Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Minimalisir Dampak Badai, Warga Florida Siapkan Operasi Drone

1 48

Warga Florida di AS menempuh segala cara untuk mengurangi dampak kerusakan akibat angin badai. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan drone operasi badai dengan terlebih dahulu melewati serangkaian tes uji coba.

Puncak badai yang diprediksi akan melanda kawasan Florida antara Agustus dan September 2018 membuat kampus Biscayne pada Universitas Internasional Florida menguji coba drone operasi badai untuk menghemat waktu penyelamatan dan menolong penduduk dari ancaman bahaya tersebut.

Sebagaimana ditulis oleh dronedj.com, Akademi Persiapan Bencana Internasional pada Universitas Internasional Florida akan bermitra dengan responden pertama lokal dan perusahaan drone Airborne Response untuk melakukan operasi aset laut, dataran dan penerbangan lainnya.

“Latihan akan mencakup kamp bencana komprehensif dengan pos pemberi perintah mobile dari agen yang berpartisipasi, aset penyelamatan udara helikopter, aset laut dan operasi drone udara tanpa awak di sekitar lokasi ujicoba,” demikian pengumuman dari akademi tersebut.

Pada Mei 2018, Airborne, penyedia gambar udara resolusi tinggi untuk operasi penanganan darurat dan tanggapan bencana, memperluas sertifikasi dari FAA untuk pilot yang mengemudikan operasi drone bencana atau untuk keperluan darurat di seluruh AS.

FAA merupakan kepanjangan dari Federal Aviation Administration atau Badan Penerbangan Federal yang merupakan bagian dari Departemen Perhubungan AS.

“Tahun lalu kami membuat panduan dasar demonstrasi penggunaan sistem kendali udara tanpa awak untuk menanggapi bencana dan operasi pemulihan dari bencana,” kata Presiden Airborne Christopher Todd dalam sebuah laporan sebelumnya.

Operasi badai merupakan salah satu dari aplikasi visual udara tanpa awak untuk kepentingan masyakarat dan urusan komersil.

Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi AS AT&T mengerahkan drone operasi badai di Puerto Rico. Drone operasi badai yang diberi nama Flying Cell on Wings menghubungkan korban terdampak bencana badai dengan layanan tanpa kawat. Menurut laporan teranyar perusahaan tersebut, model terbaru Flying Cell on Wings bisa “menembus obyek, terbang menerjang hujan, bekerja saat suhu ekstrem dan berkomunikasi di area tanpa infrastruktur.”

Sebelumnya, Universitas Embry-Riddle telah membantu Departemen Kepolisian Pantai Daytona dalam memeriksa kerusakan akibat badai Irma. Tiga profesor pada penerbangan saat itu meluncurkan drone operasi badai untuk mengambil gambar dan dokumen pada wilayah terkena dampak terburuk.

irmaa
Dahsyatnya badai Irma di selatan Florida pada 2017. Foto oleh thenational.ae

Sejak badai Harvey dan Irma pada 2017, FAA mengakui penggunaan drone operasi badai sebagai salah satu bentuk layanan udara tanpa awak terbukti menjadi “tonggak penting pemakaian drone.”

“Sejak dampak luas badai Irma yang meluluhlantakkan Florida, drone operasi badai telah sangat membantu dalam mendukung upaya merespons dan memulihkan kawasan Sunshine,” kata badan tersebut.

Menyusul badai Irma tersebut, FAA mengeluarkan 132 izin terbang dalam sepekan. Dan setelah badai Harvey yang menghantam Houston, FAA merilis 137 izin tambahan ke para pilot.

Baca juga: Drone DJI Mavic 2 Siap Dirilis, Ini Bocoran 5 Fitur Pentingnya!