Gojek & Kominfo Teken MoU, Percepat Transformasi Digital Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Tidak dapat dipungkiri, adanya pandemi COVID-19 juga mampukan masyarakat untuk lebih cepat beradaptasi dengan teknologi digital, demi alasan keamanan dan kemudahan. Selain masyarakat sendiri, dibutuhkan kerja sama antar pihak agar transformasi digital dapat terlaksana secara cepat dan menyeluruh.

Berkomitmen untuk mendukung penuh terhadap misi pemerintah Indonesia tersebut, Gojek baru saja mengukuhkan komitmennya dengan melakukan proses penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antar pihak Gojek dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Lebih tepatnya tentang Percepatan Transformasi Digital melalui Edukasi dan Pelatihan UMKM serta Masyarakat Umum. Lewat MoU tersebut, ada tiga area utama yang diberikan fokus terbesar.

Baca juga: Dongkrak Literasi Digital, Kominfo Tantang TikTokers Berkreasi Positif

Di antaranya adalah akselerasi kompetensi SDM digital, peningkatan literasi digital masyarakat, serta percepatan transformasi digital pada sektor ekonomi dan bisnis. Dukungan ini juga sejalan dengan upaya percepatan penerapan Peta Jalan Indonesia Digital 2021 – 2014 dari Kominfo. Yang merupakan panduan pelaksanaan transformasi digital pada empat pilar.

Tingkatkan Adopsi & Kompetensi Talenta Digital

Penandatanganan MoU Gojek dan Kominfo 2

Dalam sebuah sesi virtual yang diadakan pada Selasa (14/9), Mira Tayyiba selaku Sekretaris Jenderal Kemkominfo RI mengungkapkan bila pihaknya berkolaborasi dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, melakukan beberapa agenda terkait percepatan transformasi digital seperti edukasi & pelatihan UMKM serta masyarakat umum. Hal tersebut dilakukan sesuai arahan presiden, di mana digitalisasi UMKM merupakan salah satu agenda prioritas.

Ia berharap, penandatanganan MoU kali ini bisa berkontribusi tinggi dalam proses digitalisasi UMKM, serta pemetaan SDM digital yang ulet dan inovatif. Sementara dalam kesempatan yang sama, Kevin Aluwi, CEO & co-founder Gojek memaparkan bila Gojek semakin proaktif percepat digitalisasi selama pandemi. Dengan mendukung UMKM migrasi ke ranah digital, tingkatkan kompetensi talenta digital, serta mengedukasi masyarakat.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan #BangkitBersama yang diinisiasi oleh Gojek, sebagai bagian dari Grup GoTo untuk bisa mendorong berbagai elemen di dalam dan di luar ekosistem kami, untuk dapat tidak hanya bertahan tetapi juga terus tumbuh di masa pandemi,” tambah Kevin.

Bantu Capai Target 9 Juta Talenta Digital di 2035

Penandatanganan MoU Gojek dan Kominfo

Melalui tiga pilar utama yang ada di dalam Nota Kesepahaman, Gojek bekerja sama dengan berbagai direktorat, badan dan lembaga dari Kominfo. Termasuk di dalamnya adalah edukasi dan pelatihan intensif dengan Siberkreasi, mendukung pelaku UMKM agar cakap digital. Mulai dari kompetensi keamanan, tips menarik pelanggan di internet, sampai strategi khusus UMKM kuliner.

Selain itu, akan diadakan Digital Talent Scholarship, kelas GoNusantara dan Digital Enterpreneurship Academy (DEA), yang akan berikan pelatihan berbentuk workshop interaktif untuk ribuan peserta. Programnya sendiri diselaraskan dengan komitmen Kominfo untuk akselerasi kompetensi SDM digital nasional, ditargetkan 300 ribu orang tersertifikasi pada 2024.

Juga dengan beragam jenis kolaborasi lainnya, seperti kolaborasi dengan BAKTI untuk pelatihan dan onboarding UMKM di luar Jawa, serta membina bibit perusahaan startup Indonesia lewat program 1000 Startup Digital. Study McKinsey (2020) mengatakan bahwa digitalisasi UMKM bisa berikan kontribusi ke perekonomian nasional sampai USD140 Miliar di 2030.

Sebagai bagian dari GoTo, Gojek sendiri telah membantu tingkatkan literasi dan adopsi ekonomi digital ke lebih dari 250 ribu UMKM di Indonesia sepanjang pandemi. Sementara sejak 2020, Gojek juga menjadi platform digital pertama yang jalin kerja sama berkelanjutan dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Terus mengedukasi seputar keamanan digital sampai saat ini.

Tinggalkan komen