Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

JD.ID Bikin Toko Virtual di Working Space, Belanja Tinggal Scan Barcode

Menjamurnya coworking space di kota besar rupanya menjadi peluang bisnis tersendiri bagi JD.ID. Melalui layanan JD.ID Virtual Market, perusahaan e-commerce asal China tersebut menggandeng vOffice untuk pilot project layanan toko virtual di working space.

Idenya adalah memudahkan para pekerja maupun startup yang berada di working space untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, mulai dari sekadar minuman, snack, hingga kebutuhan alat tulis kantor (ATK).

Menurut Andrew You, Head of Marketing and Business Development JD.ID, konsep JD.ID Virtual Market yang memanfaatkan teknologi QR Code menawarkan cara berbelanja yang praktis dan inovatif dengan tetap mengedepankan konsep belanja tanpa batas (borderless) dan non-tunai (cashless).

Kerjasama dengan penyedia jaringan working space ini merupakan segmen selanjutnya yang dibidik oleh JD.ID setelah sebelumnya menghadirkan layanan serupa di sektor transportasi. Tepatnya, JD.ID Virtual Market tersedia di 13 stasiun kereta api Commuter Line.

“Untuk tahap awal ini, kami bekerja sama dengan salah satu penyedia working space, yaitu vOffice dengan menyediakan beberapa produk untuk kebutuhan kantor, yang dikombinasikan dengan konsep boundaryless retail. Kami akan terus melakukan evaluasi dan tidak menutup kemungkinan bekerjasama dengan coworking space lainnya,” ujar Andrew, saat ditemui Gizmologi.ID di vOffice Centennial Tower, Jakarta (24/7/2019).

Mencoba Layanan JD.ID Virtual Market

Related Posts
1 daripada 2

Pada ruang kantor vOffice di Centennial Tower, Jakarta, terpasang papan banner yang menampilkan  berbagai produk beserta harga. Tampilannya didesain seperti rak di minimarket, lengkap dengan harga dan diskon jika ada. Bedanya, ini adalah JD.id Virtual Market yang tidak ada barang fisik yang tersedia dan langsung diambil.

Jika konsumen ingin membeli, caranya adalah dengan mengaktifkan fitur scan QR Code di aplikasi JD.ID. Kemudian scan barcode yang ada di papan virtual market. Selanjutnya, bisa memilih beberapa menu yang ada di aplikasi tersebut.

Dari pengalaman kami saat mencobanya, ada beberapa katalog produk yang tampil di papan, tidak tersedia dalam menu aplikasi. Bisa dibilang, yang tampil tersebut hanya sekadar pajangan. Tidak memberikan informasi barang yang tersedia secara akurat. Pilihan produk yang tersedia pun sangat terbatas. Mungkin karena masih dalam tahap percobaan.

Bagaimanapun juga, JD.ID Virtual Market tidak bisa secepat mini market yang begitu diambil barangnya, langsung bayar dan bisa dibuka atau dikonsumsi. Dengan konsep virtual market ini, seluruh barang yang dibeli akan diproses dan diantar ke alamat yang diinginkan seperti layaknya berbelanja online. Artinya konsumen harus bersabar menunggu barang dikirim sampai tujuan.

JD.ID menyebut bahwa pihaknya merapkan Service Level Agreement (SLA) pada layanan JD.ID Virtual Market. Untuk pembeli di wilayah Jakarta & sekitarnya, barang akan diterima dalam waktu paling lama 1×24 jam setelah melakukan pembayaran. Metode pembayaran dapat menggunakan transfer bank, kartu kredit hingga GoPay.

Selain itu, untuk pengembangan layanan JD.ID Virtual Market di vOffice, nantinya akan tersedia juga fasilitas Pick-Up point yang dapat memudahkan konsumen dalam berbelanja. Konsumen nanti tidak perlu lagi menunggu pesanan selama 1×24 jam, tetapi setelah scan produk dan membayarnya, dapat langsung menuju booth yang telah disediakan dan berlokasi di vOffice. Konsepnya hampir mirip seperti vending machine.

“Untuk ke depannya, pengembangan JD.ID Virtual Market ini akan menargetkan ke area perkantoran, pusat perbelanjaan (mall), dan ke beberapa area publik yang menjadi salah satu bagian dari misi kami untuk memajukan industri ritel Indonesia,” pungkas Andrew.