Jakarta, Gizmologi – Amartha dalam acara media gathering sebut jumlah modal kerja yang telah mereka salurkan untuk UMKM desa, Jumat (23/1). Amartha sebagai perusahaan fintech memiliki sebuah misi mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Telah hadir selama 16 tahun, sejak 2010, perusahaan ini telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun modal kerja, termasuk Rp13,2 triliun di 2025, kepada lebih dari 3,7 juta UMKM di lebih dari 50.000 desa.
Bantuan yang diberikan oleh perusahaan kepada UMKM desa berdasarkan kebutuhan dan perilaku masyarakat perdesaan. Lalu bagaimana industri perekonomian di 2026 bagi perusahaan fintech ini?
Roadmap Fintech di 2026 menurut Amartha

Secara umum, sektor fintech Indonesia masih menunjukkan daya tarik bagi investor global. Di tengah dinamika pendanaan global, aliran investasi asing ke fintech tercatat mencapai US$549 juta pada 2024.
Hal ini menunjukkan bahwa fintech masih memiliki fondasi dan tetap menarik pendanaan asing. Selain menarik minat investor asing, keberadaan fintech pun turut berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.
Di level akar rumput, Amartha mencatatkan UMKM desa binaanya telah membuka lebih dari 110.000 lapangan kerja. Seiring dengan pencapaian tersebut, 65 persen perusahaan fintech menyebutkan rencana menambah karyawan permanen, yang menunjukkan tingkat kepercayaan diri industri terus tumbuh terhadap prospek ke depan.

“Di tahun 2025, Amartha semakin memperkuat posisinya sebagai fintech penyedia layanan keuangan yang lengkap bagi UMKM dan masyarakat perdesaan,” ujar Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha.
Memasuki tahun 2026, fintech Indonesia berpeluang untuk berkontribusi lebih besar dalam mendorong ekonomi. Perusahaan ini berencana untuk tetap fokus menjangkau jutaan UMKM desa di Indonesia.
“Bagi Amartha, 2026 akan menjadi tahun di mana kami memperkuat posisi Amartha sebagai fintech yang melayani segmen akar rumput melalui produk keuangan yang terintegrasi,” ungkap Andi.

Ia menekankan perusahaan akan hadir untuk mendukung UMKM desa untuk terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja di daerah, membentuk komunitas akar rumput yang tangguh, dan memperbaiki kualitas hidup jutaan keluarga di desa. Nantinya, dukungan bagi UMKM desa ini akan dibahas lebih mendalam pada pagelaran Asia Grassroots Forum di bulan Mei mendatang.
Pada Mei 2026, Amartha akan kembali mengadakan kegiatan Asia Grassroots Forum (AGF). Ini merupakan tahun ketiga perusahaan mengadakan forum internasional yang melibatkan para investor global, pembuat kebijakan, dan sektor swasta yang mendukung ekonomi akar rumput, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Tahun ini, AGF 2026 mengusung tema “Enabling Growth, Elevating Financial Health”. Acara ini akan mendiskusikan strategi kolaborasi untuk mendorong kualitas finansial yang lebih sehat bagi masyarakat akar rumput.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



