Jakarta, Gizmologi – Demi menyelaraskan penggunaan jenis kabel untuk perangkat mobile termasuk gadget dan elektronik lainnya, European Union telah menerapkan standar penggunaan USB-C untuk semua smartphone. Kabar terbaru, India bakal menyusul sebagai negara yang menerapkan standar modern tersebut. Mulai tahun depan baik untuk smartphone dan tablet.
Informasi ini disampaikan langsung dari pihak pembuat peraturan resmi di India, yang kami kutip dari laporan Livemint. Meski baru dipublikasikan pekan ini, sejatinya kabar serupa sudah sempat diberitakan sekitar dua tahun lalu. Di mana laporan dari Business Standard menginformasikan bila perangkat mobile di India harus menggunakan interface USB-C untuk standar semua produk elektronik.
Ini bukan pertama kalinya peraturan dari EU “menginspirasi” pihak lain untuk menciptakan standarisasi serupa. Mulai tahun kemarin, Apple akhirnya menghadirkan semua lini iPhone 15 dengan port USB-C, meninggalkan jenis port Lightning rancangan sendiri yang sudah ada sejak iPhone 5. Selain agar smartphone mereka dapat terjual di Eropa, juga memanfaatkan kemudahan dari jenis port universal.
Baca juga: Android 15 Hadirkan Fitur NFC Wireless Charging, Bisa Buat Smartwatch!
Ponsel dan Wearables Masih Bersifat Opsional

Lalu apa tujuan India menerapkan standar penggunaan port USB-C? Disebutkan bila peraturan tersebut mampu menurunkan jumlah limbah elektronik alias e-waste, ketika nantinya semua perangkat bisa berfungsi menggunakan kabel yang sama. Keseragaman tersebut tentu juga memberikan kemudahan bagi masyarakat, sehingga tidak perlu mencari atau membawa jenis kabel berbeda.
Hal ini juga disebut bisa menurunkan biaya produksi, mengingat baik vendor smartphone, aksesoris dan lainnya tidak perlu merilis jenis kabel dan pengisi daya berbeda. Laporan dari Livemint kali ini diklaim telah didapat dari pihak resmi, namun sampai saat ini, kementerian terkait dari India masih belum meresmikannya, disebut bakal terjadi dalam waktu dekat.
Baru diterapkan tahun depan, waktu untuk penerapan peraturan baru ini dinilai sudah cukup bagi banyak pihak agar bisa mengikutinya. Sebagai awal, baru smartphone dan tablet saja yang diwajibkan menggunakan port USB-C, dimulai pada Juni 2025 mendatang. Jenis perangkat lain seperti ponsel standar, wearables, dan aksesori lain masih belum wajib.
Meski begitu, India bakal lebih mengarakan para manufaktur elektronik untuk mengikuti rancangan keselarasan tersebut. Lalu menyusul 2026, laptop yang dijual di India, juga bakal wajib menggunakan port USB-C untuk pengisian daya—seharusnya tidak sulit untuk dilakukan, mengingat sudah banyak laptop modern yang menerapkan hal tersebut, termasuk yang tersedia di Indonesia.
Selaras dengan Perampingan Kelengkapan Aksesori Smartphone

Di Indonesia sendiri, peraturan serupa masih belum diterapkan. Meski begitu, sudah cukup banyak smartphone terjangkau, terutama smartphone Android Rp1 jutaan, yang menggunakan port USB-C sebagai interface pengisian daya. Sementara untuk sejumlah lini flagship, para vendor sudah mulai meniadakan adaptor charger ke dalam paket penjualan, atas alasan lebih ramah lingkungan dan mengurangi limbah elektronik.
Peraturan baru yang bakal diterapkan di India bakal cocok ketika dibawa ke Indonesia, sehingga ketika vendor tidak memberikan pengisi daya dalam paket penjualan produk smartphone baru, konsumen masih bisa menggunakan charger lama mereka. Menurut Gizmo friends, perlukah standar serupa diterapkan di Indonesia?
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




