Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

IntSights Paparkan Risiko Keamanan Data Perusahaan Saat WFH

1 104

Seiring dengan banyaknya perusahaan yang terapkan sistem kerja remote working atau sekarang lebih populer dengan Work From Home (WFH), faktor keamanan data menjadi perhatian oleh para organisasi saat ini. Ancaman keamanan siber semakin meningkat, ditambah dengan kerentanan akses data akibat karyawan yang tak bekerja dalam satu lingkup kantor dengan koneksi yang aman.

IntSights hadir sebagai perusahaan yang menganalisis ancaman keamanan, dan bantu pelaku bisnis untuk jalankan strategi “Defend Forward”. Mereka kini berkomitmen untuk kembangkan strategi dan pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik, didorong oleh permintaan terhadap analisis tersebut. Mereka ingin tingkatkan jaringan kemitraan, operasional dan dukungan untuk perluas solusi bagi perusahaan di Asia Pasifik.

Baca juga: Data Aplikasi Cermati Bocor, Pengguna Disarankan Segera Ganti Password

Ancaman Siber Tinggi Untuk Pelaku Bisnis WFH

Etay Maor, CSO & Cybersecurity Expert, IntSights.

Dalam sebuah webinar yang diadakan Rabu (4/11), IntSights mencoba paparkan beragam ancaman keamanan yang bisa datang ke para pelaku bisnis. Materi dipaparkan langsung oleh Etay Maor, Chief Security Offcies, IntSights. Sebelumnya, ia pernah bekerja di IDM dan memiliki hobi untuk melakukan peretasan (hacking) sejak masa sekolah. Dalam paparannya, ia menunjukkan betapa mudahnya akses perangkat rumah melalui IP.

Kita bisa mencari IP perangkat seperti printer atau router yang sedang online di situs seperti Censys, dan masuk begitu saja terutama ke perangkat yang miliki username dan password “admin”. Ancaman lain juga datang dari GitHub, namun lebih ke pengguna yang berbagi data ‘terlalu dalam’.

Beberapa kasus seperti pencurian data Uber di 2016 terjadi karena karyawannya membagikan informasi yang berlebihan ke GitHub, yang kemudian dimanfaatkan oleh penyerang keamanan siber untuk mendapatkan akses. Data yang berhasil didapat, kemudian dijual secara umum lewat forum khusus yang ada di internet, dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti blackmail atau spam.

Juga yang baru saja terjadi, yaitu kebobolan data yang dialami oleh Cermati, terjadi serupa dengan penjelasan di atas. Belum diketahui alasannya, namun data yang terjual sudah valid, setelah dicoba untuk menghubungi beberapa sampel data dari yang penjual di sebuah forum.

IntSights Hadir Berikan Solusi Analisis Siber untuk Perusahaan

Tampilan dashboard IntSights

Untuk itu, IntSights mencoba berekspansi lebih dalam lagi di bagian Asia Pasifik. “Asia Pasifik merupakan pasar penting bagi IntSights, sebab kian banyak perusahaan yang membutuhkan solusi analisis siber generasi baru agar mereka terlindungi sebelum serangan terjadi,” jelas Jason Thompson, COO & CMO, IntSights.

Di Indonesia sendiri, hukum perlindungan data sedang dalam tahap pengembangan. Sementara ancaman keamanan siber semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya laju ekonomi hingga penetrasi penggunaan media sosial. IntSights tawarkan visibilitas yang mudah, agar pelaku bisnis dapat mengerti risiko ancaman dengan cepat, hingga berikan respon otomatis untuk mitigasi ancaman.

Jason menambahkan, investasi dan komitmen IntSights di Asia Pasifik berperan penting, untuk hadirkan berbagai solusi keamanan siber yang inovatif dan otomatis. Serta mengatasi ancaman siber yang berasal dari lingkungan eksternal pelanggan. Pelanggannya sendiri berasal dari beragam sektor, termasuk pemerintah, e-commerce, kesehatan dan keuangan secara global.

Dengan ekspansi usaha yang lebih cepat, IntSights ingin maksimalkan kolaborasi dengan para mitra, serta lengkapi lebih banyak perusahaan dengan analisis ancaman siber yang bisa ditindaklanjuti. Dengan demikian, para pelaku bisnis mampu mengidentifikasi, melindungi diri dan mengatasi ancaman siber secara proaktif.