Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Accenture: 5 Tren Teknologi untuk Perusahaan, Fokus Utama Pada Manusia

0 383

Teknologi kini semakin melekat ke dalam kehidupan manusia, salah satunya dalam kehidupan organisasi. Namun begitu, upaya organisasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat masih bisa menemui kegagalan. Perlu ada pola pikir dan pendekatan baru pada saat teknologi digital ada di mana-mana, dan perusahaan-perusahaan memasuki dekade pada saat mereka harus memenuhi janji-janji digitalnya.

Setidaknya itulah hasil dari laporan “Kita, Manusia di Era Pasca Digital: Dapatkah perusahaan Anda bertahan melewati bentrokan teknologi (tech-clash)?” yang dirilis oleh Accenture. Menurut Accenture Technology Vision 2020, perusahaan-perusahaan perlu menetapkan fokus baru untuk mengimbangi “nilai” yang selalu dikejar dalam persaingan dan pencapaian kesuksesan, dengan “nilai-nilai” sesuai harapan pelanggan dan karyawan mereka, untuk bersaing dan mencapai kesuksesan dalam dunia yang serba digital.

Technology Vision 2020

Accenture Technology Vision 2020

Accenture telah melakukan survei untuk laporan mereka, Technology Vision, yang melibatkan lebih dari 6000 eksekutif bisnis dan TI di seluruh dunia. 83% mengakui jika teknologi sudah menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari pengalaman manusia, sementara 97% eksekutif setuju akan pentingnya hubungan tersebut.

Indra Permana, Technology Delivery Lead, Accenture Indonesia mengatakan, “karena terpesona oleh janji teknologi, banyak organisasi menciptakan produk dan layanan digital semata-mata karena mereka bisa melakukannya, tanpa sepenuhnya mempertimbangkan konsekuensi manusia, organisasi dan sosial.” Beliau menyebutkan, banyak perusahaan harus mengubah pola pikirnya dari ‘hanya karena’ menjadi ‘kita percaya karena’, meninjau kembali model bisnis serta teknologi fundamental dan menciptakan basis persaingan dan pertumbuhan baru.

Menurut laporan Technology Vision, dilanjutkannya penggunaan model yang ada saat ini berisiko mengganggu pelanggan, memutus keterlibatan karyawan, sampai membatasi potensi pembaharuan dan pertumbuhan di masa depan. Hal-hal berikut dapat terjadi jika tanpa dipikirkan akan perlunya inovasi.

Lima Tren Teknologi Perusahaan yang Harus Dipertimbangkan

Technology Vision mengidentifikasi lima tren utama yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan selama tiga tahun ke depan, untuk meredam adanya bentrokan teknologi (tech-clash) dan mewujudkan bentuk-bentuk nilai bisnis baru, yang sebagian didorong oleh hubungan yang kuat dan saling percaya dengan para pemangku kepentingan.

Pentingnya Personalisasi Pengalaman. Lima dari enam eksekutif bisnis dan TI yang disurvei (85%) di Indonesia (92%) percaya bahwa kesuksesan persaingan dalam dekade baru ini menuntut organisasi-organisasi untuk meningkatkan hubungannya dengan para pelanggan, menjadikan mereka sebagai mitra. Untuk itu, organisasi perlu merancang personalisasi pengalaman yang memperkuat kegiatan dan pilihan seseorang. Hal tersebut dapat mengubah pengguna yang pasif menjadi aktif, dengan transformasi pengalaman-pengalaman satu arah yang dapat membuat orang merasa tidak memiliki kendali atas pilihan yaang ada dan tidak terlibat dalam kolaborasi yang sebenarnya.

AI dan Saya. Kecerdasan buatan (AI) harus memberi kontribusi terhadap pekerjaan manusia, tak hanya jadi pendukung otomatisasi. Perusahaan-perusahaan harus memikirkan kembali pekerjaan yang mereka lakukan untuk menjadikan AI sebagai bagian generatif dari proses kerja tersebut, dengan inti kepercayaan dan transparansi. Saat ini, hanya 37% organisasi (47% di Indonesia) yang melaporkan penggunaan desain inklusif atau prinsip desain yang berpusat pada manusia untuk mendukung kolaborasi antara manusia dan mesin.

Dilema Kecerdasan. Asumsi-asumsi tentang siapa yang menjadi pemilik suatu produk sedang ditantang di dunia yang memasuki situasi “stagnan dalam tahap beta.” Saat perusahaan-perusahaan berusaha memperkenalkan generasi produk baru yang digerakkan oleh pengalaman digital, penanganan untuk hal baru ini menjadi sangat penting dalam mendukung kesuksesan. 74% eksekutif (sedang di Indonesia 82%) melaporkan bahwa produk dan layanan yang terhubung dalam organisasi mereka akan memiliki pembaharuan dalam jumlah yang lebih banyak bahkan secara signifikan selama tiga tahun ke depan.

Robot di Alam Terbuka. Dengan 5G yang siap untuk mempercepat pertumbuhan tren, setiap perusahaan harus memikirkan kembali masa depannya melalui lensa robotika. Pandangan eksekutif tentang bagaimana karyawan mereka akan merangkul robotika terpecah: 45% mengatakan karyawan mereka akan merasa tertantang dalam mencari cara untuk bekerja sama, sementara 55% meyakini bahwa karyawan mereka akan mudah menemukan cara untuk bekerja sama dengan robot. Berbeda di Indonesia, dimana 82% yakin bahwa industri mereka membutuhkan robot di alam terbuka.

DNA Inovasi. Perusahaan-perusahaan memiliki akses ke sejumlah besar teknologi disruptif yang belum pernah ada sebelumnya, seperti distributed ledgers (buku besar terdistribusi), AI, extended reality dan komputasi kuantum. Untuk mengelola semua itu, organisasi perlu membuat DNA inovasi unik mereka sendiri, sambil berkembang dengan kecepatan yang dituntut oleh pasar saat ini. 76% eksekutif (83% di Indonesia) percaya bahwa kebutuhan untuk inovasi belum pernah setinggi ini. Dan untuk melakukannya dengan benar, dibutuhkan cara-cara baru untuk berinovasi dengan mitra ekosistem dan organisasi pihak ketiga.

Baca juga: 10 Tren Teknologi 2020 Versi Alibaba: AI, IoT dan 5G Berkembang Pesat

Accenture telah melihat seluruh lanskap perusahaan secara sistematis untuk mengidentifikasi kemunculan tren-tren teknologi yang punya potensi besar untuk mengganggu bisnis dan industri selama 20 tahun. Laporan selengkapnya bisa kamu akses lewat laman Technology Vision, atau melalui tagar #TechVision2020 di media sosial Twitter.