Internet 4G Siap Menjangkau 9.113 Titik Desa dan Kelurahan Wilayah 3T

Jakarta, Gizmologi – Pemerintah sedang melakukan pembangunan masif infrastruktur digital di Indonesia. Salah satu upayanya dengan menyiapkan jaringan internet 4G di 9.113 titik desa dan kelurahan yang ada di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) pada akhir 2022.

“Kebutuhan masyarakat dan karakteristik geografis Indonesia yang beragam menjadi pertimbangan Pemerintah untuk mewujudkan konektivitas digital di seluruh penjuru Nusantara, khususnya di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T),” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, Senin (27/9/2021).

Dirinya menyebutkan beberapa proyek pembangunan infrastruktur masif yang tengah dilakukan pemerintah. Misalnya pemerataan infrastruktur 4G lewat penggelaran stasiun pemancar sinyal atau base transceiver station (BTS) di wilayah 3T.

Selain itu pemerintah juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan satelit dan peluncuran Satelit Republik Indonesia I atau Satria I. Termasuk melakukan migrasi penyiaran televisi analog ke digital serta peluncuran jaringan 5G yang dilakukan secara bertahap untuk bisa beroperasi komersial di dalam negeri.

“Melalui berbagai upaya pengembangan infrastruktur digital, diharapkan transformasi digital nasional dapat memperkecil disparitas digital dan meningkatkan internet ratio link,” ungkapnya.

7.904 Menara BTS 4G di Daerah Pelosok

menara BTS

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo akan membangun infrastruktur tersebut sampai akhir tahun 2022. Nantinya, ke-7.904 BTS itu dioperasikan Telkomsel dan XL Axiata dalam menghadirkan sinyal 4G kepada masyarakat di daerah.

“Jumlah ini menggenapi 9.113 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau sinyal 4G. Sejumlah 1.209 desa/kelurahan sebelumnya telah dibangun BTS dengan teknologi 2G yang kini di-upgrade menjadi 4G per tahun 2020,” ujar Direktur Utama Bakti Anang Latif.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) pada tahun 2016, ada 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia. Sementara itu, 12.548 desa dan kelurahan masih belum terjangkau jaringan 4G.

Pekerjaan rumah desa dan kelurahan yang belum dialiri sinyal 4G ditargetkan dapat tercapai sampai tahun depan. Bahkan, Kominfo mengklaim bahwa target tersebut lebih cepat 10 tahun.

Penggelaran jaringan 4G itu di wilayah 3T dilakukan oleh pemerintah lewat Bakti Kominfo, sedangkan operator seluler akan menyelimuti daerah yang non-3T sebanyak 3.435 desa/kelurahan.

Tinggalkan komen