Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kinerja Moncer, Alibaba Cloud Raih Pertumbuhan Pendapatan 50% YoY

Meski sang pendiri Jack Ma dirundung masalah dengan pemerintah China, kinerja bisnis perusahaannya tetap moncer. Alibaba Group hari ini (3/2) mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2020. Alibaba Group mencatatkan laba bersih sebesar RMB 77,977 miliar atau di kisaran Rp169 Triliun.

Pendapatan Alibaba mencapai RMB 221,084 miliar (USD33,883 miliar), meningkat sebesar 37% YoY (year 0n year). Kinerja itu salah satunya disumbang oleh pengguna aktif bulanan marketplace mereka. Selain itu juga Alibaba Cloud yang menjadi tulang punggung teknologi digital dan inteligensi perusahaan.

Untuk pertama kalinya, bisnis cloud computing meraih peningkatan pendapatan EBITA (earnings before interest, taxes, and amortization atau pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi) yang disesuaikan selama kuartal tersebut berkat realisasi skala ekonomi.
Baca juga: AWS Siapkan Solusi Cloud Menyeluruh untuk Bisnis di 2021

Kinerja Alibaba Cloud di 2020

Alibaba CloudAlibaba Cloud memberdayakan transformasi digital perusahaan dengan menyediakan solusi dan layanan teknologi komprehensif berbasis cloud untuk berbagai industri.  Daniel Zhang, Chairman dan CEO Alibaba yakin pasar cloud masih pada tahap awal, karena penerapan inteligensi data dan permintaan untuk daya komputasi akan segera menjadi hal yang lazim diterapkan di semua sektor industri.

“Alibaba Cloud terus bertumbuh dengan cepat, terbukti dengan pertumbuhan pendapatan 50% dari tahun ke tahun di kuartal Desember, yang mana mencerminkan besarnya potensi pasar cloud computing. Kami akan memanfaatkan keunggulan istimewa Alibaba Cloud dalam teknologi dan inteligensi data, sambil terus berinvestasi untuk pertumbuhan,” ujar Daniel Zhang dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (3/2).

Pada akhir kuartal Desember lalu, pendapatan cloud computing tumbuh 50% dari tahun ke tahun menjadi IDR 34.609.640 juta (US $ 2.470 juta), terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam pendapatan dari pelanggan di industri Internet dan ritel serta sektor publik. Untuk pertama kalinya, berkat realisasi skala ekonomi, bisnis cloud computing sukses mencapai peningkatan pendapatan EBITA yang disesuaikan selama kuartal tersebut.

Alibaba Cloud bakal terus memantapkan kepemimpinannya di pasar dengan menunjukan pertumbuhan yang kuat. Hal ini mencerminkan potensi besar cloud computing di pasar. Meski demikian, di pasar tersebut mereka juga harus berhadapan dengan kompetitor lain yang juga merupakan pemain besar seperti AWS (Amazon Web Service), Google Cloud, Microsoft Azure, dan lainnya.

Tinggalkan komen