Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kredivo Luncurkan ‘Generasi Djempolan’, Literasi Keuangan untuk Milenial

1 205

Selain kemudahan berbelanja, sekarang semakin banyak metode pembayaran yang bisa dipilih oleh masyarakat. Masing-masing menawarkan benefit atau promo berbeda. Terdapat juga beragam alternatif peminjaman uang yang juga semakin mudah, mendorong sikap kita untuk berlaku lebih konsumtif.

Jika tidak dikendalikan dengan baik, tentu saja bisa berdampak negatif, terutama bagi generasi milenial yang handal untuk menggunakan ragam metode pembayaran baru ini. Sebagai perusahaan pembiayaan digital terdepan di Indonesia, Kredivo meluncurkan sebuah gerakan literasi keuangan digital. Dinamakan “Generasi Djempolan”, tujuannya sendiri agar lebih banyak orang bisa memanfaatkan fintech dengan baik.

Lewat Generasi Djempolan, Kredivo berharap dapat menciptakan generasi milenial yang tidak hanya melek teknologi (digital savvy), tapi juga melek keuangan atau financial savvy. Kegiatan dari gerakan ini turut dihadiri oleh komunitas, influencer dan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar. Diharap mampu menjadi pendekatan yang inovatif dan efektif untuk ajak lebih banyak milenial jadi generasi melek keuangan.

Baca juga: Riset Kredivo: Kepercayaan Konsumen Terhadap E-Commerce Naik Sepanjang 2019

Kesenjangan Literasi Keuangan di Indonesia Cukup Besar

Kredivo Generasi DJempolan
(Ki-Ka) Lily Suriani – Head of Business Development, Kredivo; Dino Milano, Direktur Group Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan; (Bawah) Alexander Thian – Kreator Konten; Bhima Yudhistira Adhinegara – Ekonom, Peneliti Institute of Economic and Development (INDEF); Ilham Syam, Ketua FKD (Forum Komunikasi Daerah) Makassar, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) pada webinar Peluncuran Generasi Djempolan (4/11).

Dari data yang disampaikan oleh Kredivo, masih ada kesenjangan antara indeks literasi sebesar 38,03% dan inklusi keuangan sebesar 76,19% di Indonesia. Hal tersebut membuat urgensi peningkatan literasi keuangan semakin krusial. Selain itu, juga ada tren peningkatan keyakinan konsumen untuk bertransaksi digital dalam nominal besar.

85% di antaranya didominasi oleh konsumen generasi Z dan milenial. Untuk itu, harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Terlebih di tengah situasi pemulihan ekonomi nasional ini. Dalam sebuah acara virtual yang dilangsungkan Rabu (4/11), Lily Suriani selaku Head of Business Development, Kredivo mengatakan bila peran layanan keuangan digital semakin penting, seiring meningkatnya transaksi digital selama pandemi.

“Sejak (Kredivo) berdiri, kami senantiasa menerapkan prinsip bijak meminjam dan bijak berbelanja bagi para pengguna Kredivo. Melalui inisiatif Generasi Djempolan, kami berharap dapat mengajak lebih banyak lagi milenial untuk melek keuangan dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional,” jelas Lily.

Kriteria Generasi Djempolan Versi Kredivo

Kredivo kemudian menjelaskan tiga kriteria utama sebagai Generasi Djempolan. Yang pertama adalah ‘Set Priority’, yaitu mampu menentukan skala prioritas dan batasan dalam transaksi sesuai dengan kemampuan. Lalu ‘Value Over Price’, mampu memahami nilai tambah dan jangka panjang dari pengeluaran atau transaksi yang dilakukan.

Dan yang terakhir, ‘Best of Both Worlds’, yaitu menjadi piawai dalam hal memanfaatkan teknologi untuk kegiatan sehari-hari, serta meningkatkan kemampuan pengaturan keuangan mereka. Ke depannya, Kredivo akan fokus memberikan edukasi berbasis teknologi dan keuangan, serta menciptakan lebih banyak generasi melek keuangan.

Pada peluncuran Generasi Djempolan, turut hadir Bhima Yudhistira selaku ekonom, tekankan pentingnya literasi keuangan digital pada milenial. “Situasi ekonomi yang semakin menantang saat ini, membuat topik keuangan menjadi semakin penting bagi milenial.”

Bhima menambahkan, milenial sebagai tulang punggung perekonomian masa depan harus beradaptasi dengan perkembangan layanan keuangan digital yang begitu cepat. Dengan memaksimalkan potensi dan kemampuan milenial untuk bijak meminjam dan bijak berbelanja, hal tersebut akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung.