Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Indonesia Sudah Siap 5G dari Segi Infrastruktur, Perangkat, dan Teknologi

Sejak beberapa tahun lalu, teknologi 5G mulai didengung-dengungkan kehadirannya. Teknologi 5G memang menjanjikan kecepatan akses internet yang jauh lebih kencang dibandingkan sebelumnya. Secara teori, jika kecepatan akses internet 4G LTE mencapai 100 Mbps, maka 5G hingga 10 Gbps. Ini berarti kecepatan 5G mencapai seratus kali lebih cepat dari teknologi 4G.

Selain itu teknologi 5G juga menjanjikan tingkat latensi yang berkurang secara signifikan. Ini membuat berbagai layanan yang berjalan di teknologi 5G memiliki waktu loading yang lebih cepat, serta tingkat responsif yang meningkat jauh.

Berbagai pihak terkait seperti vendor jaringan, operator, regulator dan juga vendor smartphone sudah mulai bersiap menggelar layanan seluler generasi kelima ini di Indonesia. Hal itu terungkap di ajang OPPO 5G Academy yang digelar OPPO Indonesia untuk memberikan edukasi kepada khalayak luas mengenai manfaat dan keuntungan teknologi 5G.

OPPO Mulai Standarisasi Perangkat 5G sejak 2015

OPPO 5G Academy
(ki-ka): Sukaca Purwokardjono, Deputy CEO Mobility Smartfren Telecom; Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia & Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia dalam sebuah acara yang diadakan Kamis (4/2).

Sebagai produsen perangkat, OPPO terbilang mengantisipasi 5G sejak dini. Di ajang OPPO 5G Academy, PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto menegaskan kesiapannya terhadap layanan 5G. Karena sejak tahun 2015 sudah mulai membuat tim standarisasi perangkat 5G.

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengujian akses 5G pada perangkat OPPO pada 2018. Kemudian di tahun 2019 di ajang MWC sudah meluncurkan perangkat OPPO Reno 5G. Ini juga menjadi salah satu perangkat yang menuju era komersialisasi 5G di Eropa.

“Kalau di Indonesia, pada 2019 OPPO sudah bekerjasama dengan operator untuk melakukan ujicoba 5G. Memberikan contoh bagaimana pengimplementasian jaringan 5G di frekuensi 3,5 GHz Batam. Tentunya kami menyesuaikan dengan kebutuhan dari operator, karena 5G ini merupakan kolaborasi dari para stakeholder, tidak bisa sendiri-sendiri, untuk mewujudkan jaringan ekosistem 5G yang pas di Indonesia,” ujar Aryo.

Lebih lanjut, Aryo mengatakan bahwa di tahun 2021 ini, OPPO OPPO sudah meluncurkan Reno5 5G di Indonesia sebagai perangkat pembuka di awal tahun yang langsung memiliki kemampuan 5G. Saat jaringan 5G sudah bisa digunakan, perangkat ini tawarkan latensi rendah, untuk mudahkan streaming konten video, bahkan dengan resolusi tinggi nantinya.

Operator Siap, Tunggu Kepastian Regulasi

Sukaca Purwokardjono, Deputy CEO Mobility Smartfren Telecom menjelaskan bahwa pihak operator dalam hal ini Smartfen sudah melakukan ujicoba jaringan 5G di Indonesia. Dari hasil uji coba tersebut didapatkan hasil kecepatan akses yang luar biasa.

“Teknologi 5G akan menjadi key changer. Kebutuhan layanan yang saat ini belum bisa dirasakan, dengan teknologi 5G akan memungkinkan. Dan juga layanan yang saat ini sudah ada akan dirasakan lebih memuaskan lagi” ujar Sukaca.

Kemudian soal kesiapan operator untuk menggelar jaringan dan layanan 5G di Indonesia, Sukaca menambahkan bahwa Smartfren dari sisi teknis sudah mempersiapkan infrastruktur jaringan. Selanjutnya tinggal menunggu kepastian regulasi dari pemerintah soal spektrum untuk jaringan 5G.

Qualcomm: Tingkat Antusiasme 5G 10 Kali Lipat

Qualcomm Snapdragon 750G 5GShannedy Ong, Country Director Qualcomm mengatakan pada awal 2019 saat 5G pertama kali hadir, Qualcomm sudah merilis chipset seri 800 yang sudah mendukung 5G. Tidak hanya itu, Qualcomm juga sudah mempersiapkan chipset seri 400  yang sudah support 5G untuk perangkat dengan harga yang lebih terjangkau. Ia juga mengungkapkan antusiasme industri terhadap kehadiran 5G yang jauh lebih tinggi dibandingkan 4G.

“Lebih dari 20 operator dan 20 OEM yang sudah siap untuk menggelar layanan 5G. Dibandingkan dengan awal komersialisasi teknologi 4G yang pada 2010 saat itu baru ada 2 operator dan 2 OEM yang sudah siap. Ini berarti tingkat antusiasme 5G lebih tinggi 10 kali kali lipat.” ujar Shannedy.

Saat ini layanan 5G sudah menjadi layanan mainstream di berbagai negara, seperti di Amerika, China, Jepang, Korea dan lainnya. Shannedy menyebutkan ada sekitar 35 negara yang sudah menggelar teknologi 5G, dan lebih dari 45 operator di dunia yang sudah komersialisasi layanan 5G.

“Untuk 5G di Indonesia, dari sisi teknologi Qualcomm sudah siap. Qualcomm siap bekerjasama dengan semua pihak dalam ekosistem 5G. Karena memang kuncinya harus berkolaborasi agar 5G bisa secepatnya komersial di Indoesia,” pungkas Shannedy.

Tinggalkan komen