Jakarta, Gizmologi โ Elon Musk memutuskan buat melanjutkan kembali pembelian Twitter, dengan penawaran harga yang sama sebelumnya, yakni 44 dolar AS atau sekitar Rp 668 triliun.Tentu sikap ini terbilang mengejutkan, mengingat bos Tesla itu sempat membatalkan secara sepihak pembelian platform sosial media tersebut sejak April 2022.
Informasi itu didapatkan dalam keterbukaan di bursa saham, dan menjadi tanda berakhirnya pertempuran hukum antara keduanya. Musk bahkan telah mengirimkan surat kepada Twitter dan menyatakan ingin kembali memproses kesepakatan sesuai dengan persyaratan semula.
Juru bicara Twitter mengatakan telah menerima surat dari Elon Musk untuk kembali melanjutkan kesepakatan dengan harga 54,20 dolar AS per saham, jika Pengadilan Kanser Delaware menyetujui untuk menunda persidangannya dan semua proses terkait kasusnya.
Tidak diketahui alasan Elon Musk kembali ingin melanjutkan rencana pembelian Twitter setelah ingin mundur. Namun menurut Reuters, Musk mengubah posisinya untuk menghindari berbicara di depan pengadilan dan mengungkapkan ke publik, pembicaraan dan negosiasi dengan investor pendukungnya dalam rencana akuisisi Twitter.
Baca Juga: Kena PHP Elon Musk, Twitter Tuntut Rp659 Triliun Buat Selesaikan Akuisisi
Elon Musk Mau Beli Twitter

Musk sebelumnya tertarik membeli Twitter. Namun akhirnya kesepakatan itu dibatalkan hingga menyeretnya ke meja hijau. Alasan pembatalan itu karena Elon Musk mengklaim Twitter membuat pernyataan menyesatkan mengenai jumlah akun bot spam.
Elon Musk pada Juli cukup yakin bisa meninggalkan kesepakatan itu tanpa dikenai penalti karena jumlah akun bot di Twitter lebih tinggi dari estimasi platform tersebut 5%. โTwitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi.โ
โTerkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan, dan terkadang mengklaim untuk mematuhinya sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh Musk,โ klaim Ringler, seperti dikutip CNBC International.
Adapun tawaran CEO Tesla ini datang beberapa minggu sebelum kedua belah pihak berhadapan dalam persidangan yang dijadwalkan 17 Oktober 2022 mendatang. Sidang tersebut akan menyelesaikan perselisihan hukum selama berbulan-bulan antara Musk dan Twitter, menyusul langkah sang miliarder menghentikan rencananya membeli media sosial itu per Juli 2022.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



