Jakarta, Gizmologi – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akan terus memperluas jangkauan jaringan 5G di Indonesia. Sampai awal 2023, jaringan 5G IOH telah menjangkau delapan kota yakni Jakarta, Karawang, Bandar Lampung, Surakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Bali.
Meski demikian, berdasarkan pantauan Gizmologi jika mengacu pada data website tersebut, jangkauan dari jaringan 5G IOH masih sangat terbatas. Misalnya saja di Jakarta, jaringan 5G hanya berada di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang memang berdekatan dengan Kantor Pusat Indosat.
“Kami optimis bahwa IOH dapat menyediakan akses teknologi, komunikasi, dan informasi terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dipandu oleh tujuan yang lebih besar, kami akan terus menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital Indonesia,” ujar President Director and CEO IOH Vikram Sinha dalam keteranganbya, Selasa (14/2/2023).
Sejauh ini Kominfo telah selesai melakukan refarming pita frekuensi 2,1 Ghz dan bakal melepas tiga pita frekuensi lainnya, mulai dari frekuensi 700 MHz, 26 GHz, dan 3,5 GHz pada tahun depan. IOH pun tertarik untuk ikut serta dalam lelang frekuensi tersebut untuk menambah daya dan jangkauan layanan 5G di masa mendatang.
Terlebih saat ini IOH juga sudah menambah jumlah BTS 4G yang mencapai 137.000, sehingga mampu menangani peningkatan trafik yang tinggi. Integrasi jaringan perusahaan tersebut juga sesuai target, bahkan di seluruh wilayah Jabodetabek yang telah selesai lebih cepat, karena dapat memberikan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2023, Indosat Optimalkan Jaringan di 371 Lokasi Prioritas
Tambah Jangkauan 5G Indosat Ooredoo Hutchison

Dalam kesempatan ini, Sinha juga memaparkan kinerja perusahaan yang solid pada 2022 berkat dukungan pertumbuhan pendapatan 48,9 persen (yoy) atau sebesar Rp31.388,3 miliar menjadi Rp46.752,3 miliar di satu tahun pascamerger.
“Seluruh indikator menunjukkan hasil yang positif, kami dapat menunjukkan nilai sinergi kepada seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan kami, dan semua ini hanya dapat terwujud berkat dukungan dan kepercayaan mereka,” kata
Kemudian, EBITDA tercatat sebesar Rp19.468,7 miliar atau naik sebesar 40,2 persen, dengan margin EBITDA tercatat sebesar 41,6 persen pada 2022. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4.723,4 miliar.
Sementara itu, pelanggan seluler perusahaan meningkat 62,5 persen menjadi 102,2 juta dengan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 91,8 persen di tahun 2022, yang berkontribusi pada kenaikan pendapatan data sebesar 61,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman yang mengesankan kepada seluruh pelanggan setia, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan berkontribusi pada pertumbuhan industri telekomunikasi dan ekonomi digital Indonesia di masa depan,” kata Sinha.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




