Jakarta, Gizmologi – IBM Sovereign Core dihadirkan untuk mempermudah para pengguna untuk mencapai kedaulatan digital. Ini sudah menjadi ambisi IBM dari cukup lama, sehingga hadirnya Sovereign Core bisa menjadi jawaban yang tepat untuk kebutuhan para pengguna dalam mencapai dunia digital yang semakin aman dan nyaman.
Tekanan regulasi yang makin ketat di berbagai negara ikut mendorong organisasi untuk meninjau ulang ketergantungan mereka pada platform cloud global. Di tengah euforia adopsi AI, muncul kekhawatiran bahwa kemudahan dan skalabilitas justru dibayar mahal dengan berkurangnya kendali dan transparansi.
Sederhananya, IBM Sovereign Core merupakan sebuah pendekatan perangkat lunak yang diklaim dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan AI berdaulat. Solusi ini menargetkan organisasi yang ingin memanfaatkan AI tanpa kehilangan kontrol penuh atas infrastruktur, data, dan kepatuhan regulasi.
Baca Juga: Cisco: Utang Infrastruktur AI Jadi Ancaman Nyata bagi Perusahaan Indonesia
Pendekatan IBM terhadap Kedaulatan AI

IBM Sovereign Core dirancang sebagai fondasi perangkat lunak yang menempatkan kedaulatan sebagai karakter bawaan, bukan lapisan tambahan. Artinya, kontrol operasional, identitas digital, hingga pengelolaan kunci kriptografi berada sepenuhnya di tangan organisasi pengguna, dalam yurisdiksi yang mereka tentukan sendiri.
Pendekatan ini menarik, terutama bagi instansi pemerintah atau sektor yang sangat diatur. IBM juga menekankan dukungan terhadap audit berkelanjutan dan pelaporan kepatuhan, sesuatu yang sering menjadi titik lemah dalam implementasi AI skala besar. Secara konsep, Sovereign Core terlihat menjawab kebutuhan nyata yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi oleh cloud publik konvensional.
Peluang dan Tantangan di Lapangan
Meski terdengar menjanjikan, penerapan Sovereign Core tidak lepas dari tantangan. Model ini menuntut kesiapan operasional yang tinggi dari sisi organisasi, mulai dari sumber daya manusia, tata kelola internal, hingga kemampuan mengelola infrastruktur secara mandiri. Tidak semua organisasi siap menanggung kompleksitas tersebut.
Selain itu, pendekatan berdaulat berpotensi mengorbankan sebagian fleksibilitas dan kecepatan inovasi yang biasanya menjadi keunggulan cloud global. Bagi perusahaan yang mengejar time to market, kompromi ini bisa menjadi pertimbangan serius.
Pada akhirnya, IBM Sovereign Core menawarkan alternatif menarik di tengah tarik-menarik antara inovasi AI dan kedaulatan digital. Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesiapan organisasi dalam menyeimbangkan kontrol, biaya, dan kecepatan adopsi teknologi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



