Jakarta, Gizmologi – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya untuk mempercepat pembangunan menara BTS (Base Tranceiver Station) 4G di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T). Salah satu wilayah yang menjadi fokus pembangunan adalah Pegunungan Bintang, di Papua.
“Bagaimana kesenjangan, khususnya konektivitas digital ini bisa tuntas di seluruh Indonesia, tidak terkecuali saudara-saudara kita yang ada di Pegunungan Bintang juga perlu mendapatkan sinyal seperti kita yang sudah duluan mendapatkannya di Pulau Jawa,” kata Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif dalam telekonferensi dengan media, seperti dilansir dari Antara, Senin (25/4/2022).
Anang menjelaskan bahwa pembangunan menara BTS 4G di Pegunungan Bintang tidaklah mudah, mengingat lokasinya yang hanya bisa dijangkau menggunakan transportasi udara. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu, situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif, serta anggaran yang terbatas juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Namun, berbagai tantangan tersebut tidak mengendurkan semangat BAKTI Kominfo untuk tetap menghadirkan jaringan telekomunikasi di wilayah 3T Pegunungan Bintang agar masyarakat di sana bisa bermigrasi ke ranah digital.
“Menurut hemat kami, kami menorehkan sejarah bagaimana dengan semua tantangan yang ada, kami tidak akan pernah terhenti, kami tidak akan pernah menyerah untuk membuat Indonesia terkoneksi,” ucap Anang.
Dalam pembangunan menara BTS 4G di wilayah 3T Pegunungan Bintang, BAKTI Kominfo menggandeng Konsorsium PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera (IBS) – ZTE Indonesia. Konsorsium IBS – ZTE adalah pemenang tender pekerjaan Paket 4 dan Paket 5 pengadaan menara BTS 4G di Papua, di mana wilayah Pegunungan Bintang masuk dalam paket tersebut.
Head of Supply Chain Management IBS Meita Dwivernia mengatakan bahwa pihaknya terus mengebut pengerjaan pembangunan menara BTS 4G di Papua, termasuk di Pegunungan Bintang. Dari 1.811 lokasi pembangunan menara BTS 4G yang ditargetkan kepada IBS pada tahap pertama, sekitar 700 lokasi di antaranya sudah mengudara atau “on air”.
Tantangan Pembangunan Menara BTS 4G

Meita mengakui bahwa proses pendistribusian material untuk membangun menara BTS 4G di wilayah 3T Papua sangat tidak mudah. Untuk satu lokasi, pihaknya harus mengirimkan sekitar 90 jenis komponen, terdiri dari material untuk tower, power, visat, dan BTS dengan bobot mencapai 10 ton.
Pada wilayah 3T yang tidak bisa diakses menggunakan jalur darat, seperti di Pegunungan Bintang, IBS harus menggunakan pesawat jenis caravan, pilatus, hingga helikopter untuk mengangkut material-material tersebut. Proses pengiriman juga tidak selamanya mulus. Apabila kondisi cuaca buruk, maka proses distribusi material melalui jalur udara harus ditunda untuk sementara waktu.
“Kendalanya di cuaca. Kalau cuaca buruk, pengiriman tidak bisa dilakukan,” kata dia menjelaskan kondisi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif turut mempengaruhi proses distribusi material dan pembangunan menara BTS 4G di wilayah 3T Papua.
IBS harus pintar-pintar membaca situasi di lapangan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan keamanan para pekerja selama proses pengiriman material dan pengerjaan pembangunan.
Tantangan lainnya adanya penolakan dari masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut. Benyamin mengatakan, pihaknya harus secara persuasif menjelaskan kepada masyarakat pentingnya pembangunan menara BTS 4G.
Penduduk lokal juga dilibatkan sebagai pekerja dengan harapan bisa memunculkan rasa memiliki terhadap bangunan tersebut. Di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi, IBS tetap berupaya menggenjot proses pengerjaan pembangunan menara BTS 4G di Papua agar target yang sudah dicanangkan bisa diselesaikan.
Adapun BAKTI Kominfo telah menyetujui pembangunan menara BTS 4G di 196 titik pada 2022. Total keseluruhan usulan pembangunan menara telekomunikasi di kabupaten seluas 15.683 km persegi tersebut sebanyak 261 titik.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




