Foto Rosé BLACKPINK pegang iPhone 18 Pro menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menuding perangkat dalam foto promosi di Instagram pribadinya dan akun resmi Apple pada 10 September 2026 itu merupakan hasil editan digital atau AI.
Namun kontroversi tersebut akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Rosé. Penyanyi asal Korea Selatan itu membantah, iPhone di dalam foto merupakan hasil editan digital.
Unggahan foto Rosé BLACKPINK pegang iPhone 18 Pro tersebut merupakan bagian dari kampanye “Shot on iPhone” yang mengiringi peluncuran single terbarunya, “New Trick”
Hal tersebut diungkap langsung oleh Rose dalam wawancara program Apple Music di The Zane Lowe Show. Awalnya, penyanyi APT ini menanggapi dengan bercanda.
Mengapa Foto Rosé BLACKPINK Pegang iPhone 18 Pro Disebut Editan AI?

“Dan ketika melihatnya, saya berpikir, ini memang terlihat seperti Photoshop. Jadi saya setuju,” ujar Rosé. Namun, ia membantah tegas bahwa wujud iPhone 18 Pro dalam fotonya adalah hasil rekayasa digital yang ditambahkan pakai AI.
Baca Juga: Ini Rahasia Apple Tingkatkan Performa iPhone 18 Pro
Rosé mengonfirmasi, unit ponsel tersebut benar-benar ia pegang secara fisik saat sesi pemotretan berlangsung. Ia menjelaskan bahwa proses penyuntingan (retouching) memang dilakukan karena posisi tangannya yang canggung.
“Aku harus mengakui, posisi jariku memang aneh di foto ini,” jelas pelantun lagu “New Trick” tersebut. “Anda bisa tahu ini asli karena jari saya terlihat aneh. Jadi, mereka mengedit posisi jariku untukku.”
Selain perbaikan pada bentuk jari, tim produksi juga melakukan pembersihan kosmetik pada bodi ponsel dalam foto Rose BLACKPINK pegang iPhone 18 Pro tersebut. “Kalau dilihat lebih dekat, ada seperti sidik jari di sana. Jadi, mereka berusaha menghilangkan sidik jari tersebut dan membuatnya terlihat bersih untuk diunggah,” tambah Rosé.
Pernyataan ini juga didukung langsung oleh Apple. Senior Vice President Apple, Greg Joswiak, memastikan keaslian perangkat burgundy dipegang sang artis. “Itu benar-benar asli. Bukan AI, dia benar-benar punya yang asli. Ini 100 persen asli,” tegas Joswiak.
Dari Kontroversi Viral ke Krisis Kepercayaan Foto Digital

Kasus foto Rose BLACKPINK pegang iPhone 18 Pro ini mungkin terlihat seperti kontroversi media sosial biasa. Namun di baliknya terdapat fenomena yang lebih besar.
Perkembangan teknologi AI generatif membuat publik semakin sulit membedakan mana foto asli dan mana gambar hasil manipulasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kualitas gambar yang dihasilkan AI meningkat pesat hingga mampu meniru pencahayaan, tekstur, hingga detail wajah secara meyakinkan.
Akibatnya, standar skeptisisme pengguna juga ikut berubah. Jika sebelumnya orang cenderung mempercayai foto sebagai bukti visual, kini banyak pengguna justru mempertanyakan keaslian sebuah gambar terlebih dahulu sebelum mempercayainya.
Ironisnya, perdebatan mengenai foto Rosé BLACKPINK pegang iPhone 18 Pro ini muncul ketika Apple baru saja memperkenalkan Apple Reference Image, sebuah teknologi yang dirancang untuk membantu memverifikasi keaslian foto digital.
Apple menjelaskan bahwa sistem tersebut memungkinkan foto tertentu menyimpan referensi yang dapat digunakan untuk memverifikasi bahwa gambar berasal dari sumber asli dan belum mengalami perubahan yang mengubah konteks visualnya secara signifikan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya industri teknologi untuk menghadapi meningkatnya penyebaran konten sintetis dan manipulasi berbasis AI.
Ketika Foto Asli Terlihat Seperti Hasil AI

Kasus Rosé dan iPhone 18 Pro memperlihatkan tantangan baru yang mulai muncul di era AI.
Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada bagaimana mendeteksi gambar palsu, kini muncul persoalan lain: foto asli pun bisa dianggap hasil manipulasi karena ekspektasi publik terhadap visual digital telah berubah.
Belum tentu semua tuduhan tersebut benar, tetapi fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap foto digital tidak lagi otomatis diberikan seperti beberapa tahun lalu.
Pada akhirnya, kontroversi foto iPhone 18 Pro bersama Rosé mungkin akan segera berlalu. Namun diskusi yang muncul di sekitarnya menjadi pengingat bahwa di era AI, tantangan terbesar bukan hanya membuat foto terlihat nyata, melainkan juga meyakinkan publik bahwa foto yang nyata memang benar-benar asli.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

