Jakarta, Gizmologi โ GALAX baru saja menunjukkan langkah agresif ke arah tersebut. Melalui merek globalnya, KFA2, mereka merilis video iklan untuk lini flagship Hall of Fame (HOF) GeForce RTX 50-series yang sepenuhnya dibuat dengan bantuan generative AI, mulai dari animasi, musik, hingga lirik lagu.
Langkah ini tentu mencuri perhatian, bukan hanya karena produknya berada di kelas atas, tetapi juga karena iklan ini seolah menjadi demonstrasi langsung kemampuan AI acceleration dari GPU tersebut.
GALAX mengklaim bahwa produk seperti GeForce RTX 5090 HOF mampu menangani beban kerja gaming, kreator profesional, hingga pemrosesan model AI secara native. Namun menariknya, GALAX tidak menyebut apakah iklan tersebut dibuat langsung menggunakan GPU HOF, sebuah detail yang justru membuat kampanye ini terasa agak kurang maksimal dari sisi transparansi.
Produksi Video 90% Manual, Tapi AI Punya Peran Kunci

GALAX menegaskan bahwa lebih dari 90% proses animasi dan editing dilakukan secara manual oleh tim produksi internal mereka. Namun AI tetap mengambil peran penting dalam beberapa elemen kunci, terutama untuk menghidupkan karakter utama seperti โace driverโ dari tim HOF Racing. Selain visual, AI juga terlibat dalam komposisi musik hingga penulisan liriknya yang semuanya disatukan dalam gaya futuristik ala Formula 1 sebagai simbol performa ekstrem produk HOF.
Pendekatan hybrid ini sebenarnya menarik. Di satu sisi, pengguna bisa melihat bagaimana AI bisa mendorong efisiensi dan memperkaya kreativitas dalam workflow modern. Di sisi lain, klaim โvideo berbasis AIโ terasa kurang tepat jika porsi manual masih mendominasi. Ini membuat iklan tersebut berada di tengah-tengah antara eksperimen kreatif dan strategi marketing.
Menuju Industri Kreatif yang Berbasis GPU dan AI
Terlepas dari debat kreatifnya, video ini memberikan gambaran jelas tentang arah industri GPU premium. Konsumen yang membeli RTX 5090 HOF atau seri HOF lainnya bukan hanya mengejar frame rate tinggi, tetapi juga kemampuan AI acceleration untuk generative content, editing, hingga simulasi. Pesan ini berhasil disampaikan GALAX melalui kampanye yang memadukan estetika motorsport dan teknologi AI.
Namun pada akhirnya, efektivitas kampanye ini tetap kembali pada selera pengguna. Bagi sebagian orang, ini adalah langkah inovatif. Bagi yang lain, mungkin terasa seperti upaya marketing yang terlalu memaksakan unsur AI. Yang jelas, GALAX memberikan sinyal kuat bahwa GPU kelas atas kini bergerak melampaui gaming, masuk ke ranah AI sebagai standar utama performa generasi berikutnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



