Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Sensasi “Eargasm” Sennheiser HE 1, Headphone Terbaik yang Harganya IDR 792 Juta

0 1.812

Gizmolovers, jika Anda memiliki dana IDR 700 juta, mau diapakan uang tersebut? Mungkin ada yang menjawab beli rumah, mobil, melunasi hutang, investasi, jalan-jalan. Tapi apakah ada yang terpikir membelanjakan uang sebesar itu untuk membeli satu unit headphone Sennheiser HE 1?

Ya, Anda tidak salah baca. Sennheiser HE 1 sudah bisa dipesan di Indonesia dengan harga yang mungkin tidak terjangkau nalar, yakni IDR 792 juta atau seharga €55,000 di Jerman yang merupakan tanah kelahirannya. Headphone termahal di dunia ini diluncurkan secara perdana di Asia Tenggara pada Juni 2016 lalu. Sekaligus merupakan koleksi paling premium kedua dari Sennheiser setelah sebelumnya menghadirkan Sennheiser Orpheus pada 1991.

Penasaran ingin tahu seperti apa headphone terbaik di dunia tersebut? Beruntung, Gizmologi mendapat kesempatan dari Sennheiser untuk mencobanya secara langsung saat headphone Sennheiser HE 1 ini mampir ke Indonesia sebagai bagian dari tur Asia Tenggara yang dimulai pada Maret 2017. Indonesia menjadi negara kedua setelah Thailand dengan tujuan akhir ke markas Sennheiser yang berada di Hannover, Jerman.

Martin Low, Managing Director Sennheiser Electronic Asia, mengatakan produk ini selaras dengan visi Sennheiser untuk merancang headphone high-end yang dapat membuat audiophiles seolah-olah berada di dalam sebuah gedung konser dengan kemampuan akustik melampaui batas. Sennheiser HE1 mengusung teknologi inovatif, material mewah, dan kualitas pengerjaan terbaik.
sennheiser he 1 oc

Benar saja, ketika pertama kali melihatnya, saya langsung terpana bahwa ini bukanlah sebuah headphone biasa, melainkan sebuah mahakarya. Saya tidak menyangka Sennheiser merancangnya dengan sangat detail. Headphone ini dikemas sangat baik, lengkap dengan amplifier khusus.

Body dari amplifier terasa cukup berat dan solid karena menggunakan bahan marmer jenis Carrara Italia berwarna putih abu dengan gurat-gurat kehitaman, lengkap dengan tube dan transistor yang dibalut kaca serta beberapa tombol pengaturan. Menurut Kuan Wee Hong, Product Marketing Manager Sennheiser Asia, headphone HE 1 hanya menggunakan material terbaik, di mana bahan marmer yang dipakai sama seperti yang digunakan oleh Michaelangelo dalam membuat karya seni patung.

Maksud dari penggunaan material tersebut tidak hanya dari segi estetika, tapi juga dari sisi fungsionalitas. Karena marmer tersebut dapat melindungi inti amplifier dan optik secara optimal.  Untuk menciptakan desain yang indah untuk dilihat, control dial dibuat secara seksama dengan kualitas tinggi. Setiap dial terdiri dari satu bagian kuningan sebelum dilapisi oleh krom.

Sebanyak 6.000 komponen dipilih secara cermat semakin mendukung keunggulan akustik Sennheiser HE 1. Spesialis audio Sennheiser menggunakan komponen eksklusif seperti elektroda gold-vaporized ceramic dan diafragma platinum-vaporized. Amplifier ini dibekali 8 DAC internal serta empat channel yang terpasang secara parallel untuk meningkatkan akurasi dan mengurangi distorsi dan tingkat kebisingan.

Karena dirancang sangat premium, Sennheiser HE 1 menggunakan konektor khusus bernama XLA yang mampu memberikan kualitas suara terbaik karena memiliki rentang frekuensi mulai dari 8 Hz – 200 kHz. Sennheiser pun mengklaim kalau headphone ini mampu mengubah musik dari sesuatu yang didengarkan, menjadi sesuatu yang bisa dirasakan.

Saat dinyalakan dengan menekan tombol Power yang paling besar yang juga berfungsi sebagai kenop volume, amplifier HE 1 bertransformasi. Secara perlahan bagian-bagian amplifer seperti tombol-tombol fungsi, tube amplifier kaca, serta tutup kaca unit headphone itu sendiri muncul perlahan.

Headphone terlihat sangat mewah dengan  ear cups yang dibuat secara khusus dari aluminium yang kokoh, menggunakan ear pads buatan tangan dari kulit terbaik dengan konstruksi microfibre yang lembut dan bebas alergi.

Jujur saja, penulis bukanlah audiophiles yang begitu terobsesi dengan audio berkualitas tinggi. Namun begitu memasang headphone tersebut, saya langsung terpana. Suara yang keluar benar-benar dahsyat. Saya hanya berkesempatan mendengarkan tiga lagu dengan genre berbeda mulai dari klasik, Coldplay dan Ed Sheeran yang populer dengan “Shape of You”.

Saat mendengarkan musik klasik, suara yang terdengar begitu detail dengan sound stage yang megah serasa berada di ruangan pertunjukan konser. Begitupun saat musik pop rock diputar, dentuman-dentumannya terasa kuat. Suaranya terdengar sangat natural. Memang kesannya berlebihan, namun pengalaman yang saya dapatkan terasa fantastis. Mendengarkan musik dari headphone HE 1 ini membuat saya eargasm, sensasi klimaks dari mendengarkan musik yang dramatis.

Headphone ini menawarkan pengalaman audio yang unik. Reproduksi suara dengan presisi sempurna, spasialitas luar biasa, dan respon frekuensi yang jauh di luar jangkauan kemampuan pendengaran manusia. Martin Low menjelaskan bahwa HE 1 dapat menghasilkan suara serendah 8Hz yang hanya didengar oleh gajah, hingga setinggi 100kHz yang hanya didengar oleh kelelawar. Di mana telinga manusia saja hanya dapat mendengar frekuensi serendah 20Hz dan maksimal 20 kHz. Hal ini membuat kualitas audio Sennheiser HE 1 sempurna, jauh di atas rata-rata.

 

 

Sebagai sebuah barang premium yang kualitasnya sangat dijaga, produksi Sennheiser HE 1  pun sangat terbatas. Produsen ini hanya memproduksi satu unit HE 1 per hari. Dan dalam setahun, hanya dapat memproduksi sekitar 250 unit. Di Indonesia, Gizmolovers yang tertarik bisa memesannya di Astrindo Senayasa yang merupakan distributor resmi Sennhesier di Indonesia.