Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Dampak COVID-19, Penjualan Alat Pemeriksa Suhu Badan FOTRIC 226B Naik 80%

0 2.216

Di tengah wabah COVID-19 yang menyebar di seluruh dunia, permintaan untuk alat pemeriksa suhu tubuh di ruang publik pun terus meningkat. Salah satu yang panen penjualan adalah FOTRIC 226B. Alat pemeriksa suhu tubuh dengan inframerah otomatis ini penjualannya mengalami kenaikan penjualan sebesar 80% di luar Tiongkok.

Sebagai informasi, FOTRIC adalah perusahaan teknologi asal Shanghai, Tiongkok yang fokus pada litbang, produksi, dan penjualan teknologi pencitraan termal (thermal imaging). Lini produknya mencakup beragam sektor, termasuk pendidikan dan penelitian ilmiah, industri, kelistrikan, serta manufaktur.

Berdasarkan siaran pers, pencapaian penjualan yang naik 80% ini terwujud berkat kinerja pengukuran suhu yang akurat, cepat, dan stabil dengan deteksi pencitraan termal serta deteksi wajah yang didukung AI. Saat ini, alat pemeriksa suhu tubuh dengan inframerah otomatis FOTRIC 226B dikirimkan ke Amerika Serikat, Norwegia, Jerman, Turki, Israel, Thailand, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan negara-negara lain demi mencegah epidemi Corona.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan alat pengukur suhu tubuh, FOTRIC segera menjalankan kegiatan produksi demi menjamin pasokan. FOTRIC 226B diluncurkan di ajang pameran CES 2017 dan versi terbarunya yang dikembangkan pada 2019 meraih “iF International Industrial Design Award” di Jerman.
Baca: Huawei Cloud Ikut Atasi Pandemi COVID-19 Lewat Layanan Berbasis AI

Fitur dan Teknologi FOTRIC 226B

FOTRIC 226B
Tampilan antarmuka aplikasi

Alat pemeriksa suhu tubuh FOTRIC 226B dengan inframerah otomatis ini memiliki keunggulan serta kinerja yang akurat, aman, dan cepat. Produk tersebut dikembangkan berdasarkan platform perangkat keras pencitraan termal ilmiah FOTRIC yang bermutu.

Produk riset ilmiah menuntut akurasi yang sangat tinggi untuk pengukuran suhu. Para profesor dan ilmuwan yang bekerja di lebih dari 500 universitas dan lembaga riset di seluruh dunia telah memilih alat pencitraan termal FOTRIC dalam eksperimen risetnya. Mereka juga memanfaatkannya untuk menerbitkan artikel di jurnal-jurnal ilmiah ternama dengan scientific citation index (SCI).

FOTRIC 226B memiliki sensor 384*288 piksel inframerah, dan hingga 110.000 piksel pengukuran suhu efektif dalam satu foto. Dengan demikian, operator dapat melihat sehelai rambut manusia.

Alat ini juga cocok digunakan untuk mengukur suhu dengan jarak yang lebih akurat. Terlebih, pengukuran suhu selama pencegahan epidemi dilakukan dalam waktu yang lama. Tingkat pengulangan pengukuran suhu pada perangkat ini tercatat di bawah ±0,5℃, sehingga menjamin akurasi pengukuran suhu dalam jangka panjang.

Sistem secara otomatis mengunci wajah untuk pengukuran suhu dan mencegah kekeliruan. Platform ini memiliki modul deteksi wajah bawaan dengan fitur AI dual-light yang secara otomatis mengunci wajah seseorang untuk pengukuran suhu, dan secara jelas menayangkan nilai suhu tertinggi pada wajah tersebut. Sumber suhu yang tinggi selain wajah, misalnya secangkir kopi panas, dengan canggih dipilah demi mencegah kekeliruan dan mewujudkan tingkat deteksi sebesar 100%.

Pengukuran suhu tubuh selesai dalam hitungan milidetik dengan metode yang tak terlihat dan dilakukan saat orang berjalan. FOTRIC 226B menerapkan teknologi pencitraan termal tanpa sentuhan guna menjamin keselamatan petugas pemantau tanpa harus melakukan kontak fisik dengan orang yang lalu-lalang.

Seluruh proses pengukuran tak terlihat oleh orang yang tengah berjalan, dan pengukuran suhu bisa selesai selama orang berada di dalam jangkauan sistem. Perangkat ini memiliki frame rate sebesar 30 Hz, dan sama sekali tidak mempengaruhi efisiensi lalu lintas atau perilaku kerumunan orang.

Dalam kasus pemeriksaan suhu dua kanal yang lazim ditemui, kecepatan berjalan kaki yang normal mencapai 1,5 meter/detik. Untuk kebutuhan deteksi, jarak antara orang dibuat satu meter, dan kecepatan berjalan kaki diperlambat menjadi 0,75 meter/detik. Dengan demikian, setidaknya dua orang bisa diperiksa setiap tiga detik, atau 40 orang per menit, dan 2.400 orang per jam. Jika kecepatan berjalan kaki ditingkatkan menjadi 1 meter/detik, tingkat deteksi bisa mencapai 3.600 orang/jam.

Detektor FOTRIC menyusun koleksi suhu pada bagian wajah secara otomatis di beragam lingkungan. Hal ini membantu self-learning dan perubahan suhu lingkungan agar batas alarm suhu dapat disesuaikan secara seketika. Hasilnya, detektor bisa mencegah alarm palsu akibat rendahnya suhu di lingkungan sekitar pada pagi dan malam hari.

Produk FOTRIC memiliki layar monitor dengan dua tampilan (dual-view), baik menayangkan gambar termal dan cahaya yang kelihatan. Saat suhu tubuh abnormal terdeteksi, instrumen pemeriksa secara otomatis membunyikan alarm. Disertai notifikasi suara, sistem tersebut akan menandai perbedaan suhu pada gambar dengan kotak berwarna merah. Fitur ini membantu petugas agar mereka bisa segera menemukan orang dengan suhu tubuh yang tinggi.

Spesifikasi FOTRIC 226B

Spesifikasi FOTRIC 226B