Check-in PCR dan Vaksinasi di Bandara Bisa Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Jakarta, Gizmologi – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meningkatkan sejumlah fitur di aplikasi PeduliLindungi. Salah satunya dengan penggunaan QR Code untuk check-in dan check-out ketika pengguna berada di tempat umum.

“Penerapan sistem check in online dengan database hasil tes PCR dan vaksinasi sudah kita uji coba selama dua pekan dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini, kebijakan tersebut kita berlakukan secara resmi,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi dalam keterangan tertulis, Selasa (20/7/2021).

Penerapan fitur ini berlaku sementara untuk penerbangan Jakarta-Bali-Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandar Udara Soekarno-Hatta. Nantinya pengguna yang melakukan perjalanan udara berdasarkan data akan tercatat secara online melalui database PCR dan vaksinasi Kementerian Kesehatan (terintegrasi di aplikasi PeduliLindungi)

Hal ini diharapkan bisa menghindari penggunaan hasil tes dan kartu vaksinasi manual yang rentan dipalsukan. Oscar menambahkan dengan mekanisme tersebut, bisa dipastikan hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

“Karena selain menghindari bukti tes dan vaksinasi palsu, mekanisme ini memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang hendak bepergian, karena tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hard copy yang dapat menimbulkan antrean dan kerumunan,” ujarnya.

Baca Juga: 

Bisa Cek Vaksin COVID-19, Aplikasi PeduliLindungi Dipastikan Aman
Dua Cara Mudah Download Sertifikat Vaksin COVID-19

Selain fitur QR Code check-in, aplikasi PeduliLindungi juga akan bisa mengintegrasikan hasil pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen dan PCR yang dilakukan laboratorium dan faskes pemerintah maupun swasta secara realtime.

Dengan demikian, aplikasi PeduliLindungi telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi. Misalnya aplikasi Electronic Health Alert (e-HAC), Kartu Vaksinasi Covid-19, dan pemeriksaan Antigen dan PCR yang bisa divalidasi petugas bandara di counter check in untuk penumpang pesawat.

“Saat ini sudah ada 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes dan memasukkan data ke dalam NAR, sehingga hanya hasil usap PCR dari laboratorium tersebut yang dapat dipakai sebagai syarat penerbangan,” tambahnya.

Lewat mekanisme baru ini, pengecekan kesehatan penumpang dapat dilakukan saat keberangkatan dan bukan hanya saat kedatangan. Mengingat situasi seperti ini, pengecekan hasil tes kesehatan perlu dilakukan secara ketat.

“Melalui integrasi sistem ini, kita juga dapat mendorong dan memantau pelaksanaan tes dan lacak secara real time, sehingga membantu upaya menurunkan laju penyebaran COVID-19,” pungkasnya.

Tinggalkan komen