Jakarta, Gizmologi – Setelah merilis Gemini 3.1 Pro, Google kembali memperbarui lini AI-nya dengan menghadirkan Nano Banana 2, yang juga dikenal sebagai Gemini 3.1 Flash Image. Model ini menggantikan Nano Banana Pro di dalam ekosistem Gemini, mencakup varian Fast, Thinking, hingga Pro.
Langkah ini menunjukkan strategi Google untuk merapikan portofolio model AI-nya sekaligus meningkatkan performa tanpa memecah pengalaman pengguna. Nano Banana Pro sendiri masih tersedia untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra melalui menu khusus, terutama untuk kebutuhan yang lebih spesifik.
Menariknya, Nano Banana 2 juga akan hadir di Google Search melalui AI Mode, baik di aplikasi maupun browser desktop dan mobile. Artinya, fitur generasi gambar dan pengolahan visual berbasis AI akan semakin dekat dengan penggunaan sehari-hari, bukan lagi terbatas di platform eksperimen.
Baca Juga: Gemini Kini Bisa Bikin Lagu Sendiri dari Prompt, Fitur Seru atau Ancaman Kreator?
Fokus di Kecepatan dan Akurasi Visual

Google mengklaim Nano Banana 2 membawa kualitas dan penalaran setara Nano Banana Pro, tetapi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Model ini dirancang untuk memungkinkan proses edit dan iterasi cepat, memanfaatkan informasi real-time dari web search untuk menghasilkan gambar yang lebih akurat terhadap subjek tertentu.
Selain generasi gambar fotorealistik, model ini juga dikembangkan untuk kebutuhan produktivitas visual. Nano Banana 2 dapat membuat infografis, mengubah catatan menjadi diagram, hingga menghasilkan visualisasi data. Ia juga disebut mampu menghasilkan teks yang lebih jelas di dalam gambar, termasuk menerjemahkan dan melokalisasi teks secara otomatis.
Menutup Celah antara Kecepatan dan Kualitas
Salah satu klaim utama Google adalah kemampuan model ini menjaga kemiripan karakter hingga lima tokoh sekaligus serta konsistensi hingga 14 objek dalam satu workflow. Dalam konteks generative AI, konsistensi multi-objek memang menjadi tantangan besar, sehingga peningkatan ini patut dicatat jika terbukti stabil di penggunaan nyata.
Meski begitu, pertanyaan soal batasan tetap relevan. Semakin canggih model generasi gambar, semakin besar pula tantangan terkait akurasi konteks, potensi bias, hingga penyalahgunaan visual. Nano Banana 2 terdengar menjanjikan dari sisi teknis, tetapi seperti model AI lainnya, kualitas akhir tetap akan sangat bergantung pada prompt, skenario penggunaan, dan guardrail yang diterapkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



