Jakarta, Gizmologi – Sejak AMD AI PC diperkenalkan dengan basis x86 pertama di CES 2023, perkembangan teknologi ini melesat pesat. Unit pemrosesan neural (NPU) yang diperkenalkan semakin meningkatkan performa, dari puncak 10 AI TOPS pada prosesor AMD Ryzen 7 7840U menjadi lebih dari 50 AI TOPS pada seri terbaru AMD Ryzen AI Max PRO 300. Dengan semakin banyaknya perusahaan perangkat lunak dan keras yang mengintegrasikan AI ke dalam produk mereka, serta dukungan dari sistem operasi utama seperti Microsoft Windows yang memperkenalkan Copilot+ PC, AI PC kini menjadi masa depan komputasi.
Laporan terbaru dari Forrester, “The Year of the AI PC is 2025,” menyoroti bagaimana AI PC akan membawa perubahan signifikan di industri. AI PC didefinisikan sebagai sistem yang dilengkapi dengan chip AI dan algoritma yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengalaman kerja AI di CPU, GPU, dan NPU. AMD, sebagai salah satu pemimpin di bidang ini, terus berkolaborasi dengan Microsoft untuk menghadirkan Copilot+ bagi pengguna Ryzen AI dan Ryzen AI PRO PCs, memastikan teknologi ini semakin optimal bagi bisnis maupun individu.
Dengan banyaknya perubahan besar yang terjadi, 2025 diprediksi akan menjadi titik balik dalam evolusi AI PC. Perangkat keras dan lunak yang semakin matang, serta meningkatnya kebutuhan akan komputasi berbasis AI, menjadikan AI PC sebagai standar baru dalam dunia teknologi.
Baca Juga: IBM dan Lenovo Dorong Kemajuan AI Generatif di Arab Saudi
Mengapa 2025 Menjadi Tahun AI PC?

Salah satu alasan utama adalah karena produsen CPU seperti AMD telah memasukkan pemrosesan AI ke dalam produk terbaru mereka, tepat saat dukungan untuk Windows 10 akan berakhir pada 14 Oktober 2025. Dengan banyaknya perusahaan yang harus beralih ke Windows 11, mayoritas PC komersial yang dibeli dalam 12 bulan ke depan kemungkinan besar akan mendukung AI melalui perangkat keras NPU khusus, menjadikannya AI PC. Menurut IDC, pada 2028, sekitar 93,9% PC komersial akan menjadi AI PC.
Keuntungan utama dari model distribusi ini adalah pelanggan tidak perlu mengorbankan efisiensi CPU dan GPU hanya demi kompatibilitas AI. AMD AI PC memastikan bahwa platform terbaru mereka tetap memberikan peningkatan kinerja melalui teknologi seperti arsitektur CPU “Zen 5,” GPU AMD RDNA 3.5, serta fitur keamanan dan stabilitas kelas enterprise yang disediakan oleh AMD PRO Technologies. Dengan demikian, pelanggan tetap mendapatkan manfaat dari peningkatan teknologi tanpa kehilangan keunggulan yang sudah mereka andalkan selama ini.
Selain itu, AMD AI PC menawarkan fleksibilitas yang luar biasa dalam mengeksekusi beban kerja AI di CPU, GPU, dan NPU, tergantung pada mana yang paling optimal. Ini mengingatkan kita pada revolusi 3D pada pertengahan 1990-an, di mana akselerator grafis yang awalnya membutuhkan kartu diskrit akhirnya terintegrasi langsung ke dalam CPU. Pendekatan serupa kini terjadi dengan AI, di mana NPU menjadi bagian integral dari prosesor utama untuk memastikan performa yang lebih baik dan efisiensi yang lebih tinggi.
Peran AMD AI PC dalam Mewujudkan Evolusi

Sejak AMD AI PC berbasis x86 diperkenalkan, mereka terus menghadirkan inovasi dengan berbagai solusi AI. Pada CES 2025, AMD menampilkan berbagai demonstrasi praktis yang menyoroti bagaimana NPU dapat meningkatkan efisiensi dibandingkan dengan CPU atau GPU tradisional. Ini menunjukkan betapa cepatnya adopsi AI dalam industri komputasi.
Salah satu keunggulan utama AMD AI PC adalah kemampuannya untuk menangani tugas-tugas latar belakang yang sebelumnya membebani CPU atau GPU. Dengan semakin berkembangnya kasus penggunaan AI, keberadaan NPU pada prosesor AMD Ryzen AI semakin memungkinkan berbagai aplikasi AI untuk berjalan lebih optimal tanpa mengorbankan performa keseluruhan sistem.
Meskipun CES lebih berfokus pada konsumen, pembahasan luas tentang AI menunjukkan bahwa integrasi AI tidak hanya terbatas pada perangkat pribadi, tetapi juga semakin merambah ke sektor bisnis dan industri. Laporan Forrester memperkirakan bahwa dalam 12 bulan ke depan, akan ada peningkatan signifikan dalam adopsi AI dan AI PC, didorong oleh siklus pembaruan Windows 11 serta integrasi AI yang lebih luas di berbagai industri perangkat lunak.

AMD AI PC telah berkembang menjadi standar baru dalam industri teknologi, dan 2025 diprediksi menjadi tahun di mana adopsi perangkat ini mencapai puncaknya. Dengan dukungan dari produsen seperti AMD, yang terus menghadirkan inovasi dalam CPU, GPU, dan NPU, masa depan AI PC terlihat semakin cerah.
Dengan platform seperti AMD Ryzen AI Max PRO 300 Series, pengguna dapat memanfaatkan teknologi AI tanpa kehilangan efisiensi CPU dan GPU. Fleksibilitas AI PC dalam menjalankan beban kerja di berbagai komponen pemrosesan membuatnya menjadi solusi ideal bagi bisnis dan individu yang ingin memanfaatkan kecerdasan buatan secara optimal.
Saat AI terus berkembang dan menjadi bagian integral dari komputasi modern, AI PC akan terus memainkan peran penting dalam mendorong inovasi dan efisiensi. Dengan pendekatan strategis dari AMD dan mitra industrinya, AI PC bukan hanya tren sementara, tetapi masa depan yang semakin nyata dalam dunia teknologi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




