Ukraina, Gizmologi โ Peperangan antara Ukraina dan Rusia berimbas ke layanan telekomunikasi terutama akses internet. Jaringan internet Ukraina dikabarkan terganggu pasca invasi militer Rusia, sejak Rabu (23/2) malam.
Gangguan terjadi di sejumlah wilayah, secara khusus bagian selatan dan timur Ukraina yang menjadi lokasi pertempuran. Monash IP Observtory dari Australia mengatakan saat ini distrik Obolonskyi di Kiev dan bagian tengah Kharkiv di wilayah Ukraina timur, juga dilaporkan mengalami gangguan internet.
Anomali gangguan internet Ukraina, menurut Monash IP Observatory, terjadi karena orang-orang tidak menggunakan komputer karena menyelamatkan diri.
Baca Juga: Efek Perang di Ukraina, Operator di Amerika Serikat Menggratiskan Layanan Telekomunikasi
Gangguan internet Ukraina
Menurut observatorium pemblokiran internet NetBlocks, koneksi dari GigaTrans, penyedia jasa internet terbesar di Ukraina, turun sekitar 20% dari biasanya. Sekalipun layanan internet sempat berangsur pulih pada Jumat (25/2) malam.
โAngka ini menunjukkan layanan terganggu , juga orang-orang pergi, rumah dan bisnis tutup sejak pagi tanggal 24,โ kata Direktur NetBlocks, Alp Toker, seperti dikutip Reuters, Minggu (27/2/2022).
Meski tidak ada pemadaman skala nasional, kata Toker, gangguan hanya sedikit terjadi dari wilayah yang terdampak paling buruk dan di wilayah lainnya. Kendati demikian, ada ketakutan terputusnya konektivitas bisa memburuk kapan saja.
โSaat ini kami mengamati konektivitas nasional pada 87% dari tingkat biasa, angka yang mencerminkan gangguan layanan serta penerbangan populasi dan penutupan rumah dan bisnis sejak pagi tanggal 24,โ jelasnya.
Satelit Starlink Bantu Internet Ukraina
Starlink service is now active in Ukraine. More terminals en route.
โ Elon Musk (@elonmusk) February 26, 2022
Di sisi lain, bos SpaceX Elon Musk dikabarkan sedang menyiapkan layanan broadband satelit Starlink ke Ukraina. Satelit broadband ini bakal disiapkan untuk membantu koneksi internet Ukraina yang terganggu akibat perang.
Seperti diketahui, SpaceX saat ini telah mengoperasikan 1.469 satelit Starlink dan masih ada 272 satelit bergerak lainnya yang akan segera diluncurkan ke orbit operasional. Kehadiran Starlink di Ukraina diumumkan langsung oleh Elon Musk melalui sebuah tweet di akun Twitter pribadinya.
โLayanan Starlink sekarang aktif di Ukraina. Lebih banyak terminal dalam perjalanan,โ cuit Musk.
Sayangnya, Musk tidak memberikan informasi lebih lanjut soal kota atau wilayah Ukraina mana saja yang sudah dapat terhubung dengan layanan internet dari Starlink. Dalam twit yang sama, tanpa menyebutkan jumlah, Musk hanya mengungkapkan bahwa akan ada lebih banyak terminal (satelit) Starlink bakal segera hadir di Ukraina.
Adapun Tweet Musk ini sebagai jawaban dari permintaan Mykhailo Fedorov yang merupakan Wakil Perdana Menteri di Kementerian Transformasi Digital Ukraina. Dalam twitnya, Fedorov meminta Elon Musk untuk menyediakan layanan internet satelit Starlink di negaranya.
Pada Jumat (25/2), SpaceX baru saja meluncurkan 50 satelit Starlink tambahan untuk meningkatkan layanan internet yang disediakannya. Kemudian, Starlink juga disebut akan mengirimkan lebih banyak lagi satelit ke orbit Bumi. Layanan ini disebut menyediakan internet broadband berkecepatan tinggi dengan latensi rendah di seluruh dunia.
Layanan internet yang dikembangkan oleh SpaceX ini memanfaatkan pengalaman SpaceX dalam membangun roket dan pesawat ruang angkasa untuk menerapkan sistem internet broadband yang diklaim tercanggih di dunia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



