotografi ini. Bahkan bisnisnya pun makin muram, kalah bersaing dengan Google dan Facebook. Hingga pada tahun 2016, Yahoo! beserta berbagai produk yang dimilikinya termasuk Flickr dijual ke operator Amerika Serikat Verizon senilai US$4,83 miliar.

Flickr mempunyai lebih dari 75 juta pelanggan dan lebih dari 100 juta pengguna aktif. Pada Maret 2018, Flickr mempunyai 13,1 juta unique visitor, naik dari 10,8 juta setahun sebelumya, menurut firma riset comScore.

Di tangan pemilik baru, Flickr masih belum berubah, bahkan lebih terlihat menjadi beban. Hingga pekan ini ada perusahaan yang tertarik meminangnya. Akuisisi Flickr selanjutnya dilakukan oleh SmugMug seperti dimuat di website SmugMug.

Nilai akuisisi Flickr ini tidak diketahui, karena SmugMug tidak mengumumkannya kepada khalayak. Yang pasti, SmugMug menulis bersatunya dua situs foto ini mewakili “komunitas orang yang berfokus pada foto paling berpengaruh.”

Flickr dan SmugMug sendiri sebenarnya mempunyai fokus yang agak berbeda. Flickr mengakomodir siapa pun yang ingin berbagi gambar tak peduli apakah mereka amatir atau sudah profesional. Sedangkan SmugMug lebih menjadi wadah fotografer profesional.

SmugMug pertama kali dibuat pada 2002 yang awalnya beroperasi dalam skala kecil tetapi mulai menarik hati jutaan pelanggan sebab benar-benar mendedikasikan situsnya untuk fotografi, tulis USA Today. SmugMug merupakan perusahaan keluarga yang independen.

Akankah akuisisi dapat membuat Flickr dan Smugmug bertahan di tengah gempuran media sosial? Foto oleh breakingthenews.net
Related Posts
1 daripada 283

Mayoritas pengguna Flickr tidak membayar apa pun tetapi ada level Pro yang mewajibkan pelanggannya membayar US$6 per bulan atau US$50 per tahun. Don sendiri ternyata sudah lama menjadi fans Flickr. Dan dia sangat gembira akuisisi Flickr ini benar-benar terwujud.

Uniknya, Smugmug sebenarnya masih belum memiliki ide yang jelas mau dibuat seperti apa terkait akusisi Flickr ini. Namun tetap berminat untuk akusisi Flickr karena memiliki kesempatan untuk bergabung bersama dua komunitas dan bisnis yang dianggap memiliki nilai sama dalam hal fotografi.

“Aku tidak tahu seperti apa masa depan kami. Ini model yang baru bagiku. Tentu kami harus berpikir bagaimana kami mengoperasikannya dengan memikirkan arus kas dan keuangan kami,” kata Don MacAskill.

“Memang terasa konyol seorang CEO benar-benar tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Tetapi kami juga tidak membangun SmugMug berdasarkan rencana besar pula. Kami mencoba mendengarkan apa mau pelanggan dan ketika mereka meminta sesuatu yang penting bagi mereka atau bagi komunitas mereka, kami akan melayaninya,” katanya.

Walau belum pasti model bisnis bagi keduanya setelah akuisisi Flickr ini tetapi kemungkinan situs foto ini akan mengalami perubahan segar paska pembelian ini. Kendati demikian, baik Flickr maupun Smugmug akan tetap beroperasi secara terpisah seperti sebelumnya.

Perubahan yang dilakukan sejauh ini adalah nantinya mereka akan memigrasikan Flickr ke dalam infrastruktur teknologi SmugMug di mana konten foto ikut berpindah, namun foto tersebut tetap berada di Flickr. Yang berpindah hanya teknologi dan konten foto ke server baru.

Patut dinantikan strategi SmugMug mengelola Flickr terutama di era media sosial yang begitu mendominasi, seperti Instagram dan Facebook.

Baca juga: Ini Fitur Canggih Nikon D850 untuk Kamu yang Serius Menekuni Fotografi