Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

KemenKopUKM Gandeng Lazada, Percepat UMKM Masuk Pasar Online

0 665

Demi percepat upaya transformasi digital para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) meluncurkan program Kakak Asuh UMKM (KAU). Program ini ditujukan terutama untuk mereka yang berjualan pada online marketplace atau lokapasar daring. Mengingat pasar luring lebih susah untuk berkembang saat ini, alias terkena dampak pandemi virus Covid-19.

Program ini diselenggarakan melalui penandatanganan komitmen bersama pelatihan digital marketing, antara Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM Ir. Arif Rahman Hakim, M.S., Direktur Utama LLP KUKM (SMESCO Indonesia) Leonard Theosabrata, dan Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono di Jakarta, Senin (15/6) lalu.

Melalui KAU, KemenKopUKM bakal mencetak para ahli marketing digital. Mereka akan bertindak sebagai kakak asuh, mendampingi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace secara lebih efisien. Arif Rahman mengatakan jika tantangan UMKM saat ini adalah memaksimalkan pemasaran digital melalui platform daring, untuk jangkau pasar yang lebih luas secara lebih efektif dan efisien. “Namun baru sekitar 13 persen UMKM yang sudah masuk ke online marketplace,” tambahnya.

Kerja Sama dengan Berbagai Pihak Demi Kembangkan UMKM

Program KemenKopUKM Kau
[Ki-Ka]: Direktur Utama LLP KUKM (SMESCO Indonesia) Leonard Theosabrata, Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM Ir. Arif Rahman Hakim, M.S. dan Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono.
Calon kakak asuh yang ingin bergabung bisa melakukan pendaftaran melalui platform daring EDUKUKM.ID. Nantinya, peserta yang terpilih akan mendapat pelatihan online sebagai kakak asuh plus sertifikat. Kakak asuh kemudian akan lanjut mencari UMKM untuk dibantu melakukan penjualan di situs Lazada.co.id.

Upaya untuk mendorong banyaknya UMKM masuk ke pasar online tak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, namun juga melibatkan seluruh pihak terkait. Dalam hal ini, Lazada Indonesia sebagai penyedia marketplace serta komunitas Bolu.ID yang menjadi ruang berbagi pengalaman untuk sesama pegiat UMKM. Kerja sama yang dijalin bersifat mutual partnership, tanpa gunakan APBN.

Leonard Theosabrata, Direktur Utama SMESCO Indonesia mengatakan bila pihaknya sebagai lembaga akan terus berupaya membina, memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Indonesia. “Ini dalam upaya membantu para pelaku UMKM Indonesia, agar dapat bersaing dan mengembangkan bisnisnya secara optimal melalui platform digital.”

Ia menambahkan, kerja sama perdana dengan Lazada Indonesia diharapkan bisa berjalan dengan baik, dan menambah pengetahuan dan pengalaman di kemudian hari. Program KAU ini sejalan dengan program Gerakan Nasional (Gernas) #banggabuatanIndonesia, diluncurkan 14 Mei lalu oleh Presiden Joko Widodo, juga sebagai bagian dari program Bangkitkan Bisnismu yang digagas Lazada Indonesia sejak awal masa pandemi, untuk jaga keberlangsungan UKM.

Tak Hanya Untuk Perintis, Namun Juga UKM Yang Sudah Sukses

Saat ini, ribuan penjual dengan jutaan barang produksi UKM lokal sudah aktif di kanal Bangga Buatan Indonesia di platform Lazada. Kanal khusus ini telah dikunjungi lebih dari 750 ribu orang dalam satu minggu pertama penluncurannya. Program KAU tak hanya jadi ajang perkenalan dan pemberdayaan UMKM, namun juga berikan kesempatan kepada penjual di Lazada yang sudah berhasil untuk bimbing UMKM konvensional, agar juga bisa meraih kesuksesannya.

Setiap kakak asuh diharap bisa membantu 2-3 UMKM untuk mulai kembangkan bisnis mereka di e-commerce. Penjual atau seller Lazada juga merkesempatan jadi kakak asuh, dan akan diseleksi berdasarkan beberapa kriteria, termasuk kesamaan visi dan misi untuk berdayakan UKM di tanah air.

Monika Rudijono selaku CMO Lazada Indonesia menilai program KAU sebagai salah satu upaya untuk mendorong pelaku UMKM kembangkan bisnis mereka di ranah digital melalui e-commerce. “Kami sangat optimis #BangkitkanBisnismu bisa berkontribusi terhadap Gernas #banggabuatanIndonesia, sekaligus mendukung perekonomian negara dan pelaku UKM.”