Ubah Paradigma Negatif, eSport Janjikan Keuntungan Masa Depan

Pertumbuhan industri kreatif tak bisa lepas dari peranan kalangan anak muda. Banyak sektor tercipta di luar bidang yang sudah ada, salah satunya esport. Industri ini semakin banyak menarik perhatian masyarakat terutama anak muda. Tak hanya di PC dan konsol, keberadaan game di smartphone, semakin memperluas keberadaannya di Indonesia.

Terbukti dari laporan Yougov sepanjang 2020, Indonesia memiliki tingkat kesadaran masyarakat akan esport yang cukup tinggi. Sekitar 57% gamer di Indonesia tahu tentang keberadaan esports. Sedangkan negara tetangga seperti Thailand tingkat kesadarannya hanya mencapai 54%. Selain itu dengan tingkat engagement fans di Indonesia yang cukup tinggi, mencapai 40% membuat industri ini tak bisa dipandang sebelah mata.

Tidak hanya sebatas untuk entertainment saja, esports dapat mendatangkan peluang baru bagi industri kreatif digital Indonesia. Meski banyak keuntungan yang diperoleh, tak sedikit stigma negatif masyarakat mengenai industri ini. Banyak orang tua yang masih bertanya mengenai prospek gamers dan seberapa membawa untungkah bagi keluarganya itu sendiri.

Menghadapi Stigma Negatif Orang Tua Tentang eSport

PMCO SEA 2019 Runner Up Bigetron dari Indonesia 2
Tim Bigetron eSport

Dalam sebuah webinar yang diadakan Siberkreasi Sabtu (13/2), Rizki Natakusumah selaku Anggota Komisi I DPR menyatakan perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang olahraga elektronik ini. Ia menjelaskan agar tak tercipta stigma negatif di orang tua butuh adaptasi pemikiran. Dengan begitu langkah-langkah selanjutnya untuk membesarkan esports dapat dijalankan dengan baik.

“Salah satu paradigma yang susah diganti, mengubah mindset orang tua kalo bermain esports itu negatif,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rizki menambahkan akan berupaya menjaga dan menciptakan lingkungan industri kompetisi game yang sehat bagi masyarakat di Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, menurut Direktorat Ekonomi Digital Kominfo, Luat Sihombing perlu adanya klasifikasi umur dalam game. Tak hanya itu, butuh banyak dukungan dari masyarakat agar sosialisasi tentang pemahaman ini dapat tersampaikan.

“Untuk menunjukkan industri ini memiliki masa depan yang baik, ada dua jalan yaitu ketika kita bermain harus lebih bijak dan tunjukan kreatifitas yang dimiliki bahwa pilihan kita punya nilai,” ujar Luat.

Tak Sebatas Sebagai Tim eSports

PMCO SEA 2019 Bigetron Esport dan RRQ

Selain ekosistem yang mendukung, struktural dari tim juga harus mempunyai manajemen yang solid. Menurut Dennis Adishwara dari Tim GBH esports, untuk menjaga industri ini tetap maju harus memperhatikan sisi lain dari game itu sendiri yaitu dari segi pengelolaan bisnis.

Ia menjelaskan setiap player harus bisa membagi peran dalam bermain dan mengurus administrasi tim yang dimiliki. Dalam menjalankan sebuah tim adalah sebuah kombinasi antara mengatur sebuah bisnis dan tim olahraga

Dengan semakin berkembangnya dunia digital, maka butuh banyak konten video untuk mempromosikan tim mereka. Sehingga makin banyak orang yang tertarik mendalami profesi ini lebih lanjut. “Satu hari tidak membuat konten, itu sama artinya kalian mempersilahkan calon penonton kamu untuk diambil perhatiannya oleh saingan-saingan baru lainnya. Karena tim esports baru lahir setiap harinya di Indonesia,” tegasnya.

Tinggalkan komen