Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

AWS Siapkan Solusi Cloud Menyeluruh untuk Bisnis di 2021

2 362

Sepanjang tahun 2020, telah banyak organisasi atau perusahaan yang melakukan penyesuaian perihal cara mereka bekerja. Dengan meningkatnya tren seperti remote working, tentu pemanfaatan layanan digital seperti cloud computing lebih banyak diminati, atau setidaknya “terpaksa” untuk berpindah platform agar bisnis tetap bisa bangkit atau berkelanjutan.

Salah satu penyedia layanan cloud untuk perusahaan, Amazon Web Services (AWS) umumnya mengadakan sebuah gelaran tahunan “AWS re:Invent”. Namun berkat adanya situasi pandemi, kali ini tidak diselenggarakan secara luring di Las Vegas, melainkan secara daring. Lewat sebuah virtual briefing kepada media, AWS kupas potensi cloud dan teknologi digital sebagai solusi untuk kembali berinovasi tanpa batas.

Dalam gelaran tersebut, Paul Chen selaku Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS paparkan beberapa informasi mengenai tren perusahaan yang terjadi sepanjang tahun 2020, apa saja performa yang baru bisa dicapai oleh AWS, serta aspek yang bisa dijadikan titik perubahan untuk bisnis. Yang pada umumnya dibagi menjadi tiga aspek utama.

Baca juga: AWS Paparkan Pentingnya Menghemat Biaya TI Bagi Startup

Perusahaan Perlu Transformasi Ulang Aspek Bisnisnya

Paul Chen - AWS
Paul Chen, Head of Solutions Architect, ASEAN, AWS

Aspek yang pertama adalah memfasilitasi cara-cara bekerja baru bagi setiap karyawan. Paul mengatakan, “kami tahu bila beberapa negara maupun wilayah telah melakukan pembatasan dalam hal bekerja ke kantor, bertemu secara fisik, dan semua orang harus memiliki rencana baru untuk bekerja dan melanjutkan bisnisnya ke depan. Seperti menerapkan remote working atau work from home.”

Bisnis juga harus bisa menerapkan cara-cara baru untuk melayani pelanggan, supaya produk atau layanan yang diberikan tak memerlukan penjualan secara tatap muka. Sedangkan yang ketiga, adalah mencari sumber pemasukan baru di saat sumber-sumber konvensional sedang terdisrupsi. Menurut Paul, para pelanggan AWS dapat melakukan ketiganya secara mudah sepanjang 2020.

Paul juga menyebutkan salah satu contoh yang relevan dari Indonesia, yaitu Simak Online, salah satu pelanggan start-up AWS di bidang teknologi pendidikan. Selama pandemi, Simak Online dapat melakukan scaling up secara cepat. Kini bisa melayani hingga 45 ribu pengguna bersamaan per jamnya.

Sejak awal Maret 2020, Simak Online telah melayani 100 sekolah baru, sediakan 2,3 juta ujian baru, 600 ribu soal ujian dan 1,5 juta pekerjaan rumah yang sudah diselesaikan. Terkait dengan hal ini, AWS prediksikan bila dalam jangka waktu 10-15 tahun ke depan, mayoritas perusahaan pada akhirnya akan bermigrasi ke layanan cloud.

AWS Tingkatkan Kemampuan Cloud Sepanjang 2020

Dengan kata lain, bisnis harus memiliki komitmen yang kuat untuk terus-menerus bertransformasi ulang (reinvent). Untuk, AWS menyampaikan peningkatan produk mereka selama 2020, yang dapat percepat transformasi bisnis. Mulai dari segi database, Amazon Aurora Serverless v3 mampu tingkatkan kapasitas dari ratusan ke ratusan ribu transaksi per detik, memotong hingga 90 persen biaya.

Layanan tersebut tersedia dengan kompabilitas MySQL (preview) dan juga bakal tersedia dengan PostgreSQL (preview) awal tahun depan. Kemampuan komputasinya juga meningkat, seperti penggunaan instance AWS Gravtion-2 C6gn yang bisa antarkan performa jaringan sampai 100 Gbps dengan harga 40% lebih kompetitif. Maupun instance Intel M5zn yang tawarkan kapabilitas prosesor tercepat Intel Xeon Scalable di cloud.

Untuk berikan solusi analitik, AWS AQUA (Advanced Query Accelerator) untuk Amazon Redshift hadir sebagai cache inovatif, sediakan performa query hingga 10 kali lebih baik dibandingkan gudang data cloud lainnya. AWS Glue Elastic View juga mampukan pengembang untuk bangun obyek dalam database yang mengandung hasil dari sebuah query, otomatis gabungkan dan duplikasi data lintas beberapa simpanan data.

Solusi Menyeluruh AWS Juga Mencakup Layanan Pelanggan

Ilustrasi layanan pelanggan.
Ilustrasi layanan pelanggan (Sumber: Freepik).

Salah satu paparan peningkatan layanan dari AWS yang menarik adalah pada sektor customer care. Dalam situasi WFH, karyawan untuk layanan pelanggan otomatis harus bekerja di tempat. Untuk itu, AWS hadirkan lima kapabilitas baru untuk Amazon Connect, solusi contact center dari AWS, supaya masing-masing karyawan untuk layanan pelanggan bisa berikan pelayanan lebih personal, efisien serta efektif.

Semuanya ditopang oleh machine learning dari AWS, dan dengan Amazon Connect Voice ID, profil pelanggan yang ditelepon dapat dibuat secara instan. Sehingga pelanggan tidak perlu lagi hadapi pertanyaan berulang di awal telepon, untuk keperluan verifikasi identitas.

Menurut Paul Chen, pelanggan AWS saat ini sedang melakukan penghematan biaya sembari antisipasi perubahan. “2021 akan seperti apa? Kita tidak tahu masa depan, kita tidak dapat mengendalikannya, tetapi kita dapat mengendalikan bagaimana kita bisa bereaksi terhadap berbagai situasi,” tutupnya.