Kinerja Keuangan Q1 2019, Laba Samsung Turun 60%

Kinerja keuangan Samsung bagus selama dua tahun terakhir, tapi tampaknya masa tersebut akan berakhir. Turunnya permintaan chip memory dan kinerja yang buruk dari perangkat flagship Galaxy mengarah pada estimasi penjualan kuartal pertama yang menurun. Perusahaan memperkirakan penjualan pada kuartal pertama ini hanya mencapai KRW52 triliun atau sekitar Rp644,8 triliun. Tentu saja hal ini akan berdampak pada kinerja keuangan Q1 Samsung secara keseluruhan.

Panduan Kinerja Keuangan Q1 Samsung

Jika dilihat dari pendapatan penjualan, tampak penurunan sebesar 14% dari KRW60,56 triliun atau sekitar Rp750,9 dari kuartal pertama tahun 2018. Sementara aba operasi diperkirakan hanya KRW6,2 triliun atau setara Rp76,9 triliun. Berarti terjadi penurunan 60% dari laba pada kuartal pertama tahun 2018 yang sebesar KRW15,64 triliun atau setara Rp193,9 triliun.

(dalam KRW triliun) Panduan Q1 2019 / Selisih YoY Laporan Q4 2018 Laporan Q1 2018
Penjualan 52 / (14%) 59.27 60.56
Laba Operasi 6.20 / (60%) 10.80 15.64

 

Komponen Kinerja Keuangan Samsung

Berdasarkan informasi dari orang dalam beberapa minggu lalu, diungkapkan bahwa Samsung mengirim memo kepada para investor yang merevisi estimasi laba. Informasi tersebut mengatakan bahwa estimasi laba kuartal pertama yang awalnya KRW8 triliun atau sekitar Rp99,2 triliun akan turun menjadi di bawah KRW7 triliun. Dengan demikian investor sudah mendapatkan peringatan mengenai pendapatan yang akan lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya.

Pasar layar dan chip memori mendominasi lebih dari 75% dari seluruh pendapatan Samsung Electronics. Setahun lalu perusahaan ini memang memimpin pasar, tetapi pesaing dari Tiongkok sudah dapat menyediakan LCD LTPS dengan harga lebih bagus. Dengan demikian para pabrikan pun sudah meninggalkan teknologi OLED. Laporan keuangan Samsung yang sudah final akan tersedia pada akhir bulan ini.

model Samsung Galaxy S10. Foto oleh YouTube.com

Pada kuartal yang lalu, Samsung mengatakan bahwa Galaxy S10 diharapkan dapat menopang kinerja keuangan mereka. Tetapi waktu untuk membantu kinerja tersebut hanya beberapa minggu dari periode tiga bulan ini. Samsung juga mengatakan bahwa penjualan smartphone selama tahun 2019 akan datar, sehingga mempengaruhi kemampuan penjualan komponen seperti layar OLED dan smartphone seri Galaxy. Sementara itu permintaan di bisnis memori pun tampaknya tak meningkat sampai paruh kedua tahun ini.

Waduh, kira-kira apakah penurunan kinerja keuangan Samsung ini akan terus berlanjut ya? Masih kuatkah Samsung digempur persaingan dari banyak vendor smartphone asal Tiongkok yang juga telah mulai memproduksi komponennya sendiri?

Tinggalkan komen