Jakarta, Gizmologi โ Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi perubahan ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Microsoft meluncurkan ElevAIte Indonesia, sebuah inisiatif pelatihan AI yang bertujuan membekali 1 juta talenta Indonesia dengan keterampilan AI hingga tahun 2025. Program ini menjadi simbol kolaborasi multi-sektor untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab.
ElevAIte Indonesia tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga industri, institusi pendidikan, dan komunitas. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan keterampilan AI di dunia kerja yang terus meningkat. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk memastikan transformasi teknologi ini membawa manfaat maksimal sekaligus meminimalkan risikonya.
Inisiatif ini juga mencerminkan visi besar Indonesia menuju โIndonesia Emas 2045.โ Dengan melibatkan berbagai mitra ekosistem digital, ElevAIte Indonesia diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global, sambil tetap menjaga nilai-nilai etika dalam pemanfaatan teknologi.
Baca juga: GPU Anyar, Intel Arc B-Series: Era Baru GPU untuk Gamer
AI untuk Transformasi Nasional

ElevAIte Indonesia berfokus pada lima pilar utama untuk mencapai target 1 juta talenta AI. Pilar pertama adalah peningkatan kecakapan AI di lembaga pemerintahan. Aparatur sipil negara akan mendapatkan pelatihan tentang keterampilan AI, penguatan keamanan siber, dan pengembangan layanan publik berbasis AI. Langkah ini bertujuan agar pemerintah menjadi teladan dalam adopsi teknologi modern.
Pilar kedua adalah integrasi AI di industri strategis nasional. Mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, teknologi AI diharapkan dapat mempercepat inovasi dan menciptakan nilai ekonomi baru. Dengan mendukung pelaku industri memanfaatkan AI, ElevAIte Indonesia ingin memastikan bahwa teknologi ini memberikan dampak nyata pada peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia.
Pilar ketiga adalah penerapan AI di dunia pendidikan. Tidak hanya menyasar pendidik dan siswa, program ini juga menargetkan pengembangan generasi pengembang teknologi (developer) Indonesia. Data dari GitHub menunjukkan bahwa Indonesia memiliki salah satu komunitas developer terbesar di Asia Pasifik, dengan pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun. Inisiatif ini bertujuan menjadikan komunitas tersebut lebih berdaya guna melalui keterampilan AI yang relevan.
AI untuk Semua Kalangan

Selain pemerintah, industri, dan pendidikan, ElevAIte Indonesia juga menargetkan pemberdayaan komunitas. Pilar keempat dari inisiatif ini berfokus pada kelompok masyarakat yang kurang terwakili atau termarjinalkan secara digital, seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat di daerah terpencil. Program ini bertujuan menciptakan inklusi digital yang lebih luas dengan memberikan pelatihan keterampilan AI kepada kelompok-kelompok tersebut.
Pilar kelima adalah demokratisasi AI, yang hendak memastikan setiap individu memiliki kesempatan belajar AI tanpa hambatan. Microsoft telah meluncurkan AI Skills Navigator, platform pembelajaran yang memadukan materi dari Microsoft Learn dan LinkedIn Learning. Dengan asisten AI yang personal dan akan tersedia dalam bahasa Indonesia, platform ini diharapkan dapat membantu individu memilih materi sesuai kebutuhan dan minat mereka.
Dukungan dari mitra program seperti Biji-Biji Initiative dan Dicoding memperkuat pelaksanaan ElevAIte Indonesia. Biji-Biji Initiative, misalnya, telah bekerja sama dengan Kemkomdigi dan Microsoft selama dua tahun terakhir, menyelenggarakan program pelatihan AI yang terbukti membantu peserta mendapatkan pekerjaan lebih baik. Dicoding, sebagai platform edukasi teknologi, menyoroti pentingnya keterampilan AI untuk menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menuju Indonesia Emas dengan AI
Peluncuran ElevAIte Indonesia menunjukkan komitmen nyata pemerintah dan mitra-mitranya dalam memanfaatkan teknologi untuk transformasi nasional. Selain memberikan keterampilan teknis, inisiatif ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan AI yang bertanggung jawab. Seperti yang ditegaskan oleh Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, โTransformasi AI bukan hanya transformasi teknologi, melainkan transformasi nasional.โ
Dengan populasi usia produktif yang besar, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat talenta AI di dunia. Keterampilan yang diberikan melalui ElevAIte Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, sekaligus memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Menkomdigi Meutya Hafid mengakhiri peluncuran dengan menekankan pentingnya pendekatan yang bijaksana dalam memanfaatkan teknologi. Mengutip Presiden Prabowo Subianto, beliau mengatakan, โTeknologi memiliki kekuatan besar untuk membawa kemajuan, tetapi juga tantangan. Kolaborasi, komunikasi, dan negosiasi adalah kunci untuk memastikan teknologi digunakan demi kepentingan bersama.โ
ElevAIte Indonesia menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah, di mana teknologi AI tidak hanya menjadi alat untuk produktivitas, tetapi juga katalisator perubahan positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan visi yang jelas dan kolaborasi yang kuat, inisiatif ini berpotensi membawa Indonesia lebih dekat ke cita-cita menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing tinggi pada tahun 2045.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



