Jakarta, Gizmologi – Dugaan kasus kebocoran data kembali terjadi. Kali ini, data internal milik Kementerian Pertanian (Kementan) dilaporkan telah bocor ke Dark Web.
Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh akun Twitter @darktracer_int. Peretas atau hacker yang mengatasnamakan dirinya sebagai grup ransomware Vice Society, di mana mereka telah mengunggah dokumen tersebut ke Dark Web.
Dalam gambar yang diunggah bersama dengan tweet tersebut, peretas menyertakan situs resmi dari Kementan http://www.pertanian.go.id beserta definisi dari Indonesia.
“Kekayaan sumber daya alam Indonesia dipengaruhi oleh iklim tropis dan letak geografisnya yang berada di antara dua benua, Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Pasifik dan Samudra Hindia,” bunyi teks dalam gambar tersebut.
“Oleh karena itu, Indonesia dikenal sebagai negara agraris dengan berbagai hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan,” lanjutnya.
Sayangnya, akun tersebut tidak menjelaskan lebih detail mengenai data apa saja yang bocor. Meski begitu, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan kebocoran data internal milik Kementan.
Baca Juga: Kapan Pembahasan RUU PDP Bakal Tuntaskan Kasus Kebocoran Data?
Adapun kelompok Vice Society dikenal karena melanggar jaringan dengan mengeksploitasi kerentanan yang diketahui pada sistem yang belum ditambal. Misalnya, pada Agustus 2021, peneliti Cisco Talos mengamati kelompok ransomware tertentu yang menyebarkan DLL yang mengeksploitasi CVE-2021-1675 dan CVE-2021-34527, atau kerentanan “PrintNightmare”.
Kelompok ransomware ini biasanya menggunakan sistem pemerasan ganda dalam mengancam korbannya. Praktik standar publikasi data dapat menjadi cara ampuh untuk memeras korban.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




